Belanja di Pasar Kaget

Pada postingan sebelumnya, selama di Sampit saya mengatakan bahwa susah untuk belanja kebutuhan dapur apalagi untuk belanja bahan masak setiap hari. Ceritanya kan saya ingin masak setiap hari sehingga tidak perlu membeli makan di warung dan hal itu saya jadikan tantangan untuk diri sendiri yaitu masak sendiri. Bangun pagi yang kadang sebelum subuh untuk menyiapkan bahan masakan, kadang juga berjalan ke depan komplek untuk belanja sayur. Ke depan komplek di sini bukan berarti ada di depan gang perumahan, tapi harus keluar ke jalan raya yang lumayan jauh hanya untuk beli temu kunci. Dan ternyata temu kunci tersebut tidak ada, batal deh membuat sayur bayam. Akhirnya temu kunci dan daun salam saya temukan di hypermart.

Baca juga: Masak Sendiri, Jangan Beli di Warung
Belanja di Pasar Kaget
aneka sayur mayur di pasar kaget
Terlebih lagi harga kebutuhan pokok di Sampit bisa saya katakan lebih mahal daripada di Cikarang. Jika di Cikarang dengan uang lima puluh ribu saya bisa dapat berbagai macam bahan masakan untuk satu minggu, di Sampit uang tersebut hanya mendapat 3 buah terong, 2 ikat kacang panjang, 2 potong tahu cukup besar, 1 ikat kangkung, dan cabe rawit. Dan yang lebih kece adalah harga telur ayam di sini tidak dihitung per kilo melainkan per biji yang mana harga 1 biji telor ayam biasa adalah dua ribu rupiah. Nangis gulung-gulung minta nambah uang belanja.

Belanja di Pasar Kaget
aneka keperluan rumah tangga
Akhirnya saya memutuskan untuk belanja besar satu minggu sekali di pasar kaget setiap senin sore. Alhamdulillah, hampir lengkap jika ingin membeli kebutuhan dapur, mulai dari berbagai macam bumbu, ikan, ayam, peralatan dapur, hingga batu akik bacan pun ada. Dari pasar inilah saya membeli telur satu papan seharga 43ribu, lebih murah jika haru membeli bijian di toko kelontong. Untungnya lagi, banyak penjual yang berasal dari Jawa khususnya Madura. Kalau seperti itu kan mau nawar pun berani dan bisa menggunakan bahasa sendiri. Untuk lauk biasanya saya membeli yang bisa taham masuk kulkas atau freezer tapi kadang juga membeli hanya untuk 3 hari saja, selanjutnya kembali ke pasar. Inilah susahnya hidup di rantau yang ligkungannya jauh berbeda dengan lingkungan asal. Kalau di cikarang dulu saya aman dan santai saja untuk urusan belanja, sangat berbeda dengan di Sampit. Tapi yang penting ikut suami, hehe.

Sebenarnya ada pasar tradisional yang sepertinya cukup lengkap yaitu di pasar Mentaya yang letaknya persis di sebelah sungai Mentaya. Tapi pasar tersebut cukup jauh jika setiap hari saya harus mengendarai motor ke sana. Pernah sekali mencoba untuk ke pasar tersebut sendiri karena suami sedang dinas, untuk membeli daging. Berangkatnya sih lancar jaya tanpa tersesat, tapi pulangnya ternyata entah saya melewati jalan yang mana hingga bisa masuk ke gang-gang perumahan hingga akhirnya tembus ke jalan besar. Itulah duka sebagai ibu rumah tangga yang ingin setiap hari dapur mengebul, pasar kaget bisa jadi alternatif untuk belanja. Gak kebayang bagaimana orang-orang yang tinggal di pedalaman lagi, bersyukur saya masih bisa bertemu pasar.

Baca juga: Pelabuhan Sungai Menyata, Sampit

24 comments:

  1. wah wah bacanpun ada yu di pasar kaget ??
    wow swesuatu bener telur per butirnya 2 rebu hhehheh

    ReplyDelete
  2. di Batam juga banyak banget paar kaget,tapi banyak yang jual baju sama barang seken hehehe. Jadi inget,saya dulu pas pertama kali tinggal di batam g nemu "kunci" buat sayur bening,akhirnya dapet bocoran dari ibu bisa disiasati pakai daun kemangi hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. wahhh kunci bisa diganti kemangi yaa,, aku baru tau mbakk.. makasihh ^^

      Delete
  3. wah lengkap beud pasar kagetnya. jadi kaget saya.. hehehe

    ReplyDelete
  4. Benar-benar pasar kaget, bata bacan pun dijual di situ juga. Semakin menarik lagi karena yang dijual banyak macam dan kebutuhan rumah tangga bisa terpenuhi.

    ReplyDelete
  5. Ayok Yu semangat masak :) Adik iparku juga tinggal di Sampit tuh ngikut suaminya.

    ReplyDelete
  6. wahaha pasar kaget kalo di pekalongan itu modal 10 ribu bisa kenyang makan apapun hahaha

    ReplyDelete
  7. wah di cikarang ya mbak,cikarangnya cikarang mana mbak, didaerah saya ga ada pasar kaget adanya pasar malam :)

    ReplyDelete
  8. Asyikk yg rajin ke pasar, belanjaan disana mihil bok, semoga makin rajin masak e mbak 😘😘

    ReplyDelete
  9. di Medan telur juga per butir belinya. tapi nggak 2 ribu juga harganya :)

    ReplyDelete
  10. Suka duka tinggal di perantauan ya. Tetap belanja supaya bisa menghidangkan masakan rumah yg sehat

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener mbakk.. yg penting bisa masak sehat dan bersih

      Delete
  11. hmmm lebih mahal ya biaya idup di sampit
    untungnya ketemu pasar kaget :D

    ReplyDelete
  12. Emang sekarang si Akik Bacan ngga cuman di pasar. Di gang-gang perumahan pun banyak.
    Oya, di kampungku Telur juga dihargai per butir. Malah lebih mahal :-D 2200-2500 per butir :-D

    ReplyDelete
  13. klo di Sleman suka kaget beneran ketemu pasar beginian, soalnya pasarannya pake itungan hari jawa, sementara aku buta sama hari jawa, tau-tau kecegat pasar kaget aja

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^.^