[BeraniCerita #17] Tanda Cinta

Sepi, itu yang dirasakan Roni siang itu. Mungkin hanya beberapa anak saja yang berseliweran di lorong kelas saat jam ketiga. 

"Kesempatan. Mumpung sepi."

Roni tersenyum sambil bersyukur dalam hati karena sepertinya suasana sedang berpihak padanya. Diambilnya sebuah kursi, lalu membuka sebuah jendela kelas 8-H yang sudah rusak.

Dalam sekejap kakinya sudah menapak di lantai kelas. Matanya menelisik sekitar dan menuju ke bangku nomor dua di sebelah kanan. Tas selempang merah jambu bermotif bunga tepat dalam pandangannya.

Lalu diambilnya sebuah kotak kecil dari saku kanannya. Kotak kecil yang terbungkus manis, kertas kado berwana merah jambu dan bermotif bunga. Sebuah pita merah pun menambah manisnya kado kecil ini. Sebuah tanda cinta untuk perempuan yang beberapa hari ini telah mengganggu pikirannya.

"Kamu pasti akan menyukainya, Ayu."

Setelah memasukkan kotak itu ke dalam tas merah jambu dan puas tersenyum kecil, Roni kembali meninggalkan ruang kelas dengan melewati jendela. Ada perasaan lega terpancar dari senyum sunggingnya.

Keesokan harinya.

Seorang gadis muda berkacamata tebal dengan rambut kepang dua mondar mandir melewati kelas Roni, 8-F. Wajahnya meringis memperlihatkan giginya yang berpagar besi. Sesekali terlihat langkah kakinya yang cepat.

"Bu! Saya ijin ke toilet." Teriak Roni.

Seakan tak mau ketinggalan langkah cepat gadis itu, Roni pun menambah kecepatan langkahnya. Dengan setengah berlari akhirnya Roni tepat di belakang punggung gadis itu.

"Ayu!!"

Gadis itu menoleh ke arah Roni dan tetap memperlihatkan wajahnya yang meringis.

"I...iya, Ron. Ada apa? Sebentar ya, udah kebelet."

"Yes."

Hatinya berlonjak gembira dapat melihat Ayu, gadis yang diincarnya. Dengan santai Roni kembali ke dalam kelasnya dan menyunggingkan seutas senyum kemenangan. Rasa puas yang berlipat karena Ayu telah menerima tanda cinta darinya, meski Ayu tak tahu bahwa Roni pengirimnya.

"Salah sendiri mengalahkan nilai ujianku semester lalu. Rasakan tuh mencret-mencret!" Begitu hati Roni berbicara pada dirinya sendiri.

******
290 kata

25 comments:

  1. Wah kadonya itu ternyata jebakan Betmen :))

    ReplyDelete
  2. hahaha,,,,endingnya itu lho,,,,
    kasian Ayu ya,,,tanda cinta yang nenyakitkan hehe

    ReplyDelete
  3. huwaahhhh...jahat nih si Roni *geleng2kepala* :D

    ReplyDelete
  4. Ahaha... Kirain hadiahnya buat nembak. Ternyata...

    ReplyDelete
  5. Dengan gontai Roni kembali ke dalam.... << mungkin kata "gontai" lebih tepat bila diganti dengan kata "santai". Kan Roni berhasil ngerjain Ayu. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sudah digantii.. dan lebih enak dibaca... makasih maass :)

      Delete
  6. yaa ampun...coklatnya beracun?...keren euy ceritanya...

    ReplyDelete
  7. Mbak... ini bukan kisah pribadi kan? *dijewer*
    Bagus :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahah.. bukaaann mbakk..
      makasih sudah mampir :)

      Delete
  8. jorok deh ah.. masa' ampe mencret? bahahaha

    ReplyDelete
  9. ih, nggak boleh kaya gitu. ngak sportif dunk *bergaya ala guru sambil acung-acungin penggaris*

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^.^