Keguguran

Beberapa minggu lalu saya memberikan kabar bahagia tentang kehamilan saya yang pertama di usia pernikahan kurang dari dua bulan. Mungkin postingan ini akan bernada sebaliknya, yaitu berita sedih tapi saya tidak ingin mengumbar kesedihan dan larut di dalamnya terlalu lama. Saya di sini akan membagikan cerita yang mungkin bisa dijadikan pengalaman untuk wanita yang sedang hamil muda di luar sana. Mungkin bisa dijadikan pelajaran agar kejadian serupa tidak terulang untung para wanita yang telah diberikan amanah oleh Tuhan berupa janin di dalam rahimnya. Luar biasa bukan rasa menjadi seorang ibu?

Sekitar dua minggu lalu, saya mengalami pendarahan selama dua minggu. Awalnya, saat usia kehamilan 9 minggu saya mengalami flek atau bercak darah di siang hari. Namanya juga flek jadi darahnya tidak terlalu banyak, mungkin dua tetes tapi berulang setiap saya buang air kecil disertai darah yang ikut menetes. Malamnya, saya dan suami memutuskan untuk menemui dokter kandungan karena tidak ingin terjadi hal tidak baik pada kandungan saya. Selama mengantre, saya buang air kecil satu kali dan dari situlah semua kondisi panik saya rasakan. Buang air kecil disertai darah yang mengalir deras dengan gumpalan kecil layaknya saat menstruasi. Saat di ruangan dokter pun saya menceritakan hal yang saya alami yang akhirnya diberikan obat penguat kandungan, kalau tidak salah nama obatnya Preabor, serta vitamin. Besoknya hal itulah yang terjadi, yang kebanyakan orang memberi nama keguguran. Saat bangun tidur saya ke kamar mandi untuk buang air kecil tapi yang meluncur keluar adalah darah yang sangat banyak disertai gumpalan sebesar jempol tangan saya. Astaghfirullah. Setelah itu darah demi darah selalu keluar saat saya buang air kecil bahkan kadang keluar tanpa saya sadari sehingga saya harus mengenakan pembalut yang paling panjang. Keluarnya darah itu berlangsung selama satu minggu dengan jumlah yang cukup banyak, selanjutnya darah keluar sedikit seperti flek selama lebih dari satu minggu.  Selama pendarahan itu saya tetap mengonsumsi obat penguat kandungan dan vitamin yang diberikan dokter. Awalnya suami meminta saya untuk kembali ke dokter saat tahu kondisi seperti itu tapi saya menolak. Alasannya, saya tidak siap jika dokter harus bilang calon anak saya gugur. I am hopeless, I am pathetic right now.

Hingga akhirnya saya ke dokter di usia kehamilan jalan ke 11 minggu, harusnya. Saya langsung usg setelah menceritakan kejadian pendarahan yang saya alami dan dokter berkata saya resmi keguguran. Cukup lama dokter memeriksa rahim saya untuk memastikan kondisinya bersih dan tanpa infeksi. Alhamdulillah, rahim saya dalam kondisi baik dan tidak perlu dilakukan tindakan kuret. Dokter hanya meresepkan beberapa obat untuk membersihkan rahim secara total. Saya resmi keguguran disaat saya belum bisa mendengar detak jantung sang jabang bayi yang dititipkan Tuhan di dalam tubuh saya. Subhanallah, maha besar Allah dengan segala kuasanya.

Jodoh, rejeki, hidup, dan mati adalah takdir. Termasuk anak, adalah milik Allah. Meskipun awalnya saya sangat terpukul dengan kehilangan yang kami alami, tapi tidak adil rasanya jika saya terus bersedih dan menyalahkan keadaan. Sampai suami pun menjadi korban sikap bodoh yang tak kunjung habis. Saya sangat berterima kasih kepada suami yang sangat sabar menghadapi sikap saya saat itu. Awalnya saya tidak mau tahu apa yang suami rasakan, tapi setelah melihat semua usaha yang dilakukan suami untuk membuat saya tersenyum, akhirnya saya sadar bahwa beliau pun mengalami kesedihan yang sama seperti saya. Insyaallah sekarang sudah ikhlas dengan keputusan Allah, harus bangkit melawan kesedihan dan kembali berusaha serta berdoa agar diberikan amanah luar biasa itu lagi. Terima kasih untuk suami yang paling saya cintai, tanpa kamu mungkin saya akan tetap sedih hingga sekarang. Tanpa cintamu mungkin saya akan tetap terlena dengan sikap bodoh yang terus menyalahkan keadaan yang sudah menjadi takdir Tuhan ini. Saatnya mengabdikan diri untuk suami lagi, I love you, mas.

Sekarang saatnya saya membagikan sedikit pengalaman agar hal serupa tidak terjadi pada wanita-wanita tercinta di luar sana. Pertama, jika sudah mengetahui sedang hamil maka sebisa mungkin kurangi aktivitas berat, biarlah pekerjaan rumah tangga menjadi tugas suami khususnya untuk trimester pertama. Benar-benar harus hati-hati menjaga kondisi tubuh, sebaiknya lebih banyak istirahat dan menjadi ibu ratu untuk sementara waktu. Kesalahan saya adalah terlalu banyak aktivitas terlebih harus mudik dengan segudang kegiatan, karena saya berpikir semua akan baik-baik saja. Kedua, lengkapi gizi dan nutrisi bukan hanya sekedar makan banyak saja karena yang dibutuhkan ibu hamil adalah gizi yang banyak bukan makan yang banyak. Untungnya saat hamil muda saya tidak mual malah semakin banyak makan yang sayangnya masih makan sembarangan hingga saya harus opname karena terkena kuman parathypus. Ketiga, puasa terlebih dahulu aktivitas suami istri (i'm quite sure you knew what I mean). Seorang teman dan ibu saya pun berkata, "manten anyar, jauh-jauhan, ya wajar kalau pas wes bareng produksi terus". Hmm... selama hamil kami memang melakukan aktivitas tersebut sebagai mana mestinya, hal itu mungkin yang menyebabkan kontraksi dari dalam. Mungkin kalian punya cara lain dalam melakukan aktivitas tersebut saat hamil bisa dishare, kalau mau sih, hehehe.

Itulah beberapa saran dari saya selama trimester pertama karena saya baru merasakan hamil hingga usia menginjak tiga bulan. Semoga semua calon bunda di luar sana selalu sehat dengan kehamilan yang lancar hingga persalinan, yang belum hamil semoga segera dititipi Tuhan. Termasuk saya yang ingin mersakan hamil hingga melahirkan dan membeli segala macam perlengkapan bayi seperti baju yang lucu, sepatu, dan lainnya serta ingin segera menimangnya. Doa terbaik untuk bunda semua.

48 comments:

  1. Tetap semangat ya mba
    saya juga pernah mengalami keguguran dan bahkan dikuret. Sedih sekali rasanya.. tapi seiring waktu semua akan bisa dijalani kembali. Pelukk

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin... terima kasih mbakk.. semoga kebahagiaan selalu datang padamu

      Delete
  2. Turut berduka mbak untuk calon bayi nya. Semoga Allah segera mempercayakan dan mengamanahkan anak lagi. Alhamdulillah mbak ayu dan mas aris saling menguatkan. :)

    ReplyDelete
  3. #Hug
    Smoga akan ada ganti untuk kita yg lebih baik lg ya..
    inshaalloh itu akan menjadi tabungan kita di akhirat, amiiin

    ReplyDelete
  4. Aku juga pernah mengalaminya, Mbak.

    Waktu itu keguguran karena mengidap pneumonia dan kecapekan Abis nemenin anak yg dirawat di RS karena DBD. Alhamdulillah setahun kemudian isi lagi.

    Semoga segera diberikan amanah lagi ya, Mbak

    ReplyDelete
  5. turut berduka mbak... tetap semangat ^_^

    ReplyDelete
  6. Yang sabar dan tabah yaa mbak ayu, semoga cepet diberikan momongan lagi sama Alloh :)

    ReplyDelete
  7. turut berduka... Semoga kalian semua diberi ketabahan ya... *hugs*

    ReplyDelete
  8. semoga menjadi ibroh untuk kaum istri dan menjadi perhatian bagi laki" khususnya para suami.
    semoga menjadi amal ibadah dengan sabarnya mba,,ttep semangat yaaaaaaaaaaa :)

    ReplyDelete
  9. Tulisan ini mengingatkan pengalaman saya beberapa tahun lalu Mbak. Alhamdulillah gak sampai kuret, tapi perjalanannya hampir sama. Semangat ya Mbak, semoga kita diberikan amanah hamil segera, Amiin

    ReplyDelete
  10. ikut sedih. sabar yaa. mudah2an diberi amanah lg secepatnya, aamiin *peluk*

    ReplyDelete
  11. sabar mba...insya allah besok2 diganti anak banyak ^ ^

    ReplyDelete
  12. Tetap sabar ya mbak. Semoga senantiasa diberikan yg terbaik oleh Tuhan.

    ReplyDelete
  13. Turut berduka Ayu >.< huhuhu jadi ingat pengalaman 2x pendarahanku. Yang kuat ya~

    Ia semenjak pendarahan pertama hingga kini usia kehamilan 6 bulan kami puasa dulu hubungan suami-istrinya u.u

    ReplyDelete
    Replies
    1. semangat mbakk. semoga lancar dan sehat sampai lahirn yaa :)

      Delete
  14. yang sabar ya mbak,semoga segera diberi amanah secepatnya aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin.. makasih ya mbak.. kamu juga sehat ya :)

      Delete
  15. Innalillahi..
    Insya Allah nanti diberi rezeki lg ya Mbak..

    ReplyDelete
  16. IKut berduka ya Mba.. Pernah menyaksikan isteri kesakitan waktu pendaharan di hamil pertamanya. Dan akhirnya sama dokter tetap harus dikuret :-(

    Semoga sabar, Tuhan sedang siapkan yang lebih baik untuk Mba dan keluarga

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin.. terima kasih mas, semoga mas dan istri selalu sehat :)

      Delete
  17. Turut berduka, mbak Ayu....Yakinlah ada skenario terindah yang Allah siapkan untuk keluarga mbak..

    ReplyDelete
  18. saya juga turut berduka mb, semoga kejadian ini bisa jadi pelajaran bagi semua calon ibu, kebetulan istri saya juga sedang hamil 5 bulanan, dokter di mana tempat istri saya perikasa, selalu mewanti2 kalau misalnya ada darah yang keluar, sesedikit apapun, harus langsung diperikasakan. Tetap semangat yah mb'

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar mas, jangan capek2 ya istrinya, semoga lancar sampe lahiran, salam buat istri :)

      Delete
  19. Yang sabar ya mbak...

    semua pasti ada hikmahnya....

    ReplyDelete
  20. Innalillahi wainnailaihi rooji'uun..

    Alhamdulillah di kondisi seperti ini mbak sudah bisa ikhlas. Saya rasa sebagai calon ibu yang kehilangan anaknya, menuliskannya di blog seperti ini adalah hal yang berat tanpa diiringi keikhlasan dan keridhaan. Semoga mbak dan suami terus dilindungi Allah dan diisi lagi :)

    ReplyDelete
  21. Innalillahi wa inna ilaihi rojiuun. Rencana Allah pasti yang paling sesuai untuk umatnya. Semangat itu membuktikan kalau Allah pun tau kebesaran hatimu. Stay strong & fabulous ya dear :) *hug

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^.^