Ida Tahmidah, Seorang MotivaBlogger

Ida Tahmidah, Seorang MotivaBlogger – Saya heran, mengapa pemenang Arisan Link Blogger Perempuan selalu blogger keren dan punya ikatan kuat dengan dunia kepenulisan. Pada postingan ini saya ingin memperkenalkan seorang blogger asal Cimahi yang bernama Teteh Ida Tahmidah dengan domain blog http://www.idatahmidah.com/, yang sekaligus seorang ibu rumah tangga dengan tiga putri dan dua putra, plus seorang penulis lepas. Teh Ida (maaf langsung nyelonong manggil Teteh, SKSD dikit boleh, ya, Teh, hehe) memutuskan untuk menjadi fulltime mom sejak hamil anak pertama, setelah sempat bekerja pada beberapa yayasan islam hingga akhirnya sadar akan kegemaran beliau pada dunia menulis di tahun 2014. Sebenarnya Teh Ida sudah aktif menulis dari tahun 2006 di Multiply, 2012 bergabung di grup kepenulisan, dan 2014 aktif ngeblog.

Meski beliau sendiri berkata merasa terlambat mengetahui bakat dan kegemaran menulis tapi ternyata prestasi ngeblognya tidak bisa dianggap remeh. Lha, untuk ukuran orang yang katanya “merasa terlambat sadar” tapi sudah menelurkan beberapa buku antologi, menjadi konten writer di sebuah situs parenting dan buletin komunitas, serta menjuarai beberapa lomba blog. Ehem, bagaimana jadinya kalau Teh Ida sudah sadar dari tahun 2006? Pasti sudah menjadi blogger kondang, hehe. Untuk blog yang berjudul Cerita Ida dengan tagline: when the word becomes stories tersebut, Teh Ida banyak sekali bercerita tentang tumbuh kembang kelima buah hatinya dan tidak hanya itu, Teh Ida juga memberikan banyak tips dalam tulisannya yang bisa dijadikan pelajaran untuk semua ibu yang membacanya. Yang saya suka dalam rubrik parenting di blog Teh Ida adalah bagaimana beliau melakukan pendampingan pada kelima buah hatinya. “Kembangkanlah anak kita dan kuburlah kelemahannya!!” begitu kata beliau, sebuah pecutan bagi saya, calon ibu yang masih berambisi mengejar karir.

Baca Juga: Dunia BiZa, Ira Guslina

Ida Tahmidah, Seorang MotivaBlogger
Dapat hadiah dari ngeblog, senengnyaaa :) dok: www.idatahmidah.com
Meskipun Teh Ida mengklaim bahwa tulisannya adalah curhatan semata dan self note, tapi bagi saya postingan-postingan tersebut adalah motivasi dan inspirasi. Oleh sebab itu saya memberikan sebuah julukan “MotivaBlogger” untuk Teh Ida setelah terus menggali postingan pada rubrik lain. Dan yang spesial tentunya ada pada rubrik motivasi, satu demi satu postingan saya baca dan semakin menampar jika diresapi sedalam mungkin. Pada postingan ini pula saya akan sedikit membagikan pelajaran penting yang saya dapat dari blog Teh Ida, egois rasanya jika tulisan yang sudah saya baca itu saya nikmati sendiri. Simak baik-baik, ya:

  • Keluar dari zona nyaman and go extra miles
Hal ini terjadi pada saya, calon ibu rumah tangga yang merasa sangat dinyamankan sejak berhenti bekerja dan disediakan fasilitas sangat memadahi oleh suami. “Padahal menjadi ibu rumah tangga itu tugas yang sangat mulia dan kewajiban setiap perempuan yang sudah menikah adalah mengurus rumah tangganya dengan baik. Tangung jawab mengubah peradaban ada pada pundaknya, membentuk generasi muda yang jauh lebih baik, yang siap menghadapi zamannya yang memang jauh berbeda dengan kita, membentuk pribadi yang sholih dan sholihat serta memiliki pandangan visioner, futuristik. Dan itu dibutuhkan keseriusan serta kesungguhan karena bukan proyek main-main.” Tulis Teh Ida dalam postingannya yang berjudul Manajemen Diri, Sudah Optimalkah?.

Teh Ida berpesan agar jangan merasa cepat puas dan merasa usaha kita sudah optimal, seharusnya terus memberi tantangan pada diri sendiri untuk meningkatkan kualitas diri agar kita punya bekal yang nantinya bisa dipersembahkan sebagai wujud tanggung jawab di akhirat kelak. Apalagi tantangan menjadi ibu akan selalu ada dengan tanggung jawab yang sangat luar biasa besarnya, sehingga tidak boleh lengah dan merasa nyaman dengan kondisi stagnan. Teh Ida juga menuliskan beberapa tips untuk manajemen diri khususnya untuk ibu rumah tangga, silakan dicek pada postingan tersebut ya.
  • Jangan membuang waktu dan keep moving on
Teh Ida curiga dengan bagaimana beliau berkomitmen dalam mengelola waktu, sudahkah terpakai secara berkualitas? Setiap manusia harusnya punya target secara detil, target harian yang dibreakdown secara rinci tiap jam, menit, bahkan detiknya dengan jelas dan terukur sehingga bisa menentukan skala prioritas pada setiap targetnya. Dengan begitu, kita akan menjadi manusia yang produktif dan mengembangkan potensi diri sehingga tidak membuang waktu secara percuma. Mewek dong saat baca postingan ini karena saya bisa streaming drama korea lebih dari 4 jam dalam sehari. Hmm, tidak ada kata terlambat untuk move on, kan? Meskipun hari-hari sebelumnya penuh dengan kemalasan, semoga kedepannya saya bisa menggunakan 24 jam secara bijak dan produktif.

  • Tahan hasrat menjadi konsumtif
Saya tidak bisa tahan godaan promo free ongkir, ditambah lagi suami yang hampir selalu meng-iya-kan permintaan saya dengan alasan agar saya tidak merasa jenuh dan bisa betah di rumah. Tapi ternyata hal ini salah apalagi kedudukan sebagai “Menteri Keuangan” adalah milik saya, seharusnya sayalah yang mengatur keuangan dengan bijak sesuai dengan kebutuhan.

“Membedakan keinginan dan kebutuhan sih gampang saja caranya. Dengan bertanya pada diri kita sendiri, tentang pengaruh adanya barang itu dalam kehidupan kita. Apakah apabila barang itu tidak ada, kita akan merasa kerepotan? Apabila jawabannya ya, maka memang barang itu kita perlukan. Tapi bila jawabannya tidak, kita bisa mempertimbangkannya lagi dengan lebih matang dan lebih rasional agar tidak terjebak pada pola hidup konsumtif.” Pesan dari Teh Ida agar bisa memenej kecerdasan emosional dalam mengelola keuangan khususnya bagi ibu rumah tangga, percayalah kebutuhan rumah tangga itu buka sekadar lipstik dan tas baru, hehe.
Itulah tiga hal yang bisa saya rangkum setelah menjelajah rubrik motivasi pada blog Cerita Ida, semoga tiga hal tersebut tidak hanya memberikan pecutan bagi saya tapi juga bagi teman lainnya khususnya pada ibu dan calon ibu, sang permaisuri di dalam rumah. Ada banyak hal lagi yang bisa kalian dapatkan dari sosok ibu yang tiada kenal lelah, seorang ibu yang selalu mendampingi aktivitas anak-anaknya, seorang ibu yang tidak menenggelamkan hasratnya menjadi penulis, dan seorang ibu yang ternyata jago berbisnis. Teteehhh, aku padamuuu, teruslah menjadi MotivaBlogger dengan semakin banyak menulis curhatan pribadi yang menampar seperti itu. Bismillah, fastabiqul khairat.

21 comments:

  1. Setuju banget mba.. tiga tips yg hampir bisa ditemukan di setiap postingan mba ida... jadi pelajaran banget buat saya yg masih dan akan terus belajar jadi super moms...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya nih mbak, saya juga calon ibu jadi harus siap2 untuk setroongg

      Delete
  2. jangan membuang waktu dan keep moving on, ...harus diingat ini suka kebawa dan jadi lupa ngeblog kalau buka FB he..he...

    ReplyDelete
    Replies
    1. samaaaa mbaa.. aku kalo uda streaming gak bisa berhenti

      Delete
  3. iya juga ya? coba kalo teh ida sudah ngeblog dari dulu, sudah jadi seleblog barangkali hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kali ya mba, uda jadi speaker dimana mana,, aamiinn

      Delete
  4. Hebat tips efisiensi waktunya
    Kudu takterapkan ni biar aku ga suka ngebuang percuma waktu hahhahaii

    ReplyDelete
    Replies
    1. kamu mah paling buang waktunya bikin gambar mbakk.. bikin komik giihh

      Delete
  5. sejauh pengamatan saya, wanita lebih lugas dalam menyampaikan unsur cerita dalam tulisan daripada pria seperti saya... itu sebabnya mereka rajin baca untuk menambah wawasan tulisan... membacapun tak hanya buku tapi semua hal mereka baca ya kan mbak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. gak semua wanita suka baca tulis kok, laki2 yg tulisannya bagus juga banyak bangeettt

      Delete
  6. Artikel yang bermanfaat
    salam sehat dan sukses mbak
    amin

    ReplyDelete
  7. Makasiiih banget tulisannya....waah jd motivasi buat sy niih biar benersn jd motiva blogger :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin, Teh, semoga makin semangat nulis dan ngeblognya :)

      Delete
  8. Menahan dari godaan konsumtif itu awalnya mungkin tak mudah. Tapi insyaALlah lama2 bisa. Aku salut dengan mba Ida yang rajin sekali menulis dan karyanya dibukukan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya belum mampu godaan konsumtif kalo ada promo free ongkir :(

      Delete
  9. Ya ampuuuun, Mbak.... Sama kitaa... Selalu silau dengan promo free ongkir. Namanya juga di Kalimantan ya. Ongkir selalu jadi momok menakutkan. Dapat promo free ongkir bisa kalap deh. Dan saya merasa diingatkan jg saat baca blog mb Ida tentang kebutuhan dan keingian itu :D

    ReplyDelete
  10. Selain penuh motivasi, blognya Teh Ida juga adem karena ada konten Islaminya. Jadi nambah ilmu kalo ngubek-ubek blognya Teh Ida :)

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^.^