Optimisme

Optimisme - Baru saja melakukan obrolan yang cukup berat dengan salah seorang sahabat karib saya yaitu @iniwinwin. Obrolan tentang kehidupan yang monoton dan tidak menimbulkan gairah seperti waktu kuliah dulu yang selalu dipenuhi dengan kegiatan yang sangat bermanfaat. Dia berkata "Aku bosen dengan kehidupan Jakarta yang hore ini. Aku kangen masa kuliah yang penuh dengan semangat dan kegiatan bermanfaat." Idem, jawabku. Karena saya pun merasakan hal yang sama, cuma bedanya saya tidak merasakan kehidupan yang hore, namun sebaliknya. Saya tinggal di kota ini lebih banyak mengahabiskan waktu di dalam kamar, berteman dengan buku, ponsel, leptop, dan tivi. Sangat jauh berbeda dengan saya waktu masa kuliah yang penuh dengan aktivitas. Yang hanya numpang mandi di kosan, atau bahkan hanya numpang ganti baju saja tanpa mandi. Saya memang bukan tipe orang yang suka hore-hore di mall, jadi saya lebih memilih kamar sebagai tempat favorit saya.

Lalu, Winny pun berkata "Ayo cari kegiatan yuk, yang bermanfaat, lebih-lebih kalo bisa menghasilkan uang." gayung bersambut. Hal inilah yang saya suka dari seorang teman, selalu mengajak ke hal yang positif. Akhirnya pembicaraan beralih kepada ide-ide bisnis yang bakal kita tekuni, tapi masih mampet dan belum menemukan ide yang bisa bermanfaat bagi orang lain dan diri sendiri tentunya. Hal yang saya dapatkan dari obrolan malam yang cukup panjang ini adalah optimisme.

Optimisme adalah bagaimana cara kita memandang hidup ini sebagai persembahan terbaik yang pernah dilakukan. Optimis bukan berarti harus selalu tersenyum lebar dan menampakkan wajah yang ceria, karena optimis itu terletak di dalam hati. Bukan apa yang tampak dalam raut wajah. Tidak ada sesuatu yang terjadi begitu saja bukan? Dan tentunya tidak ada sesuatu yang sia-sia pula. Semua yang terjadi dalam hidup ini punya tujuan dan maksud. Entah itu suatu kebahagiaan yang melimpah ruah atau musibah yang menimpa. Mungkin, saya atau teman-teman mengalami kejadian buruk atau kemalangan dalam hidup. Dan itulah satu keburukan yang kita pandang hanya dari satu sisi saja. Dibutuhkan keberanian yang kuat untuk melihat satu  sisi lainnya, dimana akan ada suatu pemandangan yang berbeda dari musibah yang kita dapat.

Mari kita lihat sejenak. Dibutuhkan perjalanan panjang setetes air hujan agar bisa bermuara di lautan. Setetes air tersebut harus melalui suangai yang berkelok, suatu saat tetesan tersebut bisa saja menguap kembali dan gagal menuju lautan. Ada juga tetetsan air yang berhenti di ladang dan berfungsi untuk menyuburkan tanaman. Atau tetesan air yang sekedar tergenang di dalam sumur. Adakah yang sia-sia?

Saya merasa sangat beruntung mempunyai sahabat seperti Winny yang selalu mengingatkan saya kepada kebaikan, namun juga menegur saat saya salah. Winny bukan selalu membenarkan apa kata saya, tidak selalu mengiyakan kemauan saya. Dia tidak berjalan mendahului saya pun tidak di belakang saya. Dia seorang saudara yang berjalan berdampingan dengan saya. membuat saya tersenyum, tertawa hore, menangis haru, kadang juga berantem. Tapi itulah dia yang telah berperan banyak dalam hidup saya. Yang mengajarkan saya banyak hal semasa kuliah dan di perantauan. Semoga perjalanan saya dengannya tetap terukir hingga masa yang akan datang.

Kita memang tak akan tahu bagaimana masa depan kita nantinya. Namun, optimisme akan membawa kita mejadi manusia yang lebih berguna. Asal ingat! Optimisme terletak di hati bukan di wajah.

Tulisan ini diikut sertakan dalam GA “Siapa Sahabatmu?” pada blog senyumsyukurbahagia.blogspot.com, hidup bahagia dengan Senyum dan Syukur

10 comments:

  1. iya bener mbak! dan enaknya bisa punya temen yang saling memacu sifat optimisme beginiiii...:3
    mari optimis, semangat!

    ReplyDelete
    Replies
    1. memang jarang menemukan teman yang baik. tapi kita pun harus jadi teman yg baik :)

      Delete
  2. bener mba, optimisme itu adanya dalam hati dan lalu kita aplikasikan dalam perbuatan sehingga apapun yg kita lakukan akan memberikan output positif, hehehe...
    btw, kunjungan pagi kesini...

    ReplyDelete
    Replies
    1. siipp.. senangnya punya pengunjung tiap hari.. makasih mbakk.. segeran meluncur ke blog mbak Alya :)

      Delete
  3. harus optimis! Buang jauh-jauh pesimis :)

    ReplyDelete
  4. Betul mbak..optimisme itu salah satu penyemangat kita saat menggapai semua mimpi-mimpi yang semu ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. lohh mimpi gak boleh semu, harus diwujudkan :D

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^.^