Inna Riana, Emak Riweuh yang Produktif

Inna Riana, Emak Riweuh yang Produktif
Inna Riana, Emak Riweuh yang Produktif
Inna Riana, Emak Riweuh yang Produktif – Dulu, beberapa tahun lalu, mungkin sekitar tahun 2012, saya sedang senang-senangnya bermain twitter, mengikuti segala cerita yang ada di timeline termasuk dari para blogger dari komunitas yang saya ikuti. Senang berbagi cerita sehari-hari dan saling berbalas pesan dengan teman blogger lainnya. Dari situlah saya mengenal sosok Emak Riweuh karena suka berbagi kegiatan sehari-sehari bersama tiga putranya. Hingga suatu waktu saya membuat cuitan bahwa saya sedang mencari informasi tentang kota Palangkaraya. Mba Inna Riana, si empunya www.emakriweuh.com pun menyahut dan memberikan informasi yang beliau punya.


Akhirnya kami sering berkunjung ke blog masing-masing meski tidak mengenal satu sama lain. Saat itu saya cukup tertarik dengan nama blog Emak Riweuh yang artinya pun baru saya ketahui saat bertanya pada seorang teman yang asli Sunda. Cerita dibalik nama tersebut karena Mba Inna adalah seorang ibu dengan tiga orang putra dengan kondisi merantau ikut suami dan jauh dari orang tua, sering tanpa bantuan asisten rumah tangga yang membuat beliau menjadi repot alias riweuh. Terlebih lagi domisili yang nomaden sejak menikah sudah 10 kali pindah rumah dalam kurun waktu 11 tahun. Pasukan riweuh, keluarga besar Mba Inna, sudah pernah tinggal di Semarang, Bnajarmasin, Solo, Denpasar, Palangkaraya, dan Makassar. Tidak bisa membayangkan betapa repotnya pindahan dengan membawa perabot rumah tangga serta harus mengurus sekolah anak yang nomaden pula. Dan ternyata domisili nomaden nular ke saya karena suami pun dinasnya berpindah-pindah, hehe.


Riana Wulandari, itulah nama asli dari Mba Inna yag merupakan turunan Jawa – Sunda dan sempat bekerja di sebuag bank asing. Meskipun sekarang sudah tidak bekerja kantoran lagi, Mba Inna tetap sangat produktif dengan segala ke-riweuh-annya. Tahun 2011, pasukan riweuh menetap di Bogor dan beliau mulai membuka usaha Toko Obat Trisad meskipun pada bulan November ini terpaksa harus ditutup. Selain mengurus 3 putra, beliau juga mengurus Eyang yang tinggal bersama pasukan, kerennya, Mba Inna masih bisa menulis di blog yang jumlahnya ada 4! Saya punya 2 blog saja kliyengan kapan mengatur waktu untuk menulis dengan bayi 6 bulan yang susah ditinggal. Blog-blog Mba Inna bisa diupdate secara konsisten dengan konten yang selalu menarik, terlebih lagi beliau merintis usaha aksesoris dan satu usaha lagi (masih dirahasiakan) untuk menggantikan toko obat Trisad. Juara!

Dalam satu postingan berjudul Hidup Tanpa Drama, Mba Inna menuliskan tentang bagaimana seharusnya menjalani hidup sebaik mungkin, jangan menjadi drama queen. Mungkin lelah karena suatu hal, saya yang baru mengurus bayi selama 6 bulan saja rasanya ingin piknik setiap hari dan tak jarang ngomel ke suami. tapi ada kalimat yang mungkin bisa direnungkan oleh semua ibu di luar sana. “Saya berusaha keras mempertahankan kewarasan saya. Jika saya ikut meledak, apa jadinya nasib keluarga ini? Nasib anak-anak kalau saya nggak ada? Gampang. Suami tinggal cari istri baru. Anak-anak akan punya ibu baru. Nah, di situ saya merasa tidak rela dan berusaha keras untuk waras.” Setuju!


Itulah mengapa Mba Inna selalu bisa mengatur kegiatan sehari-hari dengan baik. Segala sesuatu direncanakan secara matang bahkan bisa memberikan waktu khusus bersama keluarga selepas maghrib dengan tanpa televisi dan gadget. Hal seperti ini yang ingin saya terapkan dalam keluarga kecil saya, karena baik saya dan suami belum bisa lepas dari TV serta gadget. Hebatnya lagi, Mba Inna mengatur jadwal untuk membuat postingan di blog, bahkan jika adal lomba blog atau giveaway bisa dikerjakan dengan tepat waktu. Katanya, kalau tidak tepat dan dikejar deadline malah stress, hehe. Benar-benar Emak Riweuh yang sangat produktif, semoga saya bisa mengikuti jejakmu, Mba.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^.^