Menua Bersamamu

Menua bersamamu, judulnya manis banget kan, ya? Biasanya kalau judul postingan sudah manis seperti itu, dijamin isi postingan akan semakin manis yang berkaitan dengan seseorang yang tak lain adalah mas suami, hehe. Dalam blog ini sering kali saya menuliskan tentang sosok lelaki yang sudah saya kenal sejak 7 tahun lalu dan kini sudah menjadi imam terbaik bagi saya. Alhamdulillah kami baru saja melewati usia pernikahan yang ke 4 bulan, masih seumur jagung. Mengenalnya adalah sebuah berkah terindah yang tak akan pernah saya dustakan pada Tuhan yang sudah sangat berbaik hati menyatukan kami.

Hampir 8 tahun yang lalu kami dipertemukan dalam sebuah kampus yang akhirnya membuat kami tumbuh bersama setiap hari selama 3 tahun masa kuliah. Kala itu beliau adalah seorang pendiam dan tidak banyak tingkah, namun beliau adalah teman yang dapat diandalkan dalam segala hal. Tak jarang saya berlari menghampirinya untuk menyalin tugas kuliah listrik atau sekedar curhat. Sepanjang masa kuliah saya memang jarang berinteraksi dengan beliau karena saya cenderung lebih aktif dengan aktivitas kampus non akademik. Kami pun dipertemukan kembali dalam satu kepanitiaan pemilu ketua himpunan. Dari sana lah saya lebih mengenal tentang cara berpikir beliau yang luar biasa. Hal yang paling mengena adalah bagaimana beliau mengingatkan kami semua untuk break rapat dan sholat. Berkah yang indah, bukan? Satu dari sekian banyak orang yang saya temui saat itu. Sejak itu lah kami semakin akrab dan lebih sering berinteraksi.


Hari pun berlalu hingga di awal tahun 2011 kami semakin tak terpisahkan. Saya ingat betul bahwa kami tidak pacaran, tidak ada ucapan cinta atau tembak-menembak layaknya remaja kebanyakan. Kami hanya nyaman dengan apa yang kami lakukan berdua. Mempunyai teman yang baik, selalu ada untuk saya, dan mengerti kebutuhan saya, anugerah seperti itu mana mungkin saya dustakan.

sebuah perjalanan
kehadirannya selalu membawa arti yang indah bagi saya, i love you now and forever, mas.
Karena keadaan kami bersatu, karena keadaan pula kami harus terpisah. Cikarang dan Batujajar, Cikarang dan Bogor, Cikarang dan Banjarmasin, Cikarang dan Makassar, Cikarang dan Palangkaraya, lalu Cikarang dan Sampit. Begitulah ritme hubungan jarak jauh yang kami rasakan. 4 tahun menjalani LDR bukan perkara mudah, ada batu kerikil, duri, ranjau, lumpur, dan sifat saya yang berubah drastis menjadi lebih cengeng dan egois. Sabarnya beliau Masya Allah luar biasa dalam menghadapi saya, tidak pernah sekalipun berkata kasar dan bermain fisik pada saya. Hingga di penghujung tahun 2014 beliau resmi menjadi calon suami dan sah bin halal di bulan April tahun selanjutnya. Mungkin komitmen lah yang menyatukan kami, karena jika dibilang cinta atau sayang kok rasanya masih terlalu dini karena saya tidak percaya kata cinta sebelum beliau menjadi suami saya. Setelah menikah bukan berarti tanpa ujian, diusia pernikahan 3 bulan, saya mengalami keguguran dan sangat mempengaruhi emosi. Di sini lah saya kembali menemui seorang malaikat tak bersayap di rumah kami. Saya tahu kalau beliau pun mengalami kesedihan yang sama dengan saya, tapi tak pernah ditampakkan dihadapan saya. Usahanya untuk membuat saya tersenyum sungguh luar biasa. Karena beliau lah, saya kembali bangkit dari rasa sedih. Kelembutan dan ketegasan yang beliau punya telah mengikat satu-satunya cinta dan tak akan pernah saya lepaskan. Pria inilah yang dulu mengajarkan bagaimana bersyukur, pria inilah yang sekarang mengajarkan saya untuk bersyukur, dan semoga pria inilah yang akan selalu mengajarkan saya untuk bersyukur. Dan, saya bersyukur karena pria ini adalah berkah paling indah dan luar biasa yang dikirim Tuhan kepada saya. Semoga beliau ridho atas kehadiran saya sebagai istrinya. Ijinkan aku menu bersamamu, I love you, Mas.

Blessful August Giveaways by indahnuria.com

28 comments:

  1. Waah so sweet mbak...
    Saya terbawa ceritanya...
    Smga slu menjadi kluarga sakinah warahmah yaa..

    Salam knl dr Muty

    ReplyDelete
  2. Wah ceritanya bisa jadi bikin film nih .. Semoga pernikahan langgeng ya dan menjadi keluarga yang bahagia..

    ReplyDelete
  3. Ceritanya hampir sama mbak, tapi saya LDRnya 2 negara hampir 11thn. Pernah keguguran tapi alhamdulillah sekarang sudah dapat gantinya peri kecil yang lucu

    Tetap semangat.... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. wooww... ldr 11 tahun,, saluuttt maakkkk... bahagira terus ya makkk

      Delete
  4. Ah, Manisnya... Semoga bahagia selalu mbak!! :)

    ReplyDelete
  5. So sweet. Semoga langgeng selamanya ya, mba.

    ReplyDelete
  6. Tuhan maha romantis. Boleh ngga sih kalo aku iri pada kisah kalian??
    Semoga cepet diberi momongan mbak,, amiinnn

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tuhan Maha segalanya.. semoga disegerakan ya ketemu jodohnya

      Delete
  7. Uhuuuuuy. . .
    Maniiis bangeeet. Semoga segala doa yg dipanjatkan terkabul, Yuuk. . .

    ReplyDelete
  8. Wah, semoga jodoh dunia akhirat mbak..yang terbaik dalam hidupmu ^^

    ReplyDelete
  9. Wah, semoga jodoh dunia akhirat mbak..yang terbaik dalam hidupmu ^^

    ReplyDelete
  10. Jadi ceritanya mba yu gak pacaran yaa?
    Baru pacaran alias langsung tunangan pas akhir 2014 gitu?
    Eh, gimana ya? kok aku gagal paham? ahaha..

    yang penting semoga menjadi keluarga sakinah, mawadah dan warahmah, ya mba..
    Hanya maut yang bisa memisahkan. Eaaaaaaaaaaaaaaaaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahahahahha.. entahlah, Nuy. official enggak kali yaa.. tapi yaa pacaran kok heheheh

      aamiin.. mkasih,, terbaik juga buat kamu, Nuy

      Delete
  11. Berkah terindah/Nya adalah cinta.. Yang diberikan lewat sosok-sosok orang yang luar biasa. Alhamdulillaaah ya maaak ..

    Thanks for joining my #BlessfulAugust GA ;)... All the best dan semoga menang 😍😍😍

    ReplyDelete
  12. Foto dari masa ke masanya tetiba bikin ku ikutan senyum senyum ni ^_^

    ReplyDelete
  13. Waaah pengantin baruuuu ^_^
    Manis banget kisahnya sampe ada foto barengnya dari taun ke taun.. Duh :')

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^.^