Mempertahankan Hubungan Jarak Jauh

Mempunyai hubungan yang harmonis dan selalu guyup rukun di waktu yang bersamaan, selalu tertawa bersama, melewati waktu bersama adalah hal yang sangat diinginkan oleh setiap manusia. Entah itu dengan keluarga, teman, maupun pasangan. Saya rasa, tidak ada orang yang menginginkan hubungan jarak jauh dengan orang-orang terkasih. Seperti halnya saya. Sedari kecil sudah hidup terpisah dengan orang tua hingga sekarang. Temasuk dengan pasangan saya, yang sekarang sedang menjalani hubungan jarak jauh.

Saya mau? Tentu tidak. Tapi karena suatu keharusan maka saya harus mampu menjalaninya. Hal ini terjadi karena si mas (kekasih hati) mendapat tempat kerja di Borneo sana. Saya sering bercerita tentang suka duka hubungan jarak jauh, nano-nano rasanya. Karena dengan adanya ribuan kilometer yang memisahkan hati kami maka banyak sekali perasaan yang diluapkan. Bahagia? Pasti. Karena saya bahagia bisa mendapatkan seorang lelaki yang sangat pengertian dan sabar terhadap tingkah manja saya. Galau? Tentu. Bentangan samudra yang memisahkan cinta kami menimbulkan banyak sekali konsekuensi. Yang paling terasa adalah intensitas pertemuan kami. Semasa kuliah, setiap hari saya bertemu dengan si mas, sedangkan sekarang paling tidak saya harus menunggu 3 bulan terlebih dahulu.

Dan yang paling menyakitkan adalah disaat saya atau si mas mengalami titik jenuh. Penyebabnya banyak, begitu pula akibatnya. Disini saya akan sedikit membuka rahasia saya dan si mas dalam menjaga hubungan jarak jauh. Menjaga cinta agar tetap tumbuh subur meski terpisah oleh jutaan partikel ciptaan Tuhan.

1. Komitmen
Sebuah janji tanpa hitam diatas putih dan tanpa materai harus ada. Setidaknya akan memberikan gambaran yang jelas mau dibawa kemana hubungan yang terlanjur terpisah oleh jarak ini. Well, hal ini yang kami lakukan. Salah satu keuntungan dengan adanya komitmen ini adalah, membuat saya sebagi perempuan menjadi lebih tenang dalam menjalani hubungan jarak jauh. Merencenakan masa depan dengan matang untuk menuju ke tahap yang lebih tinggi, misal, pernikahan. Dengan adanya komitmen inilah, maka harus ada salah satu pihak yang mengalah agar bisa berada dalam satu wilayah dengan pasangan. Disini emosi diuji, karena saya dan si mas sama-sama mempunyai pekerjaan yang sudah mapan. Ya, memang karena istri harus ngikut suami, insyaallah saya yang akan diboyong ke pulau Kalimantan. Dengan adanya komitmen seperti ini, maka kesetiaan akan mengikutinya kok, Insyaallah :)

2. Komunikasi
Satu hal yang tak boleh dibantah dalam hubungan jarak jauh adalah adanya komunikasi yang kuat. Bukan berarti harus memberikan kabar setiap saat. Karena bagi saya akan lebih menarik jika komunikasi itu berkualitas. Si mas termasuk orang dengan kerjaan yang super sibuk, hampir tiap minggu dinas ke luar kota. Dan disini, saya bersedia mengalah jika zona waktu antara saya dan si mas berbeda. Misal, saat si mas harus dinas ke Makassar sedang saya di Jawa. Maka saya harus pengertian agar si mas bisa tidur malam terlebih dahulu.

Hal yang selalu kami lakukan adalah dengan melakukan obrolan kecil sebelum tidur. Jika memungkinkan melalui telepon atau video call, jika tidak ya pesan singkat saja atau chattingan. Biasanya sih bercerita tentang kegiatan spesial hari ini. Dengan begitu, komunikasi tetap terjalin dengan aman.

3. Pertemuan
Kami menjadwalkan pertemuan maksimal tiga sampai empat bulan sekali. Entah si mas yang berkunjung ke Cikarang, atau saya yang singgah ke Palangkaraya. Tapi yang paling aman adalah pulang ke Surabaya, sekalian berkumpul dengan keluarga. Intensitas bertemu memang jarang, namun dengan adanya pertemuan singkat setelah berpisah cukup lama akan menambah keharmonisan. Perasaan bahagia, menyayangi, dan saling menghormati akan lebih besar. Trust me!

dokumen pribadi

4. Kejutan
Kejutan kecil ini mungkin sering berlaku untuk perempuan. Tapi kami sama-sama melakukan hal kecil ini, kadang, hal yang kami lakukan adalah hal yang sangat absurd dan tidak penting. Tapi ke-geje-an ini justru menambah mesra hubungan kami. Sebagai contoh, tanpa suatu sebab musabab yang jelas si mas mengirimi saya sebuah gambar yang mebuat saya benar-benar tercengang tak percaya.

dokumen pribadi: sumber gambar
Sesuatu yang sangat sederhana, namun membuat saya sangat bahagia. Karena si mas ini tergolong pria yang tidak romantis, tapi dia berhasil membuat saya klepek-kelepek.

5. Cukup
Lakukan semua dalam porsi yang cukup, jangan pernah berlebihan atau bahkan kekurangan.

Saya rasa, cukup itu bumbu-bumbu yang selama ini kami gunakan untuk tetap mempertahankan hubungan jarak jauh. Kenapa dipertahankan? jawabannya adal dipostingan ini agar saya tidak tulis ulang. Intinya, hati kami saling membutuhkan, maka dari itu kami memilih untuk menjaga hubungan yang terpisah sementara karena jarak dan kesibukan yang berbeda. Kadang pertengkaran kecil itu yang akan menambah jutaan senyawa yang bernama rindu berkembang biak semakin cepat dan membuat koloni lebih banyak.

Walaupun beberapa orang beranggapan lebih baik tak punya pacar jika harus LDR, tapi tidak demikian bagi kami. Rencana yang kami lakukan, diskusi ringan hinga yang paling berat yang menyangkut masa depan menjadi suatu kenikmatan tersedniri walaupun harus dilakukan melalui pesan singkat atau telepon. At least, sampai saat ini, bumbu-bumbu tersebut masih terus menyemai dan menyuburkan virus merah jambu di dalam hati.

Ini cuma soal jarak. Ribuan kilometer yang memisah dua pulau.
Masih ada pesawat. Masih ada kapal. Masih ada jalan yang bisa ditelusuri.
Masih dalam satu negara. Masih dalam satu naungan langit yang sama.
Masih memijak bumi yang sama. Masih melihat matahari dan bulan yang sama.
Apa yang berbeda???

Tulisan ini diikutsertakan untuk GA dalam rangka launching blog My Give Away Niken Kusumowardhani.


36 comments:

  1. Akan selalu ada jalan untuk orang yg ingin mempertahankan hubungan. :)

    ReplyDelete
  2. kepercayaan dan komitmen adalah hal yang utama dalam menjaga hubungan jarak jauh agar tetap langgeng :-)

    ReplyDelete
  3. Paling suka dengan sebaris kalimat ini
    Masih memijak bumi yang sama. Masih melihat matahari dan bulan yang sama.

    Semoga Allah segera menyatukan dalam ikatan suci dan menjadi keluarga yang sakinah...

    ReplyDelete
  4. Saat diri merasa sudah cukup, maka segalanya menjadi terasa pas. Menjaga hubungan LDR memang memerlukan effort yang lebih. Semoga segera dimudahkan untuk proses selanjutnya, yaitu menikah.

    Terima kasih partisipasinya, Ayu. Sudah tercatat sebagai peserta.

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin.. terima kasih, mbak..
      semoga saya menang, heheheh

      Delete
  5. hup..hup..hup... *mompa...
    semangat ayu... insya allah segera dimudahkan untuk langkah selanjutnya yaaa..

    ReplyDelete
  6. sabar saja mbak, akan indah pada waktunya. Semua sudah diatur ALLAH. Yang penting indonesia kembali bangkit dari keterpurukan, hidup indonesia raya!

    ReplyDelete
  7. Semoga tetap langgeng dan segera menuju pelaminan ya mbak e.. :)
    Amin...

    ReplyDelete
  8. saya udh pernah nyoba hubungan jarak jauh dia di bandung saya di cirebon tapi akhirya putus

    semoga aja mba bisa langgeng menuju pernikahan, amiiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yaahh.. kok putus sih, Meg... uda move on kan? :p

      Delete
  9. oohh so sweet, LDR itu gampang2 susah, semua kembali lagi ke yang menjalaninya. komitmen dan kepercayaan memang jadi kuncinya agar bisa langgeng menjalani LDR itu *oups,curcolmantanLDR :D

    ReplyDelete
  10. uhuk LDR itu menyenangkan apalagi kalau pasangan kita setia....(sesama LDR tapi ga ampe beda pulau :d)
    moga langgeng ya yucit,,,moga cita-cita kalian berdua tercapai biar segera di halalkan amiin

    ReplyDelete
  11. I liKE tHIS
    _______
    Ini cuma soal jarak. Ribuan kilometer yang memisah dua pulau.
    Masih ada pesawat. Masih ada kapal. Masih ada jalan yang bisa ditelusuri.
    Masih dalam satu negara. Masih dalam satu naungan langit yang sama.
    Masih memijak bumi yang sama. Masih melihat matahari dan bulan yang sama.
    Apa yang berbeda???
    ____

    uNTUK selanjutnya semoga Allah memudahkan urusan untuk kejenjang berikutnya... :)

    ReplyDelete
  12. Semoga hubungannya awet ya, LDR atau tidak, gak jadi masalah ^_^

    ReplyDelete
  13. semoga langgeng mbak ^_^
    aku dukung dari sini...
    o ya, kepercayaan juga penting dalam menjaga hubungan jarak jauh, kan ribet kalau punya pasangan yang dikit2 bawaannya curigaan... hehe

    ReplyDelete
  14. semoga langgeng ya yu.
    mempertahankan lebih sulit daripada mempertahankan.
    chayooo...lewati segala rintangan yg ada!
    ^^

    ReplyDelete
  15. bisa bikin LDR club neh hehehe
    aku ma suami pacaran LDR 9 taon ;;) putus sambung biasa, alhamdulilah kami mantap menikah. habis nikah gag mau jauhan lagi. saya rela resign biar gag LDR lagi :)
    semoga cepet nikaaah ^.^

    ReplyDelete
  16. datang berkunjung....

    salut sama yang tegar menjalani LDR, kata orang, setiap sesuatu pasti ada akhir, semoga LDR nya cepet berakhir dan bisa bersatu selamanya yak....

    ReplyDelete
  17. Setidaknya komunikasi menjadi barang langka bagi saya dan mas. Selain terpisah jarak juga terpisahkan dengan kehidupan yang berbeda. Bagi saya hubungan LDR hanya mencakup 3 aspek, komitmen, kepercayaan dan kesetiaan. Masih sama-sama melihat langit yang sama meski beda tempat :) Dan LDR selalu membuat setiap pertemuan lebih berarti dengan sentimeter lengkungan tepat di bibirnya :) LDR itu asyik lho hihi...

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^.^