Hi!

Kangen dengan saya, gak? hehe..
Ternyata sudah sangat lama saya tidak mengisi blog ini. Saya rindu membuat flashfiction, rindu mengikuti kontes dan giveaway blog, rindu bercurhat ria, rindu blogwalking, rindu segalanya tentang dunia maya. Mungkin untuk beberapa bulan ke depan saya tidak bisa bercerita dan berdongeng melalui blog ini. Seperti yang seharusnya, setiap beberapa bulan sebelum akhir tahun dan beberapa bulan setelah tahun baru merupakan proses development pada tempat saya bekerja. Sebenarnya ada saja waktu saat jam istiarahat atau malam hari untuk ngeblog, tapi saya menghemat energi pada mata agar tidak terus-terusan bertatap muka dengan layar monitor. Yep, kurang lebih 12 jam sehari saya harus berkencan dengan layar televisi dan monitor hingga teman baik saya sekarang adalah obat tetes mata huhuhu. Tapi, saya senang menjalani pekerjaan ini, semoga dengan banyaknya kerjaan rejekinya juga mengalir semakin banyak, dan semoga barokah, aamiin.

Dan, tetap bisa keep in touch sama saya kok melalui wasap, bbm, ataupun tuiter walopun bakal lama saya balasnya heheh. Sampai jumpa di postingan selanjutnya ya teman-teman. Aku merindukan kalian :*

SEIN 22nd Anniversary

Selamat ulang tahun yang ke dua-dua Samsung Electronics Indonesia. Sabtu, 2 November 2013 adalah tanggal perhelatan akbar yang dilakukan oleh perusahaan tempat saya bernaung. Tempatnya di Dunia Fantasi, Ancol. Usianya cuma beda setahun dengan saya, tapi masih sama-sama remaja. Usia yang menurut kata orang sedang aktif-aktifnya. Dan memang benar, di usia yang ke 22, SEIN telah banyak melakukan kemajuan dan banyak penghargaan yang telah diterima. Semoga ke depannya SEIN semakin maju dan sukses.

Cerita ABG: Cerita Dewasa

Saya telat beberapa hari untuk mendaftarkan tulisan ini, tapi tak apalah yang penting PKK WB tetep semarak dan artikel ini ada di dunia maya, hehe. Apalagi jika saya menuliskan kata kunci untuk Cerita ABG yang muncul di mbah gugel subhanallah serem sekali. Pada halaman pertama gugel seluruhnya mengarah pada link yang berbau (maaf) seks. Jadi saya rasa Peduli Kata Kunci oleh Warung Blogger ini akan membawa dampak positif pada dunia maya serta menyelamatkan nama ABG di jagad internet.

Jadi, yang ingin sedikit saya sentil dalam Cerita ABG di postingan ini ada hubungannya dengan cerita dewasa yang kian hari kian melekat pada keseharian bujang dan perawan. Yaitu mengenai sikap ABG atau remaja yang tidak sesuai dengan umurnya. Yang sudah merasa sok dewasa meskipun baru kali pertama mengalami mimpi basah. Yang sudah merasa sok tua meskipun dada masih sebesar biji semangka. Sebagai contoh, yang sekarang sedang populer, yaitu tersebarnya video adegan mesum oleh siswa siswi SMP di salah satu ibukota. Karena saking penasaran, saya pun sedikit mengintip video mesum tersebut. Astaghfirullah, amit-amit jabang bayi, semoga saya sendiri terhindar dari bencana seperti itu. Bukan hal yang selayaknya dilakukan oleh seorang siswa berseragam putih biru. Dewasa sebelum masanya. Jangan mengatasnamkan rasa penasaran akhirnya bebas melakukan hal sekenanya. Tetap ada aturan, meski bukan aturan hukum tapi ada aturan sosial, ada sanksi sosial yang pasti berlaku di masyarakat.

Gaji Pertama

Seperti yang teman-teman ketahui kalau saya bekerja di salah satu perusahan multinasional milik Korea Selatan sejak tahun 2011 beberapa minggu setelah saya wisuda. Tepatnya perusahaan manufaktur elektronik. Banyak yang bertanya saya bekerja di bagian apa, setelah saya jelaskan tapi tetep aja gak 'mudeng'. Saya pernah menuliskan dalam satu postingan tentang sebuah lowongan kerja dengan posisi BDA Certification Test, di dalam tim itulah saya berada.

Jadi begini. Sudah pada tahu DVD Player, kan? Nah, kalau saya menangani BluRay Player termasuk juga BluRay Home Theather yang merupakan jenis lain dari player. BluRay Player masih satu keluarga dengan DVD Player, hanya saja BluRay Player bisa untuk memutar BluRay Disc yang spesifikasinya lebih bagus daripada DVD atau CD biasa (coba tanya jeng gugel dulu biar lebih paham arti dari BluRay Player). Kerjaan saya melakukan sertifikasi sebelum Player tersebut di produksi secara massal. Sertifikasi tersebut dilakukan dengan cara melakukan beberapa macam software tes (maaf, tidak bisa saya tulis dalam postingan ini). Jika produk lolos sertifikasi maka layak untuk diproduksi. Ibarat makanan harus punya sertifikat halal, begituuuu.

Saya bekerja mulai dari Jumat, 7 Oktober 2011. Singkatnya, periode tutup absen pada bulan tersebut adalah tanggal 10 Oktober, maka saya hanya akan mendapat gaji selama dua hari saja. Inilah nominal gaji pertama saya. Liat sendiri, gak tega nyebutnya, hihi.

Sehari Tanpa Gadget, Hidup?

Gadget! Entah seperti apa jenisnya pasti sangat berpengaruh dalam kehidupan saya. Dalam postingan ini saya mengerucutkan gadget mejadi sebuah ponsel atau handphone. Dalam setiap kesempatan dan aktivitas, ponsel menjadi sumber komunikasi utama bagi saya, dengan siapa saja. Pertama dengan keluarga. Sebagai seorang perantau, ponsel adalah benda sakral yang tak boleh saya tinggalkan untuk mendapat informasi dari keluarga. Kedua untuk urusan kerjaan. Tak jarang dan bahkan sering, komunikasi yang membahas mengenai pekerjaan kami lakukan melalui ponsel, bahkan kami pun membuat satu grup khusus dalam sebuah media komunikasi untuk mempelancar urusan kerja. Ketiga untuk sekedar bersenang-senang dengan ponsel itu sendiri.

Melihat kondisi seperti itu rasanya tidak mungkin jika saya harus meninggalkan ponsel dari genggaman saya. Apalagi dengan keberadaan ponsel pintar alias smartphone semakin memanjakan saya dengan dunia kecil saya. Mulai dari blog, twitter, facebook, games, chatting, photography semuanya bisa diakses dari ponsel.

Lalu bagaimana jika sehari tanpa ponsel?

Beach, Please!

Jika hari ini sedang banyak "buruh" yang berdemo minta kenaikan gaji yang kurang masuk akal dan segala 'tetek bengeknya', maka saya akan membuat postingan tentang nikmatnya liburan bersama keluarga besar di kantor.

Ini adalah kegiatan rutin tahunan yang kami lakukan. Pada postingan saya sebelumnya, semester awal tahun ini, grup kami melakukan "Great Work Place" di Pangalengan dan mengambil tema utama rafting pada bulan maret. Dan tahun sebelumnya outbound di Lembang. Maka untuk semester kedua tahun ini mengambil tema yang berbeda. Tema baru, tempat baru, suasana baru, dan tentunya semangat baru. Kebetulan pada semester ini saya turut serta menjadi salah satu panitia GWP. Melalui diskusi yang cukup singkat dan angket dari seluruh anggota, maka kami memutuskan utnuk melakukan kegiatan ini di pantai! Yuhuuu, pantai!

Pilihan kami jatuh pada Anyer, setelah mendiskusikan beberapa pilihan dengan beberapa pertimbangan seperti biaya, waktu, dan isi acara. 3 minggu sebelum acara, beberapa panitia termasuk saya melakukan survey ke beberapa cottage yang ada di Anyer. Ehm, jarang-jarang kan pleseiran pas jam kerja.

Akhirnya Anyer Cottage pun menjadi pilihan kami untuk bersenang-senang. Sama seperti kegiatan sebelumnya, tujuan dilaksanakan plesiran seperti ini untuk memompa kembali semangat setelah beberapa waktu hanya berkutat di meja kantor. Kegiatan kali ini diisni dengan berbagai macam permainan agustusan seperti balap kelereng, makan kerupuk, bakiak, tarik tambang, gebuk bantal, dan lainnya. Dan satu bonus adalah permainan banana boat. Pokoknya basah!

[Review] Test Pack

Judul buku : Test Pack
Penulis : Ninit Yunita
Penerbit : Gagas Media
Tahun terbit : 2010
Tebal : 202 hlm

Test Pack adalah sebuah novel yang mengisahkan tentang kehidupan rumah tangga sepasang suami istri, Rahmat dan Tata. Rahmat yang sering dipanggil Akang oleh Tata adalah seorang psikolog yang menangani kasus rumah tangga. Berusaha mendamaikan pasangan suami istri yang hendak bercerai. Sedangkan Tata adalah pengacara yang justru mengurus kasus perceraian.

Namun, konflik utama dalam novel ini bukan perkara pekerjaan mereka yang saling bertolak belakang. Melainkan masalah anak. Sudah 7 tahun Rahmat dan tata hidup berumah tangga namun masih belum dikaruniai seorang anak. Selama itu mereka berdua selalu rajin untuk mencoba gaya baru dalam berhubungan intim, membaca buku kamasutra. Dan selama 7 tahun itu pula Tata rajin mengamati hasil tes urinnya pada test pack. Dapat dikatakan Tata semakin kecanduan untuk melakukan tes kehamilan menggunakan test pack, hingga dia memiliki koleksi yang cukup banyak.

A Personal Enlightenment

credit
Dalam beberapa bulan terakhir, beberapa teman saya bertanya masalah perubahan yang terjadi pada watak saya. Perubahan sikap bahkan kepribadian yang katanya sudah berbeda dari beberapa waktu lalu, mungkin 2 atau 3 tahun lalu. Saya heran, sebenarnya saya sendiri merasa tidak ada yang berubah terhadap diri saya. Kata teman-teman saya, baik itu teman baik maupun hanya sekedar teman biasa, mereka mengatakan bahwa saya adalah orang yang cerewetnya gak ketulungan, mudah marah dan mudah bahagia, segalanya saya ungkapkan dengan luapan yang dahsyat, dan tentunya orang yang keras kepala dan ambisius. Ya, kalian pasti tahu bahwa saya ini memang seorang yang tercipta dari unsur koleris dan sanguin.

Tapi, sekarang mereka berkata sebaliknya. Mereka berkata saya telah menjadi orang yang introvert dan melankolis. Sudah tak punya gairah, katanya. Jujur saya tertawa saat mereka berkata saya sudah tak punya gairah lagi, karena mereka pun menambahkan bahwa saya sudah tak bisa bersikap sadis. Hmm, mungkin mereka terlalu terpaku pada kepribadian yang saya ciptakan sebagai seorang yang sadis, hehe.

Ngeblog Suka-Suka

Wah, ternyata cukup lama saya tidak membuat postingan untuk blog ini. Memang sih, beberapa minggu ini saya kurang aktif di dunia maya karena memang sedang cukup lumayan kerjaan di kantor. Dan, saya pun sedang menikmati dunia nyata yang tak kalah menyenangkan dengan dunia maya. Dunia maya dan dunia nyata adalah dua dunia yang jelas berbeda tapi senada. Terdapat perbedaan fisik yang tampak jelas dari kedua dunia tersebut, tapi tetap sama-sama memberikan kenikmatan tersendiri. Dalam dunia nyata, saya bisa beinteraksi secara langsung dengan manusia-manusia di luar sana sekaligus dengan segala macam yang ada di sekeliling. Kadang, apa yang saya dapat di dunia maya akan saya bawa dan praktekkan di kehidupan nyata.

Sedang untuk dunia maya khususnya blog telah memberikan satu ruang pada satu sisi pribadi saya yang lain. Bisa jadi apa yang tidak bisa saya lakukan secara nyata, maka akan saya tampilkan dalam dunia maya. Dalam grup wasap warung blogger, saya pernah mengatakan bahwa ngeblog itu suka-suka. Memang benar, bagi saya, ngeblog itu bukan hobi, bukan pula suatu tuntutan yang wajib saya lakukan. Ngeblog itu suka-suka namun bukan asal-asalan. Sampai sekarang saya tetap belajar konsisten untuk memberikan postingan yang positif dan bermanfaat untuk rekan blogger lainnya. Postingan yang bisa diterima dengan baik. Postingan yang saya suka dan nantinya akan disukai oleh pembaca. Itulah ngeblog suka-suka ala saya.

Sedikit nostalgia. Kali pertama saya ngeblog adalah tahun 2008, dikenalkan oleh teman kuliah. Niat awal adalah ingin mengisi blog dengan berbagai macam modul kuliah karena saya berpikir akan sangat bermanfaat untuk mahasiswa lainnya. Eh, ternyata saya tidak bisa konsisten dengan konten seperti itu. Hingga akhirnya saya melupakan email dan password blog saya -_- Lalu pda tahun 2010 saya kembali membuat blog dan mengisinya secara suka-suka, lebih banyak sih tentang curhatan semata dan puisi. Hingga akhirnya saya bertemu dengan komunitas menulis yang klik di hati. Dan akhirnya juga saya mengerti istilah giveaway dan kontes blog. Mulailah saya aktif menjalankan misi ngeblog suka-suka itu. Apa yang saya suka akan saya tulis di blog. Memang banyak blogger lainnya yang menjadikan blog sebagai ladang uang alias pekerjaan utama, ada juga yang dijadikan sarana menyalurkan bakat. Ah, saya selalu kagum dengan mereka yang mempunyai passion yang sangat luar biasa dalam dunia blog. Tapi saya tetap menjalaninya sebagai suka-suka, hehe.

Menyederhanakan Arti Kebanggaan

credit
Siapa yang tak kenal dengan KH. Agus Salim, seorang pahlawan nasional yang pintar berdiplomasi serta seorang penulis handal. Kesederhanaanya patut untuk dicontoh oleh anak muda modern. Ada satu cerita tentang beliau yang menggambarkan betapa sederhananya arti kebanggaan dengan berpikir sederhana pula.

Dalam sebuah pertemuan besar PBB saat jamuan makan siang, seluruh undangan makan dengan menggunakan sendok garpu sedangkan beliau menggunakan jari tangan. Banyak yang mencemooh, namun beliau dengan santai mengatakan bahwa sendok telah masuk ke dalam mulut orang lain terlebih dahulu. Sedangkan tangan, hanya beliaulah yang menjilat dan menggunakannya. Undangan pun terdiam. Tak sampai di situ. Setelah makan siang, kebanyakan undangan merokok terutama undangan dari Belanda. Mereka merokok menggunakan cerutu, sedangkan KH. Agus Salim hanya menyulut rokok kretek. Beliau kembali mendapat sindiran dan dibilang kampungan. Tanpa ragu beliau menjawab, "Karena kretek inilah kalian menjajah Indonesia.". Undangan pun kembali terdiam dan tak berkomentar lagi.

Sesuatu yang dianggap lemah dan diremehkan oleh orang lain menjadi kekuatan besar dalam diri. Bahkan hal sepele bisa menjadi ancaman untuk orang lain. Sederhana bukan?

Lomba Blog Wardah

Jadi gini ceritanya, saya lagi ikut lomba blog wardah. Dan ikutnya memang selalu niat seperti taun sebelumnya. Niat pake banget karena saya lebih memilih dandan ulang dan mengambil foto lagi daripada memberikan foto lama. Biar fresh aja sih maksudnya.

Berikut adalah beberapa foto yang saya sertakan dalam postingan yang berjudul Kosmetik Halal Membawa Berkah pada blogdetik saya.

office look

[Review] ibuk,

credit
Judul : ibuk,
Penulis : Iwan Setyawan
Penerbit : Gramedia Pustaka
Tahun : Juni, 2012
Tebal buku : 293 halaman
ISBN : 978-979-22-8568-0

"Seperti sepatumu ini, Nduk. Kadang kita mesti berpijak dengan sesuatu yang tak sempurna. Tapi kamu mesti kuat. Buatlah pijakanmu kuat." -Ibuk-

Buku ini adalah novel dari penulis best seller Iwan Setiawan. Terus terang saja, saya membeli buku ini karena sampul depan yang begitu menarik. Sebuah kombinasi seorang perempuan dengan segala kesederhanaan dan bergaya kuno. Dalam pikiran saya melayang bahwa buku ini akan bercerita tentang wanita desa. Dan benar saja.

Buku ini menceritakan sebuah kisah perjalanan seorang gadis belia bernama Tinah yang harus putus sekolah dan membantu neneknya berjualan baju bekas di pasar. Seperti kisah remaja lainnya, ada kisah cinta yang akhirnya mengubah hidupnya. Sim, seorang kenek angkot yang dijuluki playboy pasar berpenampilan ala kadarnya dengan sandal jepit dan berambut klimis berani 'apel' ke rumah nenek Tinah. Sebuah tanda setuju atas lamaran Sim pun mengubah dunia Tinah. Mereka adalah ibuk dan bapak.

Dear Mami


Dalam hidupku, inilah kali pertama aku menulis surat untukmu. Mungkin, saat aku masih duduk di bangku sekolah dasar, aku pernah menulis satu. Ah, tapi aku sudah tak bisa mengingat apakah aku memang pernah merangkai kata demi kata khusus untukmu. Walaupun surat ini aku tulis karena suatu maksud, tapi aku akan menulisnya dari dalam hatiku sendiri, dari apa yang aku rasakan, dari apa yang telah engkau berikan. Bukan riset. Maka ijinkanlah anakmu menyampaikan cinta yang tak sebanding dengan cintamu.

My Mama, masih ingatkah kau dengan berbagai macam panggilan yang aku berikan padamu karena satu sikap protesku atas semua kesibukanmu? Tante, bulek, bahkan mbak adalah panggilan yang sudah tak asing bagimu dari mulut anak gadismu yang penuh dengan rasa protes ini. Ya, saat itu aku sangat protes karena aku iri dengan semua teman-temanku yang bisa bertemu dengan ibunya setiap hari sesuka mereka. Bagaimana bisa aku memanggilmu ibu jika kita tak bertemu setiap hari? Bagaimana bisa seorang ibu hanya menemui anaknya sebulan sekali? Itulah yang ada dipikiranku saat itu. Saat aku sudah bisa merasakan iri, saat aku sudah bisa merasakan sepinya tanpa ibu. Ah, dan ternyata panggilan seperti itu masih aku berikan hingga sekarang meski penuh dengan nada candaan. How cruel I am.

Anak gadismu memang pandai berdiplomasi, protes sana sini jika ada yang tak pas di hati. Yang aku tahu, yang aku mau harus kau wujudkan. Entah sifat ini turunan dari siapa. Apakah sifat ini juga milikmu, Mi?

[BeraniCerita #30] Bangku Tunggu Yang Menua

credit
Mentari masih saja malu untuk menampakkan wajahnya pada dunia. Kehangatan masih enggan untuk menyelimuti tubuh yang sudah kepalang dingin oleh embun pagi dan mendung yang tak kunjung pergi. Dengan mantap kujejakkan kakiku setapak demi setapak menuju deretan bangku tunggu yang terlanjur menua. Di sudut peron itu, seperti biasa, tempatku menunggu.

Perjalanan ini adalah kisah yang kutitipkan pada gerbong kereta yang dengan patuh mengikuti kemana lokomotif berarah. Perjalanan ini akan berhenti ketika peluit menjerit memekakkan telinga, untuk sementara. Dan akan berlanjut saat peluit itu kembali bersautan tanpa henti.

Aku Ingin Menjadi Hujan

credit
Aku ingin menjadi hujan. Yang bisa membuat riang hati anak kecil di sekitaran. Mereka akan bahagia dengan turunnya air hujan dari langit. Membawa sejuta senyum saat mereka berlari kecil sambil saling mengejar satu sama lain. Menjadi hujan untuk senyum tak terpaksa dari wajah kecil bak malaikat.

Aku ingin menjadi hujan. Yang bisa membawa kerinduan pada hati yang sedang dilanda asmara cinta. jatuhnya hujan gerimis akan memberikan suasana romantis bagi sepasang merpati yang sedang memadu kasih. Menjadi hujan untuk menjadi inspirasi sejuta rayuan gombal bagi sang lelaki untuk pujaan hati.

Tak Berjodoh Dengan Schlumberger

Sudah setaun lebih rasanya saya menyatakan bahwa saya tidak berjodoh dengan Schlumberger. Cerita lengkap saya tentang proses rekrukmen Schlumberger bisa dilihat pada postingan ini. Sedikit nostalgia, bahwa Schlumberger merupakan satu perusahaan yang sudah saya incar sedari kuliah. Tapi apa daya jika proses seleksi saya harus berhenti pada tahan User Interview tahap ke 2. Ya, saya memang sudah menjalani 2 kali interview tepatnya pada bulan Februari kemaren. User interview pertama untuk segment Wireline dan tahap kedua unttuk segment Drilling and Maintenance. Saya pun mengundurkan diri pada interview kedua karena kondisi kesehatan yang tidak mendukung untuk beberapa bulan ke depan. Setelah saya menyatakan mengundurkan diri dari proses rekrutmen dan melupakan segala harapan saya di sana, lha kok saya dapat panggilan user interview lagi bulan Agustus lalu.

Tahap 7 - User Interview ke 3
Saya kembali diundang untuk melakukan User Interview pada segment Wireline dengan posisi penempatan Jakarta. Saya menyanggupi untuk hadir interview setelah menerima detil informasi melalui email yang dikirimkan ke saya. Harapan yang tadinya sudah menghilang kembali muncul apalagi dengan tawaran posisi di Jakarta. Sesuatu yang membuat saya bahagia.

[FlashFiction] Wanitaku

WARNING: 18+

Aku tetap setia menunggu wanitaku di ujung gang kecil tepat di depan rumah kaca tempatnya berdiri saat ini. Dia terlihat dari balik rumah kaca bak boneka dari balik etalase toko busana. Tubuhnya yang putih mulus seperti manekin yang mengenakan baju berwarna cerah dan gemerlap. Hanya saja, sebagian saja dari tubuhnya yang tertutup tak rapat oleh kain berwarna kuning menyala itu. Dada dan pahanya terlihat sempurna oleh setiap mata yang sedang menelanjangi tubuhnya dengan bebas.

Tak lama kulihat seorang pria botak dan berkumis tebal meraba setiap jengkal bagian tubuhnya. Mulut dan tangan pria itu bekerja kooperatif. Mulutnya mendarat tepat di atas dada, dan kedua tangannya telah bebas menjamah selangkangan wanitaku.

Kulihat mereka berdua berjalan beriringan ke dalam kamar.

Saat seperti itu yang selalu membuat dadaku semakin panas, saat wanitaku sudah berjalan ke dalam kamar bersama pria lain. Mereka pasti bercumbu. Ah, bukan. Wanitaku selalu menjadi budak nafsu para pria yang tak pernah puas dengan istri mereka di rumah. Pria yang selalu memberikan siksaan atas nama kepuasan nafsu yang mereka inginkan.

#30HariNonStopNgeblog

Tantangan #30HariNonStopNgeblog bagi blogger memberi rasa tersendiri bagi saya. Sayangnya tantangan tersebut hanya boleh diikuti oleh blogger ber-platform blogdetik. Dengan demikian saya pun menciptakan satu blog baru dengan platform tersebut dalam rangka mengikuti tantangannya, hehe karena gak mau ketinggalan dengan blogger lainnya. Saya pikir mudah untuk membuat satu postingan setiap hari apalagi tantangan tersebut tidak bertema alias bebas menulis apa saja. Tapi ternyata lumayan menguras otak karena di tengah perjalanan konsistensi yang saya tanamkan di dalam diri saya perlahan menurun. Untungnya daftar hadiah yang disediakan oleh panitia membuat semangat saya kembali terpompa, haha.

Dalam tantangan tersebut saya membuat satu tema untuk setiap harinya. Hal ini terpacu karena email konfirmasi yang dikirimkan panitia kepada peserta terdaftar yaitu "Persiapkan strategi Nonstop updatenya yaa :)". Awalnya saya berpikir untuk membuat fiksimini setiap harinya, tapi ide cemerlang tak selalu hadir setiap hari jadi saya urungkan untuk berdongeng. Akhirnya saya memilih satu tema yang bisa dibilang motivasi, bisa juga dibilang pengembangan diri. Semua tulisan yang saya posting dalam tantangan tersebut berdasarkan dari berbagai narasumber terutama pengalaman pribadi, ada yang dari nasehat atasan saya di kantor, ada yang dari si Abang, membaca buku, dan kejadian yang saya temui di jalanan dan sekitar saya. Ada satu postingan yang keluar dari garis yang saya buat karena mengikuti tema yang diberikan oleh panitia. Ya, panitia hanya memberikan satu tema saja dari 30 hari yang harus diposting saat tema itu diberikan.

Buku Best of Monday FlashFiction Go Live!

credit
I'm back!

Perkenalkan, kami adalah para pencinta FlashFiction yang tergabung dalam sebuah grup Monday FlashFiction (https://www.facebook.com/groups/MondayFlashFiction/).

Buku ini berisi 30 lebih FlashFiction dan Fiksimini hasil seleksi ketat para membernya, yang merupakan sebuah eksekusi prompt yang dilemparkan di setiap Senin. Dengan terjualnya buku ini, maka kami ikhlas memberikan royalti yang terkumpul kepada yang membutuhkan. Ini merupakan satu bentuk syukur kami bahwa pembelajaran kami berjalan lancar, dan semoga ini menjadi motivasi bagi para Monday FlashFiction-er untuk lebih produktif lagi berkarya. Dan, semoga teman-teman lain yang belum kenal dengan FlashFiction bisa mengetahui keberadaannya. Semoga juga teman-teman Monday FlashFiction tetap semangat menulis dan berkarya.

Untuk pemesanan silahkan menuju alamat: di sini :)

Hiraukan Postingan Ini

Pernahkah kalian merasa bosan dengan aktivitas yang kalian jalani? Pernahkah kalian merasa ingin lari dari semua masalah yang hadir dalam hidup kalian? Pernahkah kalian benar-benar merasa jenuh dan tak bisa berpikir dengan jernih? Pernahkah kalian berpikir ingin tidur dalam waktu yang panjang?

Masalah memang hadir dan tak bisa dihindari. Kadang, justru diri sendirilah yang menciptakan masalah tersebut. Suka atau tidak suka, masalah hadir butuh untuk diselesaikan. Hanya saja, kadang akan menemui jalan buntu yang membuat tak bisa bergerak. Maju tak mampu, mundur tak mau. Dalam satu kondisi, kesendirian dalam sunyi bisa menjadi obat penenang hati. Menyendiri memang bukan untuk menyelesaikan masalah, justru membuat masalah menjadi kian larut. Namun, dengan kesendirian hanya ada satu nyawa yang akan terus berbicara pada Tuhan tentang masalah yang sedang dialami.

By the way, mohon maaf jika blog ini akan sepi untuk beberapa waktu kedepan dan hiraukan postingan ini. 

Pengumuman Mini Giveaway dan Progres Buku

Selamat pagi pemuda Indonesia #tssah. Rasanya sudah lama sekali saya gak update postingan curcol, hehe. Alhamdulillah Mini Giveaway yang saya adakan sudah ditutup dan ternyata banyak sekali yang ikut menjawab tantangannya. Sumpah saya ngikik bacanya. Bukan cuma saya sih, tapi si Abang juga.

Jadi gini ceritanya. Pas saya membuat Mini GA tersebut si Abang protes. Terlalu lebay katanya. Nanti orang mengira itu adalah pengalaman pribadi yang pernah saya rasakan. Ehm, memang pernah sih tau-tau ditinggal piket tapi gak sampai mengingkari janji. Jadi, si Abang tetep video call meskipun sedang di kantor :). Meskipun cuma beberapa menit tapi syukur deh dia gak melupakan janjinya. Kalau saya sih, pas sudah tau si Abang bakal sibuk di kantor, saya sudah punya senjata ampuh yaitu drama Korea, hahaha. Karena dengan nonton K-Drama, bisa-bisa gantian saya yang nyuekin si Abang :p

Karena saking banyaknya jawaban yang menohok hati saya, akhirnya saya memutuskan untuk melakukan sistem undian secara tradisional semacam arisan. Bisa diterima kan ya? Jangan tuntut saya, ya? :p

Here we go....

Mini Giveaway

Selamat pagiiiii..........
Alhamdulillah lomba cerpen dengan tema LDR sudah ditutup dengan jumlah peserta yang sungguh fantastis. Awalnya saya mengira lomba ini akan sepi peminat tapi Alhamdulillah ada 81 naskah cerpen yang masuk ke email saya. Untuk daftar peserta bisa dilihat pada postingan berikut ini. Oya, mohon maaf untuk beberapa naskah yang tidak bisa saya masukkan karena dikirim melebihi jam yang telah ditentukan, serta ada pula naskah yang tidak dikirim dengan format dokumen meskipun sudah saya minta untuk mengirim ulang.

Nah, dengan banyaknya naskah yang masuk maka berikan saya waktu satu sampai dua minggu untuk membaca seluruh cerpen yang masuk. Karena kemungkinan saya hanya bisa membacanya di malam hari (pagi sampe sore aku kerja, rek). Dengan begitu untuk mengisi waktu agar blog ini pun tidak kosong melompong saya akan mengadakan mini giveaway.. Yeaayyy, giveaway lagiiii *^.^*

Caranya, perhatikan percakapan berikut ini:

[Prompt #23][BeraniCerita #24] Vivienne

Vivienne menatapku dengan mata yang basah. Untuk waktu yang lama kami berpelukan tanpa kata-kata. Aku mengusap lembut rambut hitam panjangnya. Vivienne mengangkat kepala menatapku. Matanya berbicara padaku.

"Sudah berapa lama usianya?"

"Tujuh minggu. Mungkin."

"Kalau begitu, gugurkan!"

"Bangsat, kau!"

Vivienne berdiri dan menjauh dariku, isak tangisnya semakin membahana. Aku terpekur sejenak, lalu berjalan ke arah Vivienne dan memeluknya, melingkarkan kedua tanganku tepat di atas perutnya.

"Ceraikan suamimu!"

"Tidak! Aku mencintainya. Kau tahu, aku telah mencintainya sejak 15 tahun yang lalu."

Aku menarik nafas panjang lalu kembali berbicara pada Vivienne. Semoga kali ini dia mengikuti kemauanku.

"Sayang, katakan pada suamimu bahwa bayi ini miliknya. Bukankah ini adalah bayi yang kalian tunggu selama 15 tahun?"

Vivienne tak menjawab tapi kembali menghambur ke dalam pelukanku dan semakin dalam.

***

Naskah Lolos Lomba Cerpen LDR

Selamat pagii..
Kayaknya langsung to the point aja yah, soalnya lagi lumayan sibuk hehehe. Setelah baca 81 naskah cerpen yang masuk dan melakukan screening sebanyak 3 kali, maka berikut daftar naskah cerpen LDR yang lolos dan akan di bukukan ole penerbit Pena Nusantara secara indie:
  1. Padi dan Kapas - Ali Ahmad
  2. Ombak Yang Tersesat - Evi Septiani
  3. Kesetiaanku Sekokoh Tembok Ksatriaanmu - Okky Dwi Fitri Aries
  4. Saat Tak Hanya Jarak Yang Memisahkan - Andita Radianti
  5. Pelukan 10 Menit - Siti Yulianingsih
  6. Ketika Aku Mencoba Memeluk Jarak - Lourdes Florentine Mariso
  7. Antara - Wiwit Nur Afie Aussy
  8. Kejutan Terakhir - Ardita Destiani
  9. Email Dari Kaki Merapi - Carolina Ratri
  10. Antara Cinta dan Bis Kota - Vita Novian Rondang

[Prompt# 22] Makan Malam Ha Ni

credit
Aku mengamit lengannya dengan sangat kuat, aku pun berjalan sedikit terseok dengan mata tertutup.  Semilir angin mengibaskan helaian dress merah yang aku kenakan, begitu pun dengan rambut panjangku yang kugerai bebas.

Setelah Sung Jo membuka penutup mataku, tiga lilin panjang yang pertama kali kulihat. Berlanjut dengan hidangan mewah yang belum pernah kurasakan sebelumnya.

Lomba Cerpen, Tema: LDR [CLOSED]

Saat aku dan kamu ditengahi oleh jarak.

Cinta mempertemukan dua hati untuk berlabuh, dua hati yang saling mengadu, dua hati yang selalu bertemu. Cinta, memang tempat bermuara dua manusia pada satu titik poros waktu. Lantas, bagaimana jika cinta harus terpisah oleh jarak? Dua manusia meregang rindu karena tertahan ribuan kilometer. Dua hati terpaksa menyepi karena jutaan lorong waktu yang tak lagi sehati. Dan, saat hati memilih untuk tetap menanti.

Long Distance Relationship menjadi salah satu pilihan menyemai cinta yang terlanjur membara. Walaupun sebagian besar orang menganggap bahwa LDR tak akan pernah berhasil dalam sebuah hubungan. Hanya kesengsaraan yang didapat, begitu katanya. Namun, masih ada hati yang bersedia menanti untuk bertemu pada satu titik pasti suatu saat nanti. Meski di suatu masanya nanti, hati akan bertemu pada satu titik saturasi yang akan menjadi penguji kesetiaan hati.

Daftar Peserta Lomba cerpen LDR [FINAL]

Selamat pagi, maaf untuk keterlambatan posting daftar peserta lomba cerpen LDR karena keterbatasan akses internet selama liburan. Sebelumnya, selamat hari raya Idul Fitri 1434 H, mohon maaf lahir bathin ya. Maafkan jika ada tulisan-tulisan saya yang menusuk dihati.

Berikut daftar peserta yang telah mengirimkan email kepada saya:
  1. Lost Distance Relationship - Linda Ratna Sari
  2. Cinta Dari Tuhan - Indri Dwi Ayu
  3. Padi dan Kapas - Ali Ahmad
  4. Jaga Hati - Ali Ahmad
  5. Terperangkap Digital - Rezky Agil
  6. Cinta: Pertemuan dan Perpisahan - Siti Yulianingsih
  7. Ujian Cinta - Amalia Nina P.
  8. Bolehkah Aku Menyebutnya Begitu? - Riezky Aprilia Z.
  9. Cry Bring Love - Nurdiani Soffa
  10. Cinta Jarak Jauh - Ina Tanaya
  11. I Want To Love You Like A Sunshine - Dayu Sri M.
  12. Ombak Yang Tersesat - Evi Septiani
  13. This Is Our Love - Evi Septiani
  14. Melukis Senja - Agung Dermawan

[BlogReview] IRUPUSMEONG (︶ω︶)

Review sebuah blog bukan hanya sekedar memberikan pujian kepada blog atau pun pemiliknya. Seperti yang pernah saya lakukan untuk blognya Miss Rochma, Story From Mama Arkananta, maka saya akan mengupas tuntas blog yang bernama IRUPUSMEONG (︶ω︶). Jangan ngambek ya kalo ada kritik tajam ^^

DESIGN BLOG
1. Header dan Body
Tampilan blog ini putih bersih, nyaman untuk berlama-lama karena tidak tergangu dengan berbagai macam animasi, love it. Hanya saja saya kurang begitu suka dengan header blog yang hanya berupa tulisan. Apalagi tidak semua area header adalah link menuju blog itu sendiri. Kedua tentang ukuran page/laman yang begitu besar. Sebaiknya lebih diperkecil dan diberikan warna yang lebih kalem agar lebih manis.

Penempatan widget Follower tepat dibawah laman sangat mengganggu. Saya rasa, jika blog tersebut memiliki konten yang menarik, maka pembaca pun akan mencari widget follower. Sebaiknya dipindah ke sidebar. Nah, soal sidebar sebaiknya berada di sebelah kanan agar loading time untuk artikel yang mucul lebih cepat. Dari segi keindahan juga lebih rapi jika sidebar ada di kanan.

komposisi yang tidak seimbang

[Review] Rantau 1 Muara

dokumen pribadi
Judul                     : Rantau 1 Muara
Penulis                  : A. Fuadi
Editor                    : Danya Dewanti Fuadi, Mirna Yulistianti
Penerbit                : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman    : 408
Cetakan                : II, Juni 2013
ISBN                     : 9789792294736

Merupakan buku ketiga dari Trilogi Negeri 5 Menara. Untruk review pada 2 buku sebelumnya bisa melihat postingan saya pada review untuk Negeri 5 Menara dan Ranah 3 Warna

Rantau 1 Muara bercerita tentang perjalanan tokoh sentral yaitu Alif untuk mewujudkan impiannya. Seorang mahasiswa yang telah mengarungi separuh dunia lewat pertukaran pelajar di Kanada dan Singapura. terlebih kemapuan menulisnya telah membuat berbagai karyanya berada di banyak media cetak. Alif pun menjadi salah seorang penulis kontrak untuk salah satu media. Puncaknya Alif berhasil diwisuda dan lulus dengan nilai terbaik. Namun, keadaan memang tak akan selalu berpihak seperti yang diharapkannya. Alif lulus pada saat kondisi ekonomi Indonesia sedang carut marut. Krisis ekonomi pada pemerintahan presiden Soeharto.

Awalnya, Alif berpikir dengan kemampuan dan segudang prestasinya, dia akan mudah untuk mendapat pekerjaan namun dia salah. Pergolakan reformasi di Indonesia membuat surat lamarannya lebih banyak mengalami penolakan. Uang tabungan semakin menyusut, tak bisa berkirim uang ke kampung halaman untuk amak dan adik-adiknya. Hingga debt collector pun mendatanginya.

Cerita Lebaran


Sebelumnya, mohon maaf lahir bathin untuk semua teman di dunia maya yang sudah setia membaca isi blog ini. Maafkan jika ada tulisan-tulisan yang kadang memang saya sengaja untuk nyentil sesuatu yang tidak pas di hati saya, hehe. Kadang saya memang suka menyampaikan dengan tulisan untuk menunjukkan mood seperti apa yang sedang hinggap di hati saya. Semoga saya tidak terlambat menyampaikan maaf ini dan semoga kita semua dipertemukan dengan Ramadhan taun depan untuk mencari keberkahan selanjutnya ^^

Rejeki Tak Akan Tertukar

credit
Sering kali, manusia menyalahkan Tuhannya jika tak mendapat apa yang diinginkan atau jika mengalami sebuah kegagalan. Atau ada juga yang pasarah dengan berkata "yawes, bukan rejekiku". Ada benarnya memang, jika apa yang tidak bisa kita dapatkan sejatinya bukanlah hak kita. Tapi akan menjadi sebuah ancaman jika kita menyalahkan orang lain atas musibah yang kita dapatkan. Banyak terjadi yang seperti ini.

Allah, telah membagi-bagi rejeki manusia sesuai dengan jatah masing-masing. Istilahnya, rejeki tersebut digantungkan di atas langit dan manusia-lah yang berusaha untuk mendapat rejeki tersebut, dengan cara yang baik tentunya. Dengan cara berusaha sekuat tenaga, berdoa sepanjang malam lalu tawakkal atas apa yang telah digariskan Tuhan. Maka rejeki yang telah ditentukan oleh Allah akan menghampiri kita.

Ini bukan berarti kita akan mendapat apapun yang kita inginkan meskipun telah berjuang mati-matian. Sekali lagi, semua ada jatahnya masing-masing antara manusia yang satu dengan yang lain. Sebagai contoh, saya sangat menginginkan mobil, lalu saya bekerja mati-matian agar uang terkumpul banyak. Namun, jika Allah tidak menghendaki saya memiliki mobil tersebut, diujung kerja keras, maka saya pun tak akan mendapatkan mobil itu meskipun uang sudah ada. Alasannya? Pasti sangat banyak. Ingatlah, Allah Maha Tahu apa yang dibutuhkan umat-Nya. Bisa jadi apa yang kita inginkan tersebut memang tak baik untuk kita, makanya dijauhkan oleh Allah. Penggantinya? Pasti akan ada yang lebih baik. Itu pun tergantung kekuatan dalam berusaha.

[Review] Kado Untuk Pasutri

Judul                      : Kado untuk Pasutri
Penulis              : Norma Juliandi, dkk
Editor              : Norma Juliandi dan Berry Juliandi
Desain Sampul      : Leo Sastra Candra Winata
Penerbit              : Pena Nusantara
ISBN                      : 978-602-18878-0-6
Cetakan              : pertama
Harga              : Rp. 38.000 (Indonesia), 600 yen (Jepang).
Jumlah Halaman     : x + 240 halaman

Buku ini saya dapat dari Giveaway Bunda Yati beberapa bulan lalu. Karena selalu berpindah tangan untuk meminjam, akhirnya saya sendiri baru menamatkan buku ini tadi malam. Awalnya saya ragu untuk membaca buku ini, karena saya sendiri belum berumah tangga. Tapi apa salahnya jika saya membaca kisah rumah tangga orang lain ^^

Buku ini berisi 46 kisah rumah tangga, asam manis pahit asinnya. Kisahnya benar-benar terjadi di dalam masyarakat. Dengan bahasa yang sederhana dan apa adanya, maka se-njelimet apapun konflik rumah tangga akan terasa ringan untuk dibaca. Percaya atau tidak, pada kisah pertama saja, saya sudah mengharu biru. Kisah seorang istri yang mempertahankan hubungan rumah tangga dari hal yang tak diinginkan. Feeling, begitu saya menyebutnya. Feeling perempuan memang hebat dan dahsyat untuk orang yang dikasihinya.

PLN Tersorot!

sumber gambar
Akhir-akhir ini saya sering melihat orang mengeluh tentang PLN di media sosial terutama twitter. Mengeluhkan tentang pemadaman yang terjadi secara terus menerus, mengeluhkan tentang kerusakan peralatan elektronik, konsleting listrik di dalam rumah, bahkan tentang kebakaran karena konslet. Ah, sebenarnya bukan mengeluh, tapi mengumpat habis pekerja PLN yang katanya tak becus.

Nyeri Payudara Menjelang Menstruasi

Nyeri Payudara Menjelang Menstruasi
Sebelumnya maaf jika postingan ini agak vulgar bagi sebagian orang. Saya rasa informasi tak akan pernah rugi jika disebarkan ^^

Kejadiannya tadi pagi saat meeting, saya berkata kepada rekan kerja wanita bahwa bagian dada saya sedang nyeri karena seminggu lagi adalah periode saya untuk mens. Ya, mereka menanggapi biasa, namun ada seorang yang menanggapi serius. Katanya begini: Periksa aja, nanti kena tumor, lho. Deg. Kok jadi agak takut ya dengan ucapan tersebut.

Akhirnya saya browsing sana sini untuk mencari tahu gejala pra-mens-sindrom. Khususnya tentang nyeri pada payudara. Dari yang saya dapat, nyeri pada payudara seminggu atau lebih sebelum masa mens itu wajar. Bahkan untuk beberapa perempuan akan mengalami pembengkakan dan nyeri di bagian nipple. Penyebabnya adalah hormon yang tidak seimbang, yaitu estergogen yang lebih rendah dibandingkan progesteron. Hal ini menyebabkan ukuran payudara bisa lebih lebar dan lebih sensitif terhadap rasa nyeri.

Namun yang harus diwaspadai adalah letak rasa nyeri tersebut. Apakah pada titik tertentu atau seluruh bagian payudara. Jika rasa nyeri pada seluruh bagian payudara dan memang dekat dengan masa mens, kemungkinan besar itu memang pra-mens-sindrom. Namun, jika rasa nyeri hanya pada titik tertentu dan dijumpai benjolan, maka lebih baik diwaspadai. 5 jenis nyeri pada payudara yang perlu wanita tahu bisa baca artikel dari vemale.com, klik di sini. Untungnya dalam waktu dekat ini saya baru saja melakukan medical chekup di kantor dan saya meminta bu dokter untuk memeriksa bagian dada. Aman, insyallah.

Bahasa Jawa Yang Menusuk

Entah mengapa, akhir-akhir ini jika saya marah, saya selalu menggunakan bahasa Jawa kasar (ngoko) terhadap lawan bicara saya. Saya mengeluarkannya secara spontan dan saya akan menyesalinya setelah saya sadar bahwa kalimat yang baru saja saya keluarkan itu adalah kalimat kasar dan sangat menyakitkan. Tapi berasa lega jika kalimat tersebut sudah saya lontarkan, meskipun kasar. Sebelumnya, saya hanya menggunakan bahasa Jawa kasar tersebut dalam kondisi yang benar-benar sangat terdesak sehingga lebih baik menggunakan bahasa ngoko karena lebih manteb. Dalam mengartikannya pun lebih makjleb ketimbang menggunakan bahasa Indonesia. Dan saya pun tak pilih-pilih kepada siapa kalimat kasar tersebut saya ucapkan.

Dulu, saya pernah menggunakan bhasa Inggris untuk melontarkan kemarahan saya, tapi gak efektif. Lha wong lawan bicara saya gak ngerti jadi kan ya percuma marah-marah pake bahasa Inggris walopun kesannya lebih elit. Yah, semoga saja ini hanya kelabilan saya dalam menggunakan bahasa Jawa yang kasar. Atau mungkin, saya akan meniru gaya bulek saya dengan menggunakan bahasa Jawa halus saat marah. Dulu, bulek-bulek saya akan menggunakan bahasa Jawa halus saat memarahi saya. Saya juga gak ngerti kenapa, tapi kesannya itu juga gak kalah hebatnya dengan bahasa yang lebih kasar. Malah yang halus itu lebih menusuk.

Well, saya baru saja menyelesaikan janji pembuatan template untuk seorang adik manis yang suka dengan nuansa ceria. Ini karena template awalnya punya kombinasi warna yang merusak mata, jadi saya ganti dengan warna yang lebih halus namun sedap dipandang. Semoga betah dengan tampilan blog barunya :)

Sweet Moment: Diarak

Wisuda, adalah hal yang paling dinantikan oleh seluruh mahasiswa yang benar-benar menjalankan kuliah dengan baik dan benar. Pasalnya, wisuda merupakan satu titik puncak pencapain setelah beberapa tahun menjejaki bangku kuliah. Dan Alhamdulillah, saya pernah melewati proses tersebut hingga membuat saya berani untuk memulai titik lainnya yaitu terjun ke dalam kehidupan nyata, dunia kerja.

Setelah menikmati bangku kuliah selama 3 tahun dengan beragam asam manis dan pahitnya mejadi mahasiswi teknik membuat momen wisuda tak pernah saya lupakan. Terlebih perjuangan menyelesaikan proyek akhir cukup membuat saya senewen. Dan, momen wisuda menjadi momen termanis selama saya berada di kampus ini. Jangan bilang lebay, ini beneran terjadi dan membuat saya sungguh terharu bahagia.

Ceritanya, setelah menyelesaikan seluruh acara di Graha ITS, kami, para wisudawan, kembali ke kampus PENS. Ternyata di luar Graha ITS kami telah ditunggu oleh banyaaakk sekali mahasiswa dari jurusan saya, yaitu Elektro Industri. Mereka semua beratribut merah dan membawa bendera jurusan kami. Seketika pandangan di depan mata saya serasa menjadi lautan merah tak bertepi. Mereka semua meneriakkan yel-yel jurusan. Sungguh luar biasa. Kemudian saya dijemput oleh beberapa junior yang tak saya kenal. Dengan wajah cerita dan senyum sumringah, mereka secara bergiliran memberikan saya bunga dan memasang pin pada baju toga. Kira-kira ada 3 pin yang menempel pada baju saya, hahah. Lalu saya digilir untuk diajak foto. Hauahha, berasa artis dadakan, tapi yang paling rame ya anak-anak saya dari Perkumpulan Cewek ELIN (komunitas khusus perempuan di jurusan). Kecupan bertubi-tubi menghujam pipi saya. Senang rasanya.

Semut Merah Di Sarang The Reds

Sabtu lalu, saya berkesempatan untuk melihat pertandingan Liverpool melawan Indonesia di Stadion Gelora Bung Karno. Ah, jangan bilang saya seorang The Reds, hanya saja si Abang yang jauh-jauh datang ke Jakarta dari Palangkaraya demi melihat laga ini turut serta memboyong saya ke dalam stadion, hehe. Siapa yang gak mau gratisan, coba? :D Dan ini menjadi kali pertama saya melihat isi Gelora Bung Karno yang juga sempat menjadi penasaran tersendiri bagi saya. Tidak hanya kami berdua, namun ada 3 orang lainnya yang juga teman satu jurusan waktu kuliah dulu. Maka dari itu saya menyebut semut merah di sarang The Reds (Semut merah adalah julukan untuk warga jurusan kami, Elektro Industri PENS).

Saking semangatnya si Abang, jam 11 siang pun sudah membahana di kosan saya untuk segera berangkat padahal pertandingan jam 8 malam. Akhirnya kami berangkat dan samapi di GBK jam 2 siang. Nah, setelah bingung mau kemana akhirnya kami berkeliling GBK dan membeli syal Liverpool. Foto-foto juga, tentunya.

Ijinkan Aku Mencium Tanganmu, Ayah

Bukan perpisahan yang sempurna, itu adalah judul salah satu postingan beberapa bulan lalu. Perpisahan yang tak sempurna dengan seorang yang selama ini sangat saya rindukan. Perpisahan yang menyedihkan karena saya tak sempat mecium tangan ayahanda tercinta. Ah, kalian mungkin tahu hubungan saya dengan ayah sedang tidak sehat dan mungkin tak perlu saya jelaskan mengapa.

Sampai saat ini saya masih enggan untuk berjumpa dengan ayah, bahkan untuk menghubungi melalui ponsel saja terasa berat bagi saya. Mungkin karena saya terlalu kolot dengan pendirian yang menurut saya paling benar. Hanya saja, saya tak pernah menginginkan jalan seperti ini hadir dalam kehidupan saya. Saya tak mau menyalahkan Allah, karena saya tahu, pasti ada sesuatu yang direncanakan Allah dibalik semua kondisi ini. Dibalik hubungan yang sedang tidak baik antara ayah dan anaknya. Siapa yang salah? Entahlah.

Kadang, saya berpikir, saya tak butuh ayah yang telah pergi jauh meninggalkan kami. Seseorang yang seharusnya melindungi saya dan keluarga. Seseorang yang seharusnya memberi nafkah bagi keluarganya. Tapi peran itu sudah lama tergantikan oleh ibu saya, super woman, yang telah menjadi ibu sekaligus ayah bagi saya. Jujur, saya sangat membenci seorang yang bernama ayah, mungkin juga karena tak pernah merasakan belaian kasih seorang ayah. Yang saya tahu, saya membencinya.

Sendiri Bukan Berarti Mandiri

Ini adalah tahun kedua saya menjalankan Ramadhan di Cikarang, kota perantauan saya setelah lulus kuliah. Sama seperti tahun pertama, sepi. Sebelumnya, setiap bulan puasa pasti ramai dengan hiruk pikuk keluarga besar di rumah mbah, Lamongan. Dan sangat berbeda sekali dengan kesendirian yang melanda di kota rantau.

Rasanya, menu buka puasa tidak seistimewa dengan masakan di rumah. Saya tidak bisa ongkang-ongkang kaki menjelang maghrib, karena semua makanan nikmat sudah tersaji dari tangan ajaib nenek saya. Sekarang pilihannya cuma ada dua, masak sendiri atau buka puasa di kantor. Kalo sedang ingin makanan yang 4 sehat ya buka puasa di kantor, bisa dapet ta'jil yang lumayan. Tapi ya itu, pulangnya harus ngebut biar bisa ngejar waktu tarawih. Tapi, kalo sedang malas ya buka puasa di rumah (baca: kosan) dengan menu sederhana masakan saya. Sejauh ini, masakan paling heboh yang pernah saya buat menjelang buka puasa adalah cumi paprika asam manis. Tapi ya itu, sepi. Makan sendiri di dalam kamar atau di depan tivi. Gak ada yang namanya lehesan rame-rame di ruang tamu kayak pas di rumah.

Setiap sahur, sekarang saya harus bisa bangun sendiri dengan memasang dua alarm pada ponsel dan harus diulang berkali-kali. Beda kalo dirumah, pasti ada tangan kasar yang mencubit lengan saya dengan halus untuk membangunkan makan sahur. Sekarang tidak ada. Makanannya pun harus masak sendiri. Paling kalo pas buka masaknya agak banyak ya dipanasi lagi buat makan sahur. Senjata andalan saya buat makan sahur cuma satu, abon. Meni karunya pisan, euy. Makan sahurnya pun sambil setengah merem, sendirian juga. Hidup di kota orang ya begini, kadang satu sama lain pun tidak saling memperdulikan walaupun satu atap.

Blogku Menghilang

Selasa lalu, saya sempat panik karena tiba-tiba saja blog saya menghilang. Jadi ceritanya, saya sedang membalas komen yang masuk pada beberapa postingan, dan secara tiba-tiba setelah loading selesai, blog saya tidak bisa ditemukan. Kira-kira seperti ini kalimat yang muncul setelah loading selesai:
Blog has been removed
Sorry, the blog at aiyuchee.blogspot.com has been removed. This address is not available for new blogs.

Did you expect to see your blog here? See: 'I can't find my blog on the Web, where is it?'
Lalu saya membaca keterangan dari link yang tercantum pada message yang tampil. Kemudian saya refresh browser saya, dan blog saya tetap tidak bisa ditemukan. Kalimat ini: Blog has been removed, membuat saya sedikit berpikir negatif. Apa iya ada orang iseng buat otak atik blog saya :(

Kemudian saya masuk pada halam gmail, dan ternyata secara otomatis gmail pun sign out. Lalu saya mencoba login kembali, dan si mbak google meminta untuk melakukan verifikasi dengan mencantumkan nomer ponsel. Hal semacam ini, verfikasi via nomer telepon, sudah sering diminta oleh google saat saya akan login namun saya selalu mengabaikannya. Dan akhirnya saya pun memberikan nomer ponsel saya sebagai verifikasi. Tak lama kemudian mbak google pun mengirimkan beberapa digit nomer verifikasi.

[Review] Celengan Putih Merah

Penulis: Talhah Lukman Ahmad
Penyunting: Fatimah Azzahrah
Penerbit: Media Pressindo
Ukuran: 11,5 x 18,5 cm
Tebal: 152 halaman
ISBN: 978-979-911-218-7
Harga: Rp 22.500,- *)
Kadang gue berpikir kenapa sih celengan itu selalu identik dengan uang? Apakah sesuatu yang berharga itu harus selalu uang? Sampai-sampai di bank pun, pihak bank rela bikin safety box yang terbuat dari besi dan baja plus dikasih kunci kombinasi yang ribet banget.

Kembali timbul pertanyaan dalam diri gue: apakah yang harus dijaga atau disimpan ekstra ketat harus selalu berupa uang atau sesuatu yang berbentuk real (baca: nyata)?

Okelah, memang uang atau barang berharga lainnya perlu disimpan secara hati-hati supaya nggak dicolong maling tak bertanggung jawab. Tapi menurut gue masih ada hal lain yang bukan benda nyata, yang harus disimpan ekstra hati-hati.

Apakah itu? Jawabannya adalah KENANGAN.
Kecuali kalau kenangan buruk lo lebih banyak daripada kenangan indahya. Itu mah #nasib. Kalau gue sih jelas punya kenangan indah, terutama pas pakai seragam putih merah. Mulai dari demen boker di celana, mainan cingbenteng, sampai… ehm, cinta monyet pertama!

Video Clip Project Walk With simPATI, Ikutan Yukk…


Ada kabar gembira untuk pengguna setia simPATI, kabar gembira buat saya juga sih, hehe. Sudah pada tau iklan simPATI terbarukan? Kali ini simPATI membuat sebuah project kolaborasi pada single terbaru Agnes Monica yang berjudul “Walk”. Sudah pada tau apa project terbarunya? Kalo gak tau berarti gak punya tivi di rumah :p

[FlashFiction] Puber Kedua

“Bapak gak mau tinggal di panti jompo, Nduk. Bapak ya gak mau bikin susah kalian terus.”

Ndak apa-apa tho, Pak. Ikut saya saja, biar ada yang ngurusi Bapak.” Jawabku menolak keputusannya.

“Lha iyo, Nduk. Kan ya sama saja, tho?”

Aku dan suamiku masih tak percaya dengan keputusan gila yang baru saja dikatakan oleh Bapak.

“Bapak kesepian, Nduk. Kalau tidur gak ada yang ngeloni.”

Selamat Berpuasa

Nyuri waktu sedikit saja buat posting pas lagi kerja boleh kan, ya? hehe.

Ada beberapa teman yang meminta bantuan untuk membuat design template untuk blog mereka, dengan senang hati saya pun menerima tawaran tersebut secara cuma-cuma. Saya bukan yang ahli di bidang web design, makanya saya tak meminta bayaran apapun atau mengajukan syarat tertentu untuk pembuatan template blog tersebut. Yang penting saya bisa menyalurkan hobi corat coret di potoshop dan bisa membuat orang lain senang.

Ada dua blog yang sudah memasang template yang telah saya buat secara tidak profesional, hehe. Saya membuat sesuai permintaan dari guest, sih. Yang pertama adalah blognya mbak Uha, rekan kantor saya, yang menginginkan template blog polosan dengan header ada kesan warna ijo. Sedangkan yang kedua adalah blognya Rani, yang memang saya tawarkan karena tampilan blog dia sebelumnya cukup mengganggu mata. Rani meminta saya untuk membuat tampilan blog bernuansa biru dan terkesan dewasa. Silahkkan dicek pada masing-masing link yang saya sertakan pada header blog masing-masing.

http://sriuswatun.blogspot.com/

Guru, Pahlawan Banyak Jasa

Ruang kelas 5 bersebelahan dengan kantor guru, kantor kepala sekolah, dan UKS yang tercampur jadi satu. Kelas hanya dipisahkan dengan sekat lemari. Kelas mendapatkan punggung lemari, sedangkan kantor guru (dan kantor kepala sekolah plus UKS) mendapatkan bagian depan lemari yang kami jadikan perpustakkan kecil di sekolah. Saya akan sedikit bercerita tentang sekolah yang sangat kami banggakan. Sekolah yang penuh dengan kenangan yang tak akan pernah saya lupakan. SDN Sugihrejo 1, terletak di pinggiran desa persis di sebelah lapangan luas yang biasa dijadikan lapangan upacara. Hanya ada 2 gedung utama dan jika dilihat dari udara akan berbentuk seperti huruf L. 1 gedung yang cukup panjang digunakan sebagai ruang kelas dari kelas 1 hingga kelas 5 serta digunakan untuk kantor guru seperti yang saya sebutkan tadi. Gedung ini tidak besar sehingga antar kelas hanya dipisahkan sekat dari triplek. Gedung kedua lebih kecil digunakan khusus untuk kelas 6.

Sekolah kami memiliki keterbatasan perangkat sekolah. Yang masih teringat dengan jelas adalah satu globe besar, satu mesin ketik yang hanya akan berbunyi jika kepala sekolah menulis surat penting. Dan kami tidak punya perangkat canggih lainnya. Tapi kami punya guru-guru yang sangat mulia hatinya, guru yang tidak pernah lelah mengajarkan kami untuk bersyukur karena kami masih bisa sekolah dengan nyaman dan tidak bising seperti di kota. Kondisi sekolah yang kecil dan sederhana seperti ini membuat kita semua menjadi akrab dengan semua elemen sekolah. Tidak pernah terlewatkan canda tawa bersama guru-guru. Sekolah yang selalu tidak pernah kalah untuk mencetak prestasi di kota Lamongan tercinta.

Dan dari kelas 5 inilah cerita saya akan dimulai. Kisah yang tidak akan pernah saya lupakan dan kisah yang tidak akan membuat saya lupa dengan guru idola saya, Bu Kas, demikian saya menyebutnya.

Saat Mata Tak Ingin Terpejam

Jangan terkecoh dengan judul postingan saya kali ini. Itu bukan judul sebuah puisi, flashfiction, atau pun cerpen. Sekedar mengungkapkan apa yang ada di hati dengan sedikit hiperbola. Saya sempat berkicau di twitter kalo saya untuk sementara waktu menghilang sejenak dari aktivitas ngeblog dan di dunia maya lainnya. Bukan karena saya bosan, tapi karena kehidupan di dunia nyata sedang sangat ingin diberikan perhatian khusus dan gak boleh selingkuh ke dunia maya, lebay ah. Sempat ada yang bertanya kepada saya, mengapa? Dan ada yang menebak kalo saya sedang menyiapkan pernikahan, hueheheh. Well, intinya lagi banyak hal yang harus saya kerjakan dengan sungguh-sungguh.

Yang pertama adalah kerjaan di kantor. Biasanya, saya bisa nyambi nulis atau pun bewe pas lagi kerja. Tapi saat ini kerjaan sedang meminta perhatian khusus. Ada yang tanya, emang kerjanya ngapain? Rahasia :p Saya tidak akan menjawab pertanyaan itu di dunia maya. Jadi kalo ingin tau silahkan bertanya kepada saya secara langsung. Lalu ada juga yang bilang seperti ini, kan bisa pas istirahat siang atau pas di rumah ngeblognya. Sejujurnya, saya juga ingin ngeblog atau sekedar bewe atau berkicau di twitter, tapi saya lebih memilih memejamkan mata di siang hari pas jam istirahat, kalo di rumah bawaannya udah pengen meluk kasur aja. Karena, bisa jadi jam 9 malam saya baru menanggalkan seragam kerja saya. Ah, tapi saya semacam menikmati tantangan baru yang saya terima. Seperti halnya mendapat tugas baru dalam bekerja. Karena dengan jam terbang yang masih minim, tantangan tersebut memberi kesempatan pada diri saya sendiri untuk mengeruk banyak ilmu tersembunyi dari tantangan tersebut.

Yang kedua, insyaallah weekend ini akan ada kunjungan singkat dari Ndoro kakung yang sekarang sedang dinas di Bandung. Jadi ya sedikit banyak melakukan persiapan seperti biasanya. Ah, namanya juga LDR yang kapan ketemu juga gak pasti. Dan, Alhamdulillah ada kesempatan ketemu saat si mas sedang dinas.

Mimpi Adalah Kunci

dokumen pribadi: wallpaper monitor dari 삼성 

Mimpi. Setiap orang berhak kan untuk bermimpi? Jangan takut untuk tak mampu, padahal kita hanya bermimpi. Mimpi itu indah kok, ibarat pepatah, mimpi itu bunga. Dan bunga itu harus kita semai agar semakin indah dan subur. Begitu pula mimpi, jika hanya dibiarkan bergelantungan di dahi ya gak bakal terwujud. Harus ada ekstra aksi untuk mewujudkan mimpi menjadi nyata. Kalau kata novel 2, segala sesuatu itu diciptakan dua kali, di alam mimpi kita dan didunia nyata.

Saat menulis postingan ini saya sedikit mengulik masa lalu, tepatnya masa kecil yang saya lewati di desa. Mimpi yang saya ciptakan saat saya berseragam putih merah di gedung sekolah negeri yang terbilang sangat kecil tapi dipenuhi dengan prestasi manusia-manusia kecil yang tak mau diam.

"Saya mau jadi insinyur, soalnya insinyur itu pintar dan bisa keliling dunia."

Pada saat saya mengucapkan kata insinyur, sejatinya saya pun tak tahu apa arti sebenarnya. Pekerjaan seperti apa yang dilakukan oleh insinyur. Yang saya tahu bahwa seorang insinyur itu pintar dan bisa menciptakan sesuatu. Itu pemikiran saya saya di kelas 4 SD. Saya sendiri tidak begitu ingat, cita-cita apa saja yang pernah saya ucapkan sewaktu kecil. Tapi yang pasti, saya tak pernah mengucapkan kata dokter. Ah, hanya karena saat itu saya takut dengan jarum suntik hahaha.

Waktu terus berjalan hingga pemikiran saya bisa menjadi sedikit lebih dewasa, namun mengenai cita-cita saya tetap ingin jadi insinyur. Nah, pertanyaan demi pertanyaan kembali muncul. Mau jadi insiyur apa? dan jawaban saya adalah, pokoknya saya mau jadi orang yang pintar! Dari kalimat itu akhirnya membawa banyak perubahan dalam diri saya. Saya berani untuk menembus batas yang katanya orang tidak akan bisa diraih.

Blogwalking

Pagi tadi ada seorang teman yang bertanya kepada saya, saat saya membuka begitu banyak blog dalam browser. Kenapa saya harus membuka begitu banyak blog dalam satu waktu, apa ya dibaca semua? Tanya-nya. Dan saya menjawab bahwa itu adalah blogwalking atau kita mengunjungi blog lain. Dan dalam postingan ini saya akan sedikit membeberkan kebiasaan blogwalking saya yang sebenarnya biasa-biasa aja sih, hehe.

Blogwalking biasanya saya lakukan di pagi hari. Dan tujuan blogwalking saya yang pertama adalah semua blogger yang telah berkunjung ke blog saya dan meninggalkan jejak atau komentar pada postingan. Pada saat itu, memang saya tidak akan langsung membalas komen yang ditinggalkan pada postingan saya karena terlebih dulu saya akan melakukan kunjungan balik pada blogger-blogger tesebut. Bagi saya, kunjungan balik terhadap blogger yang telah mengunjungi blog kita merupakan satu etika dalam ngeblog. Ah, intinya saya gak mau dicap sombong karena tidak mau melakukan kunjungan balik, hehe.

Tujuan blogwalking selanjutnya adalah update postingan pada blog-blog yang saya ikuti. Kan, pasti muncul pada halaman blogger, jadi semakin mudah bagi saya untuk mengakses blog yang ter-update. Biasanya juga lapak-lapak giveaway itu suka saya kunjungi, hehehe.

Nah, kenapa sih harus blogwalking? Selain tidak mau dicap sombong, sebenarnya banyak sekali keuntungan yang bisa diambil dari kegiatan saling berkunjung ini. Menurut saya, diantaranya:
  1. Ajang silaturahmi dan menambah teman. Walaupun hanya sebatas dunia maya, tapi silaturahmi dan teman virtual juga mempengaruhi banyak hal dalam hidup saya. Teman virtual yang mampu memberikan motivasi yang sangat luar biasa. Saya pernah menulis tentang betapa nikmatnya mempunyai teman virtual dalam postingan yang berjudul: Suka Duka Ngeblog.
  2. Meningkatkan trafik blog. Secara tidak langsung, dengan blogwalking, blog kita pun akan dikunjungi balik oleh blogger lain. Kunjungan-kunjungan tersebut akan berpengaruh pada trafik blog, bukan?
  3. Mendapat informasi. Nah, ini termasuk manfaat yang tak boleh terlewatkan. Akan banyak sekali informasi yang kita dapat dari kegiatan blogwalking, termasuk info giveaway aatu kontes, hehe.

Mempertahankan Hubungan Jarak Jauh

Mempunyai hubungan yang harmonis dan selalu guyup rukun di waktu yang bersamaan, selalu tertawa bersama, melewati waktu bersama adalah hal yang sangat diinginkan oleh setiap manusia. Entah itu dengan keluarga, teman, maupun pasangan. Saya rasa, tidak ada orang yang menginginkan hubungan jarak jauh dengan orang-orang terkasih. Seperti halnya saya. Sedari kecil sudah hidup terpisah dengan orang tua hingga sekarang. Temasuk dengan pasangan saya, yang sekarang sedang menjalani hubungan jarak jauh.

Saya mau? Tentu tidak. Tapi karena suatu keharusan maka saya harus mampu menjalaninya. Hal ini terjadi karena si mas (kekasih hati) mendapat tempat kerja di Borneo sana. Saya sering bercerita tentang suka duka hubungan jarak jauh, nano-nano rasanya. Karena dengan adanya ribuan kilometer yang memisahkan hati kami maka banyak sekali perasaan yang diluapkan. Bahagia? Pasti. Karena saya bahagia bisa mendapatkan seorang lelaki yang sangat pengertian dan sabar terhadap tingkah manja saya. Galau? Tentu. Bentangan samudra yang memisahkan cinta kami menimbulkan banyak sekali konsekuensi. Yang paling terasa adalah intensitas pertemuan kami. Semasa kuliah, setiap hari saya bertemu dengan si mas, sedangkan sekarang paling tidak saya harus menunggu 3 bulan terlebih dahulu.

Dan yang paling menyakitkan adalah disaat saya atau si mas mengalami titik jenuh. Penyebabnya banyak, begitu pula akibatnya. Disini saya akan sedikit membuka rahasia saya dan si mas dalam menjaga hubungan jarak jauh. Menjaga cinta agar tetap tumbuh subur meski terpisah oleh jutaan partikel ciptaan Tuhan.

1. Komitmen
Sebuah janji tanpa hitam diatas putih dan tanpa materai harus ada. Setidaknya akan memberikan gambaran yang jelas mau dibawa kemana hubungan yang terlanjur terpisah oleh jarak ini. Well, hal ini yang kami lakukan. Salah satu keuntungan dengan adanya komitmen ini adalah, membuat saya sebagi perempuan menjadi lebih tenang dalam menjalani hubungan jarak jauh. Merencenakan masa depan dengan matang untuk menuju ke tahap yang lebih tinggi, misal, pernikahan. Dengan adanya komitmen inilah, maka harus ada salah satu pihak yang mengalah agar bisa berada dalam satu wilayah dengan pasangan. Disini emosi diuji, karena saya dan si mas sama-sama mempunyai pekerjaan yang sudah mapan. Ya, memang karena istri harus ngikut suami, insyaallah saya yang akan diboyong ke pulau Kalimantan. Dengan adanya komitmen seperti ini, maka kesetiaan akan mengikutinya kok, Insyaallah :)

2. Komunikasi
Satu hal yang tak boleh dibantah dalam hubungan jarak jauh adalah adanya komunikasi yang kuat. Bukan berarti harus memberikan kabar setiap saat. Karena bagi saya akan lebih menarik jika komunikasi itu berkualitas. Si mas termasuk orang dengan kerjaan yang super sibuk, hampir tiap minggu dinas ke luar kota. Dan disini, saya bersedia mengalah jika zona waktu antara saya dan si mas berbeda. Misal, saat si mas harus dinas ke Makassar sedang saya di Jawa. Maka saya harus pengertian agar si mas bisa tidur malam terlebih dahulu.

[BeraniCerita #17] Tanda Cinta

Sepi, itu yang dirasakan Roni siang itu. Mungkin hanya beberapa anak saja yang berseliweran di lorong kelas saat jam ketiga. 

"Kesempatan. Mumpung sepi."

Roni tersenyum sambil bersyukur dalam hati karena sepertinya suasana sedang berpihak padanya. Diambilnya sebuah kursi, lalu membuka sebuah jendela kelas 8-H yang sudah rusak.

Dalam sekejap kakinya sudah menapak di lantai kelas. Matanya menelisik sekitar dan menuju ke bangku nomor dua di sebelah kanan. Tas selempang merah jambu bermotif bunga tepat dalam pandangannya.

Lalu diambilnya sebuah kotak kecil dari saku kanannya. Kotak kecil yang terbungkus manis, kertas kado berwana merah jambu dan bermotif bunga. Sebuah pita merah pun menambah manisnya kado kecil ini. Sebuah tanda cinta untuk perempuan yang beberapa hari ini telah mengganggu pikirannya.

"Kamu pasti akan menyukainya, Ayu."

Setelah memasukkan kotak itu ke dalam tas merah jambu dan puas tersenyum kecil, Roni kembali meninggalkan ruang kelas dengan melewati jendela. Ada perasaan lega terpancar dari senyum sunggingnya.

Keesokan harinya.

Seorang gadis muda berkacamata tebal dengan rambut kepang dua mondar mandir melewati kelas Roni, 8-F. Wajahnya meringis memperlihatkan giginya yang berpagar besi. Sesekali terlihat langkah kakinya yang cepat.

"Bu! Saya ijin ke toilet." Teriak Roni.

Seakan tak mau ketinggalan langkah cepat gadis itu, Roni pun menambah kecepatan langkahnya. Dengan setengah berlari akhirnya Roni tepat di belakang punggung gadis itu.

"Ayu!!"

Gadis itu menoleh ke arah Roni dan tetap memperlihatkan wajahnya yang meringis.

"I...iya, Ron. Ada apa? Sebentar ya, udah kebelet."

"Yes."

Hatinya berlonjak gembira dapat melihat Ayu, gadis yang diincarnya. Dengan santai Roni kembali ke dalam kelasnya dan menyunggingkan seutas senyum kemenangan. Rasa puas yang berlipat karena Ayu telah menerima tanda cinta darinya, meski Ayu tak tahu bahwa Roni pengirimnya.

"Salah sendiri mengalahkan nilai ujianku semester lalu. Rasakan tuh mencret-mencret!" Begitu hati Roni berbicara pada dirinya sendiri.

******
290 kata

[Prompt #17] Pak Guru Juga Manusia

Ada yang mengganjal perasaanku hari ini setelah kejadian semalam. Sedari di kelas tadi, aku tak kuasa untuk terus memperhatikannya. Wajahnya memang cantik.

Dengan seragam SMP yang dia kenakan, wajah polosnya terlihat dengan jelas. Tapi dari balik seragamnya itu, dadanya terlihat penuh dan berisi. Sama halnya dengan foto yang membuatku terperangah semalaman. Kaos merah ketat dengan potongan leher yang lebar membuat jantungku tak karuan. Muridku yang satu ini memang cantik, mungkin juga tercantik.

Rasa penasaranku kembali membara. Posisiku duduk di atas kasur lebar ini sudah cukup membuatku nyaman untuk memandangai kecantikan muridku yang satu ini. Otakku semakin segar setelah melihat foto-fotonya yang lain. Gayanya macam-macam, tapi yang membuat aku semakin gusar adalah celana pendek dan kaos kuning tanpa bahu yang dia gunakan saat berfoto di Bali. Segar sekali.

Pikiranku semakin tak karuan. Apa yang telah aku lakukan pada muridku ini. Antara nikmat melihat gadis muda yang sangat cantik dan peranku sebagai seorang pendidik. Ah, malam ini saja, bathinku. Mumpung istriku sedang pengajian, jadi tak ada salahnya aku menyegarkan mata sejenak.

Aku melanjutkan menikmati foto-foto gadis muda cantik, sesekali terlihat fotonya bersama teman sekelasnya yang juga tak kalah cantik. Tapi dia tetap yang tercantik bagiku, tubuhnya juga bagus.

Tak lama kudengar pintu rumah terbuka, mungkin istriku yang baru pulang pengajian. Ya, pengajian. Astaghfirullah. Salah kaprah.

Segera aku mengambil ponsel dan mencari nama Alya di kontakku.

Alya, kalo upload foto di facebook yang sopan ya. Pak Anwar.

Lalu aku menutup akun facebook yang bernama Alya Imoetz dan mematikan laptopku.

******
246 kata