[BeraniCerita #3] Tak Diinginkan

Aku diam sejenak, kupasang telingaku benar-benar. Memastikan tidak ada orang di bilik sebelah kamar pas tempatku kini. Aku memilih kamar pas di ujung yang memang lebih sepi dibanding lainnya. Kamar pas ini tertutup, pas sekali untuk melancarkan aksiku. Dengan membawa dua potong celana panjang yang aku ambil seenaknya dari barisan yang terpampang sudah tak rapi. Aku tak tahu ukurannya.

Aku melepas sepatu pemberian lelaki sialan itu. Aku menarik nafas panjang. Aku mulai melompat perlahan-lahan. Aku hanya melompat pelan untuk beberapa saat, karena aku takut ada orang yang mendengarkan suara hentakan kakiku. Kulihat tubuhku meloncat-loncat di depan satu-satunya cermin besar di hadapanku. Ah, air mataku jatuh tak kuinginkan. Aku lunglai, aku menangis tergugu. Perbuatan ini salah, dia tak berdosa. Seharusnya aku bisa menanti kehadirannya. Namun bayangan lelaki bangsat itu kembali muncul  di hadapanku. Bayangan semua perbuatan bejatnya padaku. Semua kejadian itu kembali muncul bagai layar lebar di cermin itu. Bayangan saat kekasih yang sangat aku cintai menggerayangi tubuhku, saat lelaki itu mengobarkan rayuan dan janji manisnya.

“Aku mencintaimu Yang, aku akan bertanggung jawab dengan apapun yang terjadi padamu.” Betapa bodohnya aku.

Tapi, aku tidak akan membiarkan dia terus hidup dalam diriku. Aku bangkit dan kembali melompat. Lompatanku semakin cepat dan brutal. Pantulan air mataku dalam cermin itu tak aku hiraukan lagi. Bayangan lelaki bangsat yang sedang menyetubuhi diriku membuatku ingin segera membuang dia dalam tubuhku. Aku semakin mepercepat lompatanku. Kedua tanganku tak mau tinggal diam, mereka mengambil bagian untuk memukul perutku yang belum buncit. Kedua tanganku memukul perutku dengan sangat keras, aku merintih kesakitan. Tak aku hiraukan.

“Maafkan aku, tapi aku tidak menginginkanmu.” Gumamku pelan. Selangkanganku basah. Sesuatu keluar dari dalam diriku. Semoga dia segera pergi dari dalam tubuhku.

 ***

Aku melihat samar seorang lelaki mencongkel kamar pas tempatku beraksi. Banyak jeritan di sekitarku. Aku terkulai hampir mati dengan selangkangan penuh dengan darah. Aku tak menginginkan dia.

***

Note: 305 kata.

28 comments:

  1. wihihi.. emosi juga baca ceritanya..

    sukses yaa.. :D

    ReplyDelete
  2. Replies
    1. sudah di folbek.. terima kasiihhh.. salam kenal ya mbak ^^

      Delete
  3. Duuh... sedih bener ini ceritanya.. :(

    ReplyDelete
  4. wah......
    aku bertanya-tanya, kok lompat-lompat? ngapain? dan oh.. ternyata >.<
    keren mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih :)
      jadi berpikir, kira2 terjadi beneran gak ya?

      Delete
    2. Kemungkinan ada mbak, tetapi sekarang mereka nggak lompat2. :D
      langsung minum jamu yang aneh2.. :D

      Delete
    3. Semoga perempuan sadar bahwa itu perbuatan tidak terpuji :)

      Delete
  5. deg-degan bacanya, mba kok bisa sich dia begitu?

    ReplyDelete
  6. Hmmm kasian ada yang nggak bersalah jadi korban :(
    Sukses ya.

    ReplyDelete
  7. Replies
    1. ndak ada dukun mbak, galaunya pas lagi di emol, hihi

      Delete
  8. weleeh saya terdampar di blog ini, sayang kalo ga ninggalin jejak :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal mas, terimakasih kunjungannya, sekalian follow juga boleh, hihi

      Delete
  9. jangan percaya kata-kata lekaki, yang bisa dipercaya adalah iman'a :)

    ReplyDelete
  10. ngetwist banget! pasti ada berita mutilasi lagi dah... ^_^

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^.^