[BeraniCerita #2] Lipstik Merah

[BeraniCerita #2] Lipstik Merah
credit
Setiap malam aku selalu memberikan senyum termanisku untuk para pria kesepian itu. Kadang aku juga memberikan senyum genit agar mereka tertarik padaku dan aku akan memilih pria yang mampu membayarku dengan harga tinggi. Lihatlah, mereka sangat menginginkan aku. Mata yang selalu terisi dengan nafsu yang membara. Aku tidak perlu berdandan mewah untuk membuat mereka terpikat padaku, aku lebih senang memakai kaos ketat tanpa lengan dan rok dengan ukuran semini mungkin. Aku membiarkan rambut sebahuku tergerai tak melawan angin malam ini. Aku hanya memulas bibirku dengan lipstik merah menyala. Menurut mereka aku terlihat lebih seksi dengan warna bibir itu. Ya, lipstik merah adalah senjata utamaku.

Malam ini aku memilih pria yang umurnya hampir setengah abad, dia yang berani membayar mahal untuk tubuhku malam ini. Pria dengan setelan jas hitam dan sepatu hitam mengkilat yang ternyata seorang pejabat yang singgah ke tempat mesum ini.
“Panggil saya Om Broto.” Pria itu menjabat tangan lalu mencium pipi kiriku. Saatnya aku bekerja dan memberikan kepuasan pada pria tua ini.
Sedan mewah telah menunggu aku dan pelangganku di depan bar tempatku dipesan. Dia berkata akan membawaku ke hotel berbintang. Sepanjang penjalanan pejabat tua itu tak melepaskan tangannya dari pinggangku seakan tak ingin aku lepas dari cengkramannya.

Pria tua ini memesanku hingga esok pagi,
itu artinya sepanjang malam aku harus melayani nafsu bejat pejabat kota ini. “Kemarilah sayang, kau milikku malam ini.” Aku hanya tersenyum simpul lalu mengecup bibirnya dengan bibir merahku. Dan kutinggalkan pula satu kecupan di kemeja putih tepat di dadanya. Kadang aku berpikir apa jadinya jika istri-istri pelangganku tahu bekas lipstik merahku yang menempel di kemeja suaminya. “Ah, masa bodoh. Paling kemeja itu langsung dibuang oleh pria-pria bejat ini.” Itulah yang selalu aku katakan pada diriku sendiri untuk mengusir kegalauanku.

Benar saja, aku tidak salah memilih pelanggan malam itu. Aku mendapat satu amplop tebal dari pejabat tua itu. 5 juta rupiah dan sebuah kalung emas yang mewah. Mereka menyebutku sebagai pelacur. Aku hanya diam. Mereka bilang aku wanita simpanan, terserahlah. Apa urusan mereka dengan jabatanku di dunia ini. Yang mereka cari hanyalah kepuasan nafsu dariku.

Pagi itu aku membawa uang itu pulang ke rumah dengan senyum merekah. Pulasan lipstik merahku telah hilang dari bibirku sejak aku keluar dari hotel berbintang itu. Aku mampir sebentar ke pasar untuk membeli kue bolu yang selalu dinantikan bidadari kecilku. “Mama…” Itulah sapaan hangat dari bidadari kecil yang telah menemaniku selama ini. Bidadari kecil yang membuatku tetap bertahan hidup.
“Mama… Icha sayang mama.” Bidadari kecilku mengecup pipiku dan aku mendekapnya dengan hangat. Suamiku? Mungkin dia telah mati dimakan harimau di hutan sana. Semoga.


Note: 424 words
***
"Flash Fiction ini disertakan dalam Giveaway BeraniCerita.com yang diselenggarakan oleh Mayya dan Miss Rochma."

14 comments:

  1. woow.. ini bagus!
    sering menang giveaway ya? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mbak Riesna..
      Wah ini baru pertama kali saya ikut giveaway. wish me luck yaa ^^

      Delete
  2. wiw~
    doain suaminya mati... pemilik lipstik merah...
    sukses buat GAnya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe imajinasi mbak suaminya diterkam harimau.
      Makasih mbak. sukses juga buat mbak jiah^^

      Delete
  3. wiw~
    doain suaminya mati... pemilik lipstik merah...
    sukses buat GAnya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Komennya dobel saking semangatnya..^^
      Makasih kunjungannya ke blog saya mbak :D

      Delete
  4. jadi suaminya belom mati? apa suaminya juga termasuk hidung belang? wkkwkwkwk
    nice idea, mba :)
    punyaku juga ambil yg lipstik merah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. suaminya menghilang mbak entah kemana, hehe
      makasih sudah mampir ^^
      lisptik merahnya mbak Isti juga bagus, lucu :)

      Delete
  5. terima kasih dah ikutan GA beranicerita.com :)
    jangan lupa ikutan ajang bikin FF maret ntar yah :)

    ReplyDelete
  6. @Miss Rochma.. sama-sama mbak.. wahhh ditunggu FF bulan maretnya ^^

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^.^