[Prompt #23][BeraniCerita #24] Vivienne

Vivienne menatapku dengan mata yang basah. Untuk waktu yang lama kami berpelukan tanpa kata-kata. Aku mengusap lembut rambut hitam panjangnya. Vivienne mengangkat kepala menatapku. Matanya berbicara padaku.

"Sudah berapa lama usianya?"

"Tujuh minggu. Mungkin."

"Kalau begitu, gugurkan!"

"Bangsat, kau!"

Vivienne berdiri dan menjauh dariku, isak tangisnya semakin membahana. Aku terpekur sejenak, lalu berjalan ke arah Vivienne dan memeluknya, melingkarkan kedua tanganku tepat di atas perutnya.

"Ceraikan suamimu!"

"Tidak! Aku mencintainya. Kau tahu, aku telah mencintainya sejak 15 tahun yang lalu."

Aku menarik nafas panjang lalu kembali berbicara pada Vivienne. Semoga kali ini dia mengikuti kemauanku.

"Sayang, katakan pada suamimu bahwa bayi ini miliknya. Bukankah ini adalah bayi yang kalian tunggu selama 15 tahun?"

Vivienne tak menjawab tapi kembali menghambur ke dalam pelukanku dan semakin dalam.

***

Vivienne menggeser tubuhnya ke arah suaminya lalu menyandarkan kepala pada bahu kekarnya. Belaian lembut tangan suami Vivienne merambah pipi serta tubuhnya. Bibir mereka berpagut, cukup lama.

"Sayang, aku membawa berita gembira untuk kita."

Suami Vivienne tersenyum, matanya menyiratkan tanda penasaran namun tak sepatah kata pun dia keluarkan. Itulah kebiasaannya.

"Setelah 15 tahun menunggu. Kini akhirnya, aku hamil."

Vivienne mencium dada bidang suaminya dan tak menyadari senyum itu telah menghilang dari bibir suaminya.

"Aku minta maaf, Vivienne. Seharusnya aku mengatakan ini sejak awal. Aku mandul."

***
- 210 kata -

38 comments:

  1. mbak saya lebih senang kalo paragraf terakhir dihilangkan heheh itu udah nendang sih, imho :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. atas beberapa saran, akhirnya saya hilangkan mbak.. Terima kasih sarannya :D

      Delete
  2. yup, sepakat dengan Mbak Erlinda. Paragraf terakhir justru menjadikan ceritanya antiklimaks.
    Btw, masih ada beberapa typo tuh di beberapa tempat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang typo uda diedit cikgu.. Makasih sudah berkunjung :)

      Delete
  3. loh? jadi anak siapa? hehehe.... sepakat dengan saran di atas. sekarang lagi ngetrend (kata penerbit gagas media dan indiva) akhir cerita yang menggantung

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyah, mbak sudah dipangkas bagian bawahnya..
      Emmm.. anak tetangga sebelah kayaknya,, huehehhe

      Delete
  4. ahahaa.. yg salah suaminya sih :p

    ReplyDelete
  5. Kalo gue jadi suaminya pasti nyesek banget rasanya :(

    ReplyDelete
  6. Speechles aku mbak ayu dengernya..
    mateng wees,,, :(

    ReplyDelete
  7. cerita yang to-the-point. Nice, Ayu.. :)

    ReplyDelete
  8. Waduh, niatnya mau bikin surprise eh ternyata dia gak tau kalau ternyata mandul *eh

    Ini jenis Flash fiction atau apa ya mbak Yu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ini flashfiction dengan twist ending. ayo coba bikin :)

      Delete
  9. .Amit2 deh, ah! Muga2 gue gak mandul! Aamiin ... <== malah ngapain cuba?

    ReplyDelete
  10. nah!!!

    untung yaaa kmarin aq gak ikut2 bikin FF hamil. Ternyata banyak yg nulis kehamilan....

    ReplyDelete
  11. bukannya jadi kabar gembira malah jadi kabar duka ya mbak hehe..

    ReplyDelete
  12. Dan dua duanya pun sama-sama kegetnya..

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^.^