[FlashFiction] Puber Kedua

“Bapak gak mau tinggal di panti jompo, Nduk. Bapak ya gak mau bikin susah kalian terus.”

Ndak apa-apa tho, Pak. Ikut saya saja, biar ada yang ngurusi Bapak.” Jawabku menolak keputusannya.

“Lha iyo, Nduk. Kan ya sama saja, tho?”

Aku dan suamiku masih tak percaya dengan keputusan gila yang baru saja dikatakan oleh Bapak.

“Bapak kesepian, Nduk. Kalau tidur gak ada yang ngeloni.”

23 comments:

  1. Terima kasih atas partisipasi sahabat
    Segera dicatat sebagai peserta Kontes Unggulan;Enam Puluh Tiga
    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, Pakde..
      Salam manis dari Cikarang ^^

      Delete
  2. Coba yang ngurusi kayak Jaswan yang imut dan manis ini, pasti Bpk mau sekali.

    Wkkwkwkwk

    ReplyDelete
  3. gubraaaakks, si Bapak kangen dikeloni ternyata, galau diiaaa :D

    ReplyDelete
  4. walaahhh...msh kepengen dikeloni rupanya qiqiqiqi

    ReplyDelete
  5. yo karo guling kan bisa hehe...

    ReplyDelete
  6. hihihi... ini mah puber ke 3 mbak Ayu :D

    ReplyDelete
  7. walah...
    belikan aja guling yg banyak...

    ReplyDelete
  8. hhi puber lagii :D

    awalnya aku kurang mudeng ka, ada kata 'gak'-nya soalny di kalimat ini "Bapak gak mau tinggal di panti jompo" hehe

    ReplyDelete
  9. lhadalah ini gimana, yang ngeloni siapa?

    ReplyDelete
  10. Intinya pengen dikeloni :)
    Sukses buat GA nya

    ReplyDelete
  11. salam kenal buat semuanya,, pendatang baru nih...

    ReplyDelete
  12. bapak ndak ada yg ngelonin "aku sibuk.." "mbak sum jgn pulang, gaji mbak dinaikin 2 kali lipat deh" "maaf ini bukan masalah uang, saya harus ngelonin suami dikampung" *jengjeng*

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^.^