2015 Saja

Berbondong bondong menuliskan resolusi di tahun baru. Saya pun demikian pada tahun-tahun sebelumnya. Sekarang stop dulu menuliskan resolusi yang kenyataannya hampir sebagian resolusi baru adalah resolusi tahun sebelumnya yang belum tercapai. Tapi bukan berarti saya tidak punya mimpi baru di tahun baru. Akan selalu ada impian dan cita-cita baru untuk diwujudkan, hanya saja, impian itu saya persembahkan pada Tuhan. Semacam mengajukan proposal untuk mendapat tanda tangan dan stempel.

2015

Lalu, impian seperti apa yang saya rencanakan di tahun ini? Jangan tertawa atau mengolok tentang impian yang akan saya tulis ini, ya. Bantu saya dengan doa untuk mewujudkannya, hehe.

  • Menikah

Hahahaha, saya mau tertawa dulu, karena saya malu. Kalian harus tahu, menikah adalah resoslusi yang saya tulis utnuk diwujudkan di tahun 2014. Dan ternyata gagal terwujud di tahun itu. Alasannya? Banyak! Salah satunya karena si mas belum lulus kuliah (si mas lanjut kuliah lagi, kadang saya jadi pengen kuliah lagi), dan pihak keluarga mas mengijinkan menikah jika sudah lulus. Lalu jika kalian bertanya kenapa saya ingin menikah di tahun 2015, jawabannya simpel saja, karena saya ingin kami segera menjadi halal. Agar dia segera menjadi mahram yang bisa membimbing dan melindungi saya.
Usaha yang kami lakukan sampai sekarang Alhamdulillah sudah lumayan membuahkan hasil. Selepas hari raya Idul Fitri tahun kemarin, si mas dan keluargnya datang ke rumah dan melamar saya. Dilanjutkan dengan segala macam persiapan yang harus kami lakukan secara jarak jauh. Mencari informasi vendor-vendor pernikahan secara online dan via telepon atau sms, karena kami berdua sama-sama merantau sedang pernikahan harus kami lakukan di tanah Sidoarjo. Mohon doanya ya teman-teman, semoga impian ini segera terwujud dengan lancar.

  • Resign

Sebenarnya agak takut saya menuliskan resign sebagai impian di tahun 2015. Saya sangat menikmati dunia kerja sebagai rutinitas sehari-sehari. Secara pribadi saya takut jika harus meningalkan dunia kerja terlepas dari apa pekerjaan saya saat ini. Tapi, mau tidak mau atau siap atau tidak siap saya harus menuliskan resign sebagai impian yang harus saya wujudkan minimal di akhir tahun ini, maksimalnya entah sampai kapan. Saya memilih resign karena suatu saat nanti di tahun 2015 saya harus mengabdi pada suami saya kelak. Dan saya pun sudah jera dengan Long Distance Relationship yang sudah kami jalani lebih dari 3 tahun.
Usaha untuk resign secara kasat mata tidak ada dan tidak pernah saya lakukan, saya masih aman dan tentram di sini. Menikah, mungkin bisa dibilang sebagai usaha saya untuk resign, usaha yang secara alamiah terjadi. Begitukah?
Bukan cuma 2 hal itu saja yang saya persembahkan pada Tuhan, banyak hal lainnya yang mungkin cukup saya dan Tuhan yang tahu. Dan karena 2 hal itu pula yang sekarang menjadi perhatian terbesar saya. Takdir memang sudah digariskan oleh Tuhan. Tapi Tuhan pula yang mengajarkan kita untuk berusaha dan berdoa. Tanda tangan dan stempel dari Tuhan memang tidak bisa kita dapatkan semau kita. Bisa jadi langsung di stempel, bisa jadi bulan depan atau tahun depan, dan bisa jadi pula proposal kita ditolak dan diganti dengan yang lain. Tidak ada yang tahu, tapi akan lebih bijaksana jika kita selalu berprasangka baik kepada Tuhan, Allah SWT. Semoga impian-impian kita sekecil atau sebesar apapun mendapat tanggapan yang terbaik, aamiin.

Postingan ini diikutsertakan dalam #evrinaspGiveaway: Wujudkan Impian Mu


40 comments:

  1. Cita-cita adalah motivasi hidup yang mengantarkan kita pada kesuksesan...

    Salam kenal dari Pulau Dollar

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul sekali.. salam kenal juga dari kota industri hehe

      Delete
  2. subhanalloh...semoga segera diridhoi Alloh dan orang tua. resign...saya dulu jg resign 1 bulan sebelum nikah :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin... terima kasih mbak.. semoga saya bisa segera rela untuk resign.

      Delete
  3. Saya sangat mendukung 1000% kedua resolusi di atas. Untuk yg no 2, memang sangat berat untuk memulainya tapi nantinya akan menikmatinya. Wanita yang intelektual tidaklah harus ditunjukan hanya dengan aktifitasnya didunia kerja tapi dirumah sebagai istri juga bisa menunjukannya.

    ReplyDelete
  4. Baru mampir udah suka sama tulisannya :)

    ReplyDelete
  5. Wahhh :D
    Menikah?
    Semoga tahun ini terealisasikan yaaa, Kak! Semoga tercapai dan tentu saja lancar :))

    ReplyDelete
  6. looh kukirain mbak Ayu udah nikah tahun kemaren, owaalaaah baru lamaran toh ternyata
    semoga tahun ini impiannya itu terwujud ya mbak aamiin ^^

    ReplyDelete
  7. Aamiin. Semoga diridhoi Allah :)

    ReplyDelete
  8. saya aminkan dulu ya resolusinya...

    resolusi yang penuh barokah sepertinya...

    ReplyDelete
  9. Amin... Semangat ya Ayu, semoga lancar semua rencananya aminn :)

    ReplyDelete
  10. Resolusi tahun baru yang didominasi oleh resolusi dari tahun sebeklumnya, ini mainstream banget :D

    ReplyDelete
  11. Semoga resolusi di th 2015 ini bisa terwujud semua ya. Semangkaa eh semangaaattt!! :D

    ReplyDelete
  12. aiihh..udah lamaran..:D
    semoga terkabul ya Mbak doa dan impiannya :))
    *ikut seneng

    ReplyDelete
  13. smoga masnya cepet lulus ya, spy rencana menikahnya berjalan lancar :)

    ReplyDelete
  14. Moga tercapai ya mbak impiannya tahun ini ^.^

    ReplyDelete
  15. Semoga cepet halal ya mbak dengan masnya :)

    ReplyDelete
  16. Gak kayak tahun2 sebelumnya, tahun ini malah gue gak bikin resolusi apa2. Ngalir aja deh ... :)

    ReplyDelete
  17. Tiyas, postingan yang enak dibaca. Bunda jadi seneng baca tentang RESIGN itu, masalahe jadi inget masa muda ketika belum punya anak, niatnya resign begitu hamil pertama. Lha koq ampe anak-anaknya bererot blom juga resign, piye iki, qiqiqiqi..... Semoga menang ya di GA ini.

    ReplyDelete
  18. semoga Allah mudahkan ya mbak :)

    impianku sm ky mbak *toss*

    ReplyDelete
  19. semoga pilihan yang terbaik ya mbak ^^

    ReplyDelete
  20. Aamiin yra, memang mbak klo LDM itu ga baik juga, saya sampai sekarang masih LDM dgn suami, kasian dia di sana tidak keurus, Alfi juga cuma seminggu sekali ketemu ayahnya. in syaa Allah jika keinginan utk mengabdi kpd petani akan memberikan berkah

    terimakasih atas partisipasinya dalam GA wujudkan mimpi, salam hangat dari bogor

    ReplyDelete
  21. Wah, jadi penasaran nih kelanjutan dari resolusi ini.
    Kan sekarang udah 2016 pertengahan,
    Ada link lanjutannya gak kang?

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^.^