LDR? Why Not

Saya masih memilih untuk bertahan dengan kondisi seperti ini. Kondisi yang sebenarnya gak saya sukai. Kondisi yang akhirnya masih bisa membuat saya bertahan satu tahun lebih hingga sekarang. Long Distance Relationship. Ya, itulah hal yang gak pernah saya harapkan dalam hidup saya. Namun, Allah berkehendak lain. Sedangkan si mas berkata bahwa kami pasti bisa melalui kondisi seperti ini sehingga Allah memberikannya pada kami. Banyak sekali hal yang terjadi selama kami LDR, entah itu sering berantem, marahan, ketemuan, telepon hingga larut malam. Ditambah lagi dengan bullying yang saya dapatkan dari beberapa teman kantor yang kadang membuat saya sangat kesal. Tapi lebih baik memang diam, tidak pantas rasanya jika saya harus marah. Hanya saja ketika saya memang benar-benar terganggu dengan bully-bully itu, saya akan berkata dalam hati 'karma itu ada' dan tetap beroda agar mereka gak merasakan apa yang saya rasakan.

Sebelumnya saya memang sangat takut dengan LDR, karena pada hubungan terdahulu kami pisah juga karena LDR walaupun masih dalam satu provinsi. Hal yang paling menyebalkan adalah saat saya tau si mantan pacar menduakan saya. Karena itulah saya benar-benar antipati sama LDR. Hingga akhirnya saya pacaran dengan si mas yang notabene satu kampus dengan saya. Legaaa. Tapi itu tidak berlangsung lama, sejak si mas memutuskan untuk bekerja di salah satu perusahaan negara itulah awal kisah LDR kami dimulai. Galau itupun dimulai selama beberapa bulan. Nangis hampir tiap malam. Campur aduk rasanya. Tapi sekarang enggak dong, paling pas lagi kangen aja galaunya keluar. Coba deh lihat di sekeliling, lebih banyak kan manusia yang galau bukan karena LDR? Ada juga tuh yang galau cintanya gak diterima sampai nekat bunuh diri. Jadi gak perlu itu yang namanya galau karena LDR. Masih banyak hal positif yang bisa dilakukan seperti jalan dengan teman, baca buku, nulis, travelling, belajar masak. Itu jadi nilai positif buat saya untuk mengembangkan diri tanpa harus terganggu dengan keberadaan si mas. So, galau is dead!

"Cewek Kalimantan cantik-cantik loh Yuk, entar Masmu selingkuh loh..." Sering banget saya mendengar kalimat seperti itu dari orang lain. Memang pada hubungan terdahulu si mantan pacar selingkuh dan laki-laki seperti itu wajib dikasih cap kurang ajar. Selingkuh adalah kebiasaan, pacaran yang cuma berjarak 5 meter dari rumah juga gak menjamin untuk tidak selingkuh. Suami istri yang sudah berumah tangga lama sekalipun juga gak menjamin salah satu diantara mereka gak selingkuh. Hal yang perlu dilakukan adalah saling percaya dan buat pasanganmu percaya. Itu yang kami lakukan selama ini, kepercayaan yang telah diberikan mas kepada saya, saya jaga baik-baik. Begitu pula sebaliknya. Jangan menaruh curiga yang berlebihan kepada pasangan, karena kecurigaan yang berlebihan akan memusnahkan hubungan. Curigalah sewajarnya karena itu bentuk perhatian dan kecemburuan terhadap kekasih. Belajarlah untuk setia kepada pasanganmu, karena hal itu akan memberikan dampak positif yang sangat luar biasa untuk hubunganmu di masa depan. Trust me.

LDR gak bisa ketemuan. Siapa bilang? Sudah beberapa kali saya ketemuan dengan si mas. Pertama si mas berkunjung ke Cikarang, lalu saya yang berkunjung ke Kalimantan 2 kali, dan juga bisa bertemu pas lebaran di Surabaya. Hal seperti ini harus ada persetujuan dua pihak antara saya dan si mas, dan jangan pernah paksakan kehendak jika salah satu memang tidak bisa untuk bertemu. Pacaran gak harus bertemu tiap hari kan? Malah dengan adanya ketemuan setelah lama berpisah bisa menambah rasa rindu dan cinta menjadi lebih dalam. Jadi menurut saya ketemuan dalam LDR itu wajib, untuk seberapa sering itu harus didiskusikan bersama. Dan terpenting lagi itu saling jaga komunikasi, bukan berarti selalu kasih kabar di manapun kamu berada loh ya. Paling gak biasakan ada perbincangan malam walaupun itu hanya 5 menit. Kabarkan berita-berita penting kepada dia dan jadikan dia orang pertama tau kabar tentang kamu, jangan sampai dia tau kabar tentang kamu dari orang lain. Ada satu hal lagi yang biasa kami lakukan yaitu hal yang sangat klasik seperti menyuruh untuk makan dan mengucapkan selamat malam. Hal yang sepele memang, tapi di suatu kondisi hal seperti itu bisa menambah keharmonisan dalam hubungan.

Berkomitmen dan mulai menata masa depan. Mau dibawa kemanakah hubungan ini? Buat rencana-rencana masa depan bersama pasangan. Seperti kapankah kita akan menikah? Sudah siapkah kita menikah?

Jadi buat yang mau atau sedang LDR gak perlu takut. Kalau diantara keduanya ada komitmen yang kuat tidak akan terjadi apa-apa kok. Saya bertahan untuk menunggunya karena saya benar-benar mencintainya, dan saya juga merasakan cinta yang sama dari si mas. Masih suka nangis? Masih kok. Kalau saya sedang rindu dan benar-benar ingin bertemu tak jarang saya menangis. Saya menangis karena rindu. Dan biasanya si mas akan video call, jadi saya masih bisa mehilat wajahnya secara real time. Percayalah bahwa jalan cinta yang saya atau kalian lalui akan semakin menguatkan kisah cinta kalian. Banyak contoh LDR yang gagal tapi juga gak sedikit contoh LDR yang berhasil. Jarak tidak akan pernah memisahkan hati yang saling membutuhkan.

22 comments:

  1. haha.. saya LDR, tapi tidak bangga dg LDR. Justru tidak berharap LDR lagi nantinya.. sungguh LDR itu menyakitkan, meskipun diantara banyak orang berpendapat kebalikan

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya juga tidak berharap LDR mas. tapi keadaan yang ada skrng seperti ini jadi harus dijalani dengan baik setidaknya sampai saya bisa menyusul ke pulau seberang. Ada hal yang menyakitkan memang tapi masih banyak hal positif yang bisa diambil. Tapi memang lebih indah bisa hidup bersama dan berdampingan setelah menikah.. cheers up :)

      Delete
  2. saya juga dari kalimantan mbak.. :D kalimantan barat.

    ReplyDelete
  3. aku suka LDR karna mengajarkanku banyak hal tapi walaupun aku suka, semoga LDR ku cuma sampai tahun depan saja ^^ *ngumpulin ongkos nikah*

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin.. semangat mbak Leni.. saya juga gak mau lama-lama LDRannya..
      hayuukk nabuunggg... ^^

      Delete
  4. semangat mbak! Nasib saya juga hampir sama dengan LDR, saya jomblo, haha XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wihihihi... gak sama dong mas..
      udah aja ketok pintu lamar anak orang :p

      Delete
  5. Mantapkan dlm hati sob, yakinlah kalo jodoh itu takkan kmn, meskipun terpisah ribuan KM jauhnya, byk2 berdoa aja...
    dulu dlm pengalamanku menjalin hubungan, mlh sempat ngalamin yg namanya putus nyambung berkali2, tp mungkin karena jodoh, akhirnya ya bersatu jg.
    ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mas.. insyaallah sll mantapkan hati.. :)
      *brbmintadilamar*

      Delete
  6. Terus terus dan terus berdoa dan berusaha menjadi yang terbaik. Jangan patah semangat dong..

    ReplyDelete
  7. LDR kalo libur semesteran aja. hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. heheheeh.. pacarnya mesti satu sekolah ini :p

      Delete
  8. Dikantor yang suka membully tentang LDR juga dulunya LDR koq ;).
    Dan ada yang LDR sampe 8 tahun malahan, trus nikah dan LDR juga sih.
    Intinya kl jodoh gak akan kemana koq :D.

    ReplyDelete
    Replies
    1. waahh 8 taun?? seriusan mbak? siapa? *jadikepo*
      aku gak mau LDR lagi,,hihihihi

      Delete
  9. Feeling bullied?
    wow.. ;)

    *numpang lewat*

    ReplyDelete
  10. Replies
    1. aamiin ya Allah.... makasihh baaaaang :p

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^.^