[BeraniCerita #08] Lipstik Merah Jambu

credit
Setengah jam aku duduk di kursi paling ujung café malam yang selalu aku singgahi ini. Secangkir moccacino dan sebungkus rokok Surya menemaniku dengan setia. Asap mengepul dari bibirku yang kata orang sangat sensual dan menggoda jika kusapukan lipstik merah jambu menyala.

Beep Beep.

Kulihat lampu led Blackberry baruku berkedip. Pasti BBM dari mama lagi, bathinku. Kubiarkan lampu led BB-ku terus berkedip-kedip seraya ingin sekali segera dijamah. Kuraih cangkir moccacino yang sedari tadi bertengger manis di meja. Kuhirup aroma khas yang menyeruak hidung.

Lama aku menikmati bibir porselen mengecup bibirku. Ah, lipstik merah jambuku menempel pada bibir cangkir itu. Seperti biasanya.

Blackberryku kembali berkedip panjang. Panggilan masuk.

“KAMU DIMANA? Ada pelanggan yang menginginkanmu. Layani dia!”

Aku tak bergeming sedikitpun mendengar mama menghujaniku dengan kutukan. Aku memandang bekas lipstik merah jambu yang menempel pada cangkir moccacino yang telah menyetubuhi bibirku. Aku membelainya. Tak seharusnya aku menggunakan lipstik merah jambu menyala itu.

“Hentikan! Aku tak ingin melakukannya lagi!”

Klik.

Kuambil tissue basah di dalam tas wanita mahal yang selalu aku tenteng setiap malam. Kubersihkan bekas lipstikku pada cangkir itu serta pada bibirku. Aku melepas wig blonde panjang di kepalaku dan ingin segera membuka semua pakaian mini ini dari tubuhku.

Aku mau hidup sesuai kodratku dan bisa bebas berbicara dengan suara baritonku.

***************
208 kata

16 comments:

  1. wah, menarik ya mbak, rasanya diceritakan dengan sisi yang berbeda,,,, dapt feelnya... mantab

    ReplyDelete
  2. eh? suara baritom? cowok donk..
    waw ^_^
    keren mbak

    ReplyDelete
  3. Tema favorit deh, dong! Hehehe,

    ReplyDelete
  4. cowok donggg...

    Jwbn di blog :
    bkn acara apa2s sih mbak, bukan GA juga :D

    ReplyDelete
  5. waaaa, jadi dia laki-laki yaa..

    ReplyDelete
  6. Good job ayu!
    Keep writing!
    Saran sedikit ya, coba hilangkan clue bahwa sebenarnya si pelaku lelaki.
    Seperti ini : tas wanita mahal. Disini ayu terlalu menekankan bahwa itu tas wanita bukan tas pria. Disebut tas mahal juga pembaca tidak sadar bahwa pelaku itu lelaki, kok :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oke Mimin, noted..
      makasihhhh Mimiinnn :)

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^.^