Belajar Tentang ASI dari Dunia BiZa

Mba Ira Guslina, pemilik blog Dunia Biza
Mba Ira Guslina, pemilik blog Dunia Biza, dok: duniabiza.com
Belajar Tentang ASI dari Dunia Biza - Mari berkenalan lagi teman dengan baru saya dari dunia maya yang namanya keluar dalam kocokan arisan link Blogger Perempuan per dua minggu dan kebetulan salah satu person in charge di grup kami. Beliau adalah Mba Ira Guslina Sufa pemilik blog duniabiza.com, seorang wanita asli Minang dan pernah mengabdikan diri dalam dunia sosial budaya hingga melanglang buana. Tapi bukan soal pekerjaan Mba Ira yang akan saya bagikan dalam postingan ini, melainkan tentang dunia beliau saat menjadi seorang ibu dari dua orang anak, Bintang dan Azizah, yang dirangkum dalam blog yang belum berusia 5 bulan tersebut.
Sama seperti Bunda Elisa Koraag, Mba Ira akhirnya memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan yang telah membawanya keliling Indonesia dan dunia untuk menjadi full time mom sejak kelahiran anak kedua, Azizah. Kok, ya, pas sekali secara berurut dua blogger yang harus saya ulas adalah ibu rumah tangga yang dulunya pekerja. Makin mantap dong saya untuk tidak melirik dunia kerja lagi? Ehem, lihat saja nanti. Dari namanya saja sudah bisa ditebak kalau niche blog Mba Ira ini mengarah ke dunia parenting dan pengelolaan di dalam keluarganya. Mumpung usia domain masih muda, jadi saya bisa obrak abrik semua postingan untuk dikulik, hehe. Akhirnya hati saya memutuskan pada satu postingan yang akhir-akhir ini sedang menjadi perhatian utama saya, yaitu tentang ASI (Air Susu Ibu). Jujur saja, sudah banyak sekali artikel tentang ASI yang sudah saya lahap tapi tidak bisa membuat saya benar-benar paham malah ada yang membuat semakin bingung. Belum lagi penjelasan dari orang tua yang kesannya ingin dimasukkan secara paksa dalam otak yang belum terbukti kebenarannya. Makanya saya tertarik dengan postingan Mba Ira yang bertajuk 10 Mitos Keliru tentang ASI dan Menyusui.

Bintang dan Azizah, anak ASI Mba Ira
Bintang dan Azizah, anak ASI Mba Ira, dok: duniabiza.com
Daripada bingung baca artikel sana sini, mending baca ulasan dari seorang ibu yang sudah berpengalaman dan terbukti pro-ASI dari Dunia Biza. Berikut akan saya rangkumkan fakta yang sebenar-benarnya berdasarkan tulisan Mba Ira:
  1. ASI pertama yang menetes tidak mengandung penyakit, karena ASI yang keluar pertama kali dan berwarna kuning adalah kolostrum yang justru sangat dibutuhkan oleh bayi baru lahir. Kolostrum mengandung zat kekebalan yang bisa melindungi bayi dari berbagai penyakit, bukan malah mengandung penyakit.
  2. Bayi baru lahir hanya butuh 4 sdm ASI setiap harinya, karena disesuaikan dengan ukuran lambung sang jabang bayi. Jadi, jika ASI belum keluar sesaat setelah melahirkan tidak perlu kuatir dan gelisah karena faktanya bayi bisa bertahan hingga 3 hari sejak dilahirkan.
  3. Tidak perlu susu bantu (susu formula) jika ASI tidak menetes. Yang diperlukan adalah stimulasi agar ASI bisa segera keluar misal suksesnya IMD (Inisiasi Menyusui Dini) karena hisapan sang bayi akan mempercepat keluarnya ASI. Bisa ditambah dengan piijat payudara agar peredaran darah semakin lancar. Jadi tidak perlu gelisah dulu dan menyerah pada susu formula.
  4. ASI dalam payudara tidak pernah basi, karena terjaga oleh suhu tubuh ibu, jadi tidak perlu membuang dulu ASI pertama jika lama tidak disusukan.
  5. Kandungan ASI kanan dan kiri itu sama. Mba Ira menyarankan agar mengganti ASI kanan atau kiri setelah 30 menit agar bayi kenyang dan puas serta mendapat asupan gizi yang tepat.                                                                                                                                                                                  Baca Juga : Hairi Yanti, Menulis dari Hati                                                                                                                                                                                           
  6. ASI eksklusif itu 6 bulan, jangan dikurangkan. Inilah salah satu hal yang terjadi di lingkungan saya, bayi masih 3 bulan sudah diberi adonan pisang dan nasi lembek katanya agar kenyang dan sehat. Nyatanya cukup dengan ASI eksklusif selama 6 bulan asupan gizi sudah terpenuhi dan dilanjutkan dengan MPASI setelahnya.
  7. Ukuran payudara tidak memengaruhi produksi ASI, karena yang memengaruhi banyak sedikitnya ASI adalah intensitas hisapan dari sang bayi. Semakin sering bayi menghisap maka produksi ASI akan semakin banyak pula.
  8. Ibu menyusui boleh makan pedas asal dalam jumlah yang wajar. Nyatanya asupan yang diperoleh bayi dari ASI tidak 100 persen sama dengan asupan ibu. Makanan pedas dikuatirkan mengganggu pencernaan sang ibu.
  9. Tidak semua penyakit ibu bisa menular lewat ASI ke bayinya. Mungkin poin ini yang sedikit saya betulkan untuk postingan Mba Ira karena beliau hanya menulis tentang batuk atau flu. Batuk dan flu memang tidak menular melaui ASI tapi ada beberapa penyakit yang bisa menular lewat ASI seperti hepatitis B, HIV, rubella, dan beberapa penyakit lainnya. Penjelasan ini saya dapatkan dari obgyn saya sendiri. Jadi sebaiknya cek darah sebelum hamil itu diperlukan.
  10. Ibu hamil boleh menyusui asal kondisi kesehatan baik-baik saja. Hal ini terjadi sendiri pada Mba Ira yang mengandung Azizah saat Bintang berusia 8 bulan.

Itulah fakta tentang ASI dan menyusui yang berhasil saya kulik dari blognya Dunia Biza. Alhamdulillah mendapat pencerahan yang cukup banyak. Memang, ya, kalau belajar dari orang yang sudah berpengalaman itu lebih menentramkan hati. Jujur saja, mitos-mitos yang ditulis Mba Ira itu masih eksis di jaman yang serba modern dan melek teknologi termasuk ibu mertua yang masih kolot. Sebelum saya membuat postingan ini, tulisan Mba Ira saya minta untuk dibaca oleh suami agar nanti beliau bisa menjadi ayah ASI dan ternyata tulisan Mba Ira diteruskan oleh suami ke ibu mertua saya, hehe. Saya tidak menjamin ibu mertua atau sesepuh lain akan setuju dengan fakta yang ada, tapi saya dan suami sudah sepakat untuk kompak urusan ASI dan menyusui agar tidak mudah digoyahkan orang lain. Kami pun yakin kalau kenyataan di depan nanti tidak semulus bayangan, tapi saya memegang pesan yang diberikan oleh Mba Ira yaitu, “Selalu ada jalan asal Ibu tak mudah menyerah dan berpindah pada susu formula.” Terima kasih atas tulisannya yang sangat bermanfaat, Mba Ira, salam kenal dari calon ibu, hehe. Tetaplah produktif menulis artikel-artikel yang bermanfaat dan berbagi pengalaman sebagai seorang ibu.

32 comments:

  1. Terima kasih mba ayu. Terima jasih sarannya. Meluruskan niat untuk rajin posting. Soalnya sekarang Bintang dan Zizi lagi aktif2nya. :-)

    Btwy untuk penyakit saat asi itu memang ga termasuk penyakit bawaan seperti HIV dan hepatitis. Sip sarannya mba tar diedit.. :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama2 ya mbaa,, senneg bisa ngulas blognya mba Ira :)

      Delete
  2. benar nih,...kita jangan terjebak sama mitos.. mending diselidiki kebenanrannya.. apalagi soal Asi...,

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju banget mbaaa.. lingkunganku penuh dengan mitos soale

      Delete
  3. Kemarin udh kesini, tp kayaknya gagal komen, koneksinya down..

    Anyway bener baget tuh Bumil yg ditulis diatas, tapi klo kata saya, yg gak ada disitu,, Busui itu harus slalu happy yaahh say. Klo happy ASInya bs lancar loohh.. beneran, itu yg saya rasakan. Alhamdulillah, slama kita happy, InsyaAllah ASI kita itu lancar ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih sarannya mbaa.. tak liatkan ke suami ah biar bikin aku bahagia terus hahaha

      Delete
  4. Wuaa terima kasih mba tulisannya. Oya soal penyakit itu memang sih fokusnya ke batuk flu dan pilek tidak termasuk penyakit bawaan seperti hiv, rubella dll.. makasih ya mba masukannya..

    ReplyDelete
  5. infonya bermanfaat banget mbak...meskipun saya menyusui 17 tahun yg lalu
    paling tdk buat menantu nantinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. waahhh sudah senior ternyata.
      adakah tambahan bu untuk artikel ini?

      Delete
  6. Tulisan ini disarankan untuk ibu-ibu muda, dan calon ibu, biar paham cara ngasuh baby.

    ReplyDelete
    Replies
    1. calon bapak juga penting, krn suami itu harus support dan paham

      Delete
  7. setuju banget deh sama mba ira. semoga para ibu2 diluar sana bisa membaca ariticle ini.

    ReplyDelete
  8. artikelnya diprint dan diperbanyak utk dibagikan ke sodara & tetangga juga hihihi

    ReplyDelete
  9. informasi yang sangat bermanfaat. banyak org tua muda yg tak tahu soal ini, info yg perlu disebarluaskan. untung istri saya proASI

    ReplyDelete
  10. Waktu saya masih busui, bener - bener menjauhi makanan pedas, tapi ternyata boleh ya mba hehe

    ReplyDelete
  11. ASI... anak saya sih minum ASI, tapi sufor juga :(

    ReplyDelete
  12. ASI... anak saya sih minum ASI, tapi sufor juga :(

    ReplyDelete
  13. Padahal yah klo orang jaman dulu ASI yang bening itu disuruh buang. Parah ya

    ReplyDelete
  14. Ah, jadi ingin segera dapet bayi. Aaamiin.. :D
    Sebaiknya faskes seperti puskesmas atau RS sering2 adain penyuluhan ttg ASI ekslusif ya. Disana kan para ibu yang masih percaya mitos bisa lebih terbuka pikirannya tentang fakta yang benar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya betul, sosialisasi ASI eksklusif masih sangat kurang sekali..
      semoga segera punya momongan ya mba :)

      Delete
  15. Kadang orang zaman dulu bahkan ibu kita sendiri pun masih memberikan kita mitos-mitos soal asi padahal kebenarannya juga belum tentu, kadang masih diragukan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. bumerku juga masih loh mbak, nanti kuat2an prinsip sama argumen aja haha

      Delete
  16. anak saya hampir 3 tahun masih minum asi, hehe

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^.^