Mengobati Biduran

biduran
sumber gambar
Cerita mengobati biduran saat mudik lebaran. Baru sehari sampai di Surabaya, sudah terasa sekali perbedaan cuaca dengan Sampit yang cenderung panas tanpa angin. Mungkin juga karena efek gunung raung, makanya angin yang berhembus lebih kencang dari biasanya dan udara pun lebih dingin dari biasanya. Otomatis saya syok dengan cuaca Surabaya saat itu karena sudah terbiasa dengan panasnya Cikarang yang sama dengan Sampit. Hebohnya, saya sampai terkena biduran di sekujur tubuh hingga kepala karena tak kuasa menahan penrubahan cuaca. Sehari sebelumnya, si mas malah sampai tepar karena cuaca Surabaya yang memang belum bisa bersahabat. Ceritanya, suami dan adik ipar saya pergi ke Hitech Mall untuk membeli laptop dan printer, harusnya suami pergi dengan saya tapi karena patuh dengan kata dokter maka saya tetap tidur manis di kasur.

Singkatnya setelah beberapa jam, si mas menghubungi saya dan berkata tidak enak badan, keluar keringat dingin serta muntah. Adik ipar pun bbm saya dan berkata, “kita di masjid, Mbak, mas Aris kalah dengan angin Suroboyo”. Saya pikir cuma istirahat karena hal sepele tapi sepulangnya dari Hitech, suami langsung tak bisa bergerak dari kasur. Badan panas tapi berkata kedinginan dan pusing. Langsung saya suruh membatalkan puasa dan memberinya teh hangat. Sepanjang malam si mas meracau hingga akhirnya minta dikerok dan tubuhnya saya siram minyak kayu putih serta pijat sana sini. Alhamdulillah besoknya sudah membaik tapi giliran saya yang terkena imbas angin Surabaya. Bangun tidur badan dan kepala terasa gatal, awalnya saya pikir cuma karena belum mandi. Setelah mandi dan keramas malah semakin menjadi rasa gatal di badan. Awalnya tetap tidak berprasangka karena cuaca malah berpikir gatal karena sabun mandi di rumah mertua ada kandungan susu kambing, yaaa saya alergi susu kambing, tapi kok gatalnya sampai kepala wong keramas tidak pakai sabun mandi. Semakin malam rasa gatal semakin menjadi. Ada bentol cukup besar di sekujur tubuh terutama di bagian yang terkena baju dan derah lipatan. Sepanjang malam suami mengolesi biduran dengan minyak kayu putih dan bedak herocyn. Rasa hangat dari dua obat tersebut cukup meredam rasa gatal, tapi jika hangatnya sudah hilang gatal pun kembali menyerang dengan ganasnya. Sampai saya mengenakan baju tidur yang terbuka agar tidak terasa panas di daerah yang gatal.

Mengobati biduran untuk wanita hamil memang tidak bisa sembarangan. Niat awal membeli obat gatal seperti CTM tapi ternyata obat tersebut tidak dianjurkan untuk wanita hamil apalagi tanpa resep dokter. Yasudah, akhirnya saya berperang melawan biduran hanya dengan minyak kayu putih dan herocyn. Malamnya, suami memutuskan untuk membawa saya ke dokter dengan tujuan mendapat obat pereda gatal agar saya dan dia bisa tidur nyenyak. Dari dokter pun tidak memberikan obat minum untuk biduran karena alasan hamil, dokter hanya meresepkan caladyn lotion, yang biasa dipakai bayi, hehehe. Dan kesimpulannya, rasa gatal memang karena perubahan cuaca secara drastis yang diterima oleh tubuh. Saat mudik ke Lamongan pun rasa gatal itu hilang dengan sendirinya.

14 comments:

  1. wahh adikku lagi kena biduren, makasih mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halooo, Kak! Yuk, ikutan Lomba Blog "Terios 7 Wonders, Borneo Wild Adventure".

      Tiga blogger terbaik akan diajak menjelajah Kalimantan dan berkesempatan mendapatkan grand prize, Macbook Pro.
      Info selengkapnya: http://log.viva.co.id/terios7wonders2015

      Jangan sampai ketinggalan, ya!

      Delete
  2. Mksh infonya mak... informatif deh :)

    ReplyDelete
  3. Duh Mak...kebayang gatelnya..hu..hu..

    ReplyDelete
  4. Wah kayak aku nih, sensitif banget. Sekarang udah mendingan, cuma kalau benar2 dingin aja. Waktu kecilku dulu parah, keluar malam aja bisa biduran.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbakk, aku padahal sebelumnya gak pernah biduran, mungkin krn perubahan cuaca ekstrem aja

      Delete
  5. Aku juga sering kalo pas lagi dingin, paling dikasih minyak tawon aja sih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. kata dokter gak boleh sembarang ngasih minyak tawon atau minyak kayu putih, takutnya ada kandungan yg malah bikin alergi

      Delete
  6. mantap bro tipsnya... tlg view ya http://caradidiksehat.blogspot.com

    ReplyDelete
  7. Wah Surabaya dingin? Seumur-umur baru tahu fenomena yg seperti ini. Mungkin ya karena gunung Raung ya mbak.

    Saya sih sering juga biduran ditambah lagi hidung meler. Terutama kalau cuaca dingin. Biasanya sih untuk mengatasinya saya banyak gerak, biar berkeringat. Bisa juga memakai pakaian berlapis, kaos kaki, dan jaket. Pokoknya gimana caranya supaya tubuh tetap hangat. Karena saya nggak terbiasa pakai minyak dan bedak untuk mengobati biduran. Cukup menjaga suhu tubuh saja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu juga kali pertama aku ngrasain surabaya dingin dan angin kenceng, kata orang emang karena gunung raung. nah masalahnya kalo aku pake kaos tebel jadi keringetan dan aku gak bisa kepanasan

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^.^