Ijinkan Aku Mencium Tanganmu, Ayah

Bukan perpisahan yang sempurna, itu adalah judul salah satu postingan beberapa bulan lalu. Perpisahan yang tak sempurna dengan seorang yang selama ini sangat saya rindukan. Perpisahan yang menyedihkan karena saya tak sempat mecium tangan ayahanda tercinta. Ah, kalian mungkin tahu hubungan saya dengan ayah sedang tidak sehat dan mungkin tak perlu saya jelaskan mengapa.

Sampai saat ini saya masih enggan untuk berjumpa dengan ayah, bahkan untuk menghubungi melalui ponsel saja terasa berat bagi saya. Mungkin karena saya terlalu kolot dengan pendirian yang menurut saya paling benar. Hanya saja, saya tak pernah menginginkan jalan seperti ini hadir dalam kehidupan saya. Saya tak mau menyalahkan Allah, karena saya tahu, pasti ada sesuatu yang direncanakan Allah dibalik semua kondisi ini. Dibalik hubungan yang sedang tidak baik antara ayah dan anaknya. Siapa yang salah? Entahlah.

Kadang, saya berpikir, saya tak butuh ayah yang telah pergi jauh meninggalkan kami. Seseorang yang seharusnya melindungi saya dan keluarga. Seseorang yang seharusnya memberi nafkah bagi keluarganya. Tapi peran itu sudah lama tergantikan oleh ibu saya, super woman, yang telah menjadi ibu sekaligus ayah bagi saya. Jujur, saya sangat membenci seorang yang bernama ayah, mungkin juga karena tak pernah merasakan belaian kasih seorang ayah. Yang saya tahu, saya membencinya.

Di sisi lain, saya sangat merindukan kehadiran seorang ayah dalam hidup saya. Saya ingin membagi semua kisah dan bercerita di malam hari kepada ayah, seperti kalian semua. Saya iri dengan mereka yang bisa menggandeng tangan ayahnya saat berjalan di taman atau sekedar belanja di mall. Saya ingin merasakan hangatnya pelukan seorang ayah. Saya ingin mengeluh tentang kerjaan yang sangat banyak, saya juga ingin meminta ini itu, merengek seperti anak kecil kepada ayah. Salah kah jika saya memimpikan semua itu?

Tahun ini adalah Ramadhan entah keberapa kali saya tak bisa berjumpa dengan ayah. Ah, saya pun tak peduli dimana ayah berada sekarang, saya tak pernah tahu. Yang saya tahu, saya kuat menjalani kehidupan tanpa ayah. Tapi saya tak baik-baik saja. Jika tahun ini adalah Ramadhan terkahir saya, maka ijinkan saya untuk mewujudkan impian saya yang terakhir. Saya sangat ingin bertemu dan memandang lamat wajah ayah, mencium tangan hangat ayah. Ya, sudah sekian tahun saya melupakan cara untuk mencium tangan seorang ayah. Saya benar-benar ingin mencium tangan ayah, meminta doa restu atas semua jalan yang telah saya ambil saat ini. Memohon ampun atas semua kesalahan yang pernah saya buat, dan sebaliknya. Melupakan semua kejadian kelam yang pernah terjadi pada kehidupan kami sebelumnya dan membuka kehidupan baru, aamiin.


Ceria Ramadhan Bersama Gamazoe dan Dhenok Habibie
- 399 kata -

38 comments:

  1. Nak, kisahmu mirip kisahku.
    Tapi hubunganku tetap baik dengan ayahku walau tak mesra,memang.
    Maafkan ayahmu,Nak.
    Mumpung ini bulan baik
    Tilponlah beliau, Ya.usahakan bisa sowan, entah kapan.
    Please.
    Ini saran dari sahabat yang umurnya jauh di atasmu.Dengan cara itu Insya Allah engkau akan menjadi manusia mulia. Amin

    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Matur suwun sanget Pakdhe. Mungkinm saya harus mulai dari awal, karena uda benar2 loss contact dengan beliau.

      Delete
  2. sampe berkaca-kaca baca nya, mbak Ayu..., semoga Allah mendengar dan meng ijabah doa nya ya, mbak.....

    ReplyDelete
  3. Ayoo Yu, mumpung masih ada waktu bertemu dengannya. Pasti Ayahnya jg sangat rindu anak gadisnya ini.
    biar gimana pun, nanti klo mau nikah, Ayu harus dapat restu dari Beliau kan??

    semoga segera bisa mencium tangan sang Ayah, Aamiin...

    ReplyDelete
  4. aku menangis membacanya mbak ayu.. betapapun seorang bapak, tetaplah bapak.. mungkin ayah sekarang juga merindukan mbak, kita tak pernah tau tentang hati seseorang.. semoga bisa mewujudkan impian mbak ayu, saya turut mendoakan..

    ReplyDelete
  5. *peluk ayu..
    memaafkan memang berat ay,
    tapi bagaimanapun beliau tetap ayahmu.

    ReplyDelete
  6. HHmmmm ...
    Apapun yang melatar belakanginya ...
    kalau menurut saya ... sebagai anak kita wajib menghormati Ayah kita
    walaupun dia (mungkin) tidak sejalan dengan kita ...
    walaupun dia (mungkin) telah melakukan sesuatu yang menyakiti kita ...

    tetapi ... tetap ... dia ayah kita

    Semoga didapat solusi yang terbaik dan membahagiakan bagi semua ...

    Salam saya

    ReplyDelete
  7. so sweet, so touched

    semoga ayah Mbak Ayu senantiasa mengingat Mbak kpnpun dan dimanapun beliau berada :) yg penting kirim doa aja mbak

    ReplyDelete
  8. Salam Takzim
    Sebuah kisah yang menggugah, sepertinya layak untuk menang nih, selamat ya
    Salam Takzim Batavusqu

    ReplyDelete
  9. ayo Ayu, segera wujudkan keinginan muliamu itu. Hapuslah semua rasa yg membelenggumu itu meskipun tak mudah.

    ReplyDelete
  10. jika memang masih diberi kesempatan bertemu, kenapa tidak mengucap maaf. jangan sampai ada sesal nanti di hati.

    ReplyDelete
  11. waduh mba ayu lagi sedih nieh, heheheh

    tetap semangat semoga aja ayahnya bisa baca tulisan ini.

    ReplyDelete
  12. dalam diri setiap manusia mengalir darah ibunya dan juga darah ayahnya, ikatan darah ini tak bisa dihapuskan oleh siapa saja, bahkan oleh kita sendiri.....ikatan darah inilah yang menghasilkan rasa penuh kerinduan yang selalu terpendam dalam hati, rindu ingin bertemu , rindu ingin meminta maaf......selamat berlomba..semoga menjadi salah satu yang terbaik...salam :-)

    ReplyDelete
  13. Cocok bgt diikutin dalam giveaway Ramadhan terakhir. Tapi itu musti bener2 diwujudin, gak cuma dalam tema GA ea.. Moga harapanmu terkabul, Ai! Aamiin.. :-)

    ReplyDelete
  14. Semoga impiannya akan terwujud yah :)....
    Nice blog

    ReplyDelete
  15. Anak-tetaplah anak. Selalu merindukan kasih sayang dari Ayah.

    Sabar yah mbak

    ReplyDelete
  16. Memang yang paling berat adalah memaafkan seseorang yang kita benci. Tapi Alloh SWT akan mengangkat derajat siapapun yang melakukan itu.

    ReplyDelete
  17. Menjadi anak menjadi ibu ataupun menjadi ayah itu anugerah,qt ga bisa milih mau jadi anak siapa atau mau punya orang tua siapa,di syukuri aja mbak.Yang bs kita lakukan sekarang berusaha jadi anak yg baik,mendoakan ortu krn qt adalah aset ortu walaupun terpisah kehidupan sekalipun. Berbuat baik ma ortu ga pernah ga ada manfaatnya mbak,tetep semangat yaa

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^.^