Tips Membawa Perlengkapan Bayi Saat Liburan

Tips Membawa Perlengkapan Bayi Saat Liburan
liburan di bali
Sekitar 2 minggu lalu, saya sekeluarga, suami dan satu anak, serta teman-teman suami berlibur ke pulau dewata Bali selama 5 hari. Ada 5 keluarga dan 3 diantaranya membawa bayi seumuran kira-kira satu tahun lebih, termasuk saya membawa anak gadis Izza. Sebelum liburan ini, saya dan Izza sudah sering ikut suami dinas ke luar kota hingga luar pulau, jadi sudah fasih dengan barang bawaan termasuk printilan si bayi yang bisa satu koper sendiri. Kami sendiri membawa satu koper cukup besar isinya baju ganti kami bertiga selama 5 hari, beberapa mainan kesayangan izza, dan perlengkapan kecil lainnya. Pun membawa satu tas jinjing ukuran sedang yang sengaja kami kosongkan dan diisi sedikit cemilan selama perjalanan dari Palangkaraya ke Bali. For your information, kami naik dua kali pesawat dan harus transit beberapa jam di bandara, jadi kami harus stok cemilan terutama untuk Izza.

Toko Online Anda Sepi Pembeli? Begini Rahasia untuk Menarik Perhatian Konsumen!

toko online bukalapak

Toko Online Anda Sepi Pembeli? Begini Rahasia untuk Menarik Perhatian Konsumen! 
Memiliki online shop saat ini merupakan suatu hal yang sangatlah tepat, karena memang saat ini banyak para masyarakat yang sedang disibukkan oleh berbagai pekerjaan atau aktifitas yang dapat menyita waktu, sehingga hal yang mudah dilakukan untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa harus membuang-buang banyak waktu yaitu dengan mengandalkan online shop, sehingga memiliki toko online di era perkembangan jaman ini merupakan suatu bisnis yang harus di kembangkan dengan baik.

Aliran Rasa Matrikulasi IIP Batch #4 Kalimantan1

Institut Ibu Profesional
sumber gambar: Facebook IIP
Aliran rasa Matrikulasi Institut Ibu Profesional Batch 4 wilayah Kalimantan 1. Bismillahirrohmanirrohiim. Saya mengenal IIP sejak dibuka batch 3 dari seorang teman kuliah, hanya saja saat itu saya sedang sibuk pindahan dan renovasi rumah, jadi memutuskan untuk fokus dalam satu hal terlebih dulu. Batch 4 dibuka langsung daftar, lalu dimasukkan ke grup foundation Kalimantan Tengah serta grup matrikulasi Kalimantan 1. Setelah perkenalan dan pemilihan ketua kelas serta korming, saya memberanikan diri untuk mengajukan diri saya sendiri menjadi ketua kelas. Alasannya? Karena saya tidak punya kegiatan lain selain membersamai Izza dan agar melatih kembali komunikasi dengan orang lain. Materi demi materi kami terima, mulai dari materi yang ringan hingga materi yang benar-benar membuat berpikir serta menguras hati. Demikian pula dengan tuags-tugasnya.

Nice Homework #9: Bunda Sebagai Agen Perubahan

Tak terasa sudah di ujung kelas matrikulasi Institut Ibu Profesional dengan saya mengerjakan Nice Homework ke – 9 yang bertema tentang Bunda Shaliha. Sejak bulan Mei, pekan pertama kelas, kami dituntun dan dikenalkan secara perhalan tentang ibu profesional, dan inilah gongnya. Bunda sebagai agent of change, seorang ibu yang bisa membuat dan membawa perubahan dalam suatu lingkungan. Entah itu dalam ranah keluarga atau di masyarakat. Setelah tes bakat, menemukan personal branding, dan menentukan passion untuk melakukan kegiatan produktif, seorang bunda pun harus bisa memiliki rasa empati terhadap lingkungan sekitar. Bukan sekadar simpati, tapi empati yang diikuti dengan tindakan aktif untuk memberikan solusi bagi isu yang sedang berkembang bagi lingkungan sekitar.

Dalam mengerjakan tugas kali ini menggunakan sebuah rumus, yaitu:
PASSION + EMPHATY = SOCIAL VENTURE

Social venture adalah suatu usaha yang didirikan oleh seorang social enterpreneur baik secara individu maupun organisasi yang bertujuan untuk memberikan solusi sistemik untuk mencapai tujuan sosial yang berkelanjutan. Sedangkan social enterpreneur adalah orang yg menyelesaikan isu sosial di sekitarnya menggunakan kemampuan enterpreneur. Pada dasarnya, seorang bunda bisa menjadi seorang agen perubahan yang didasari rasa empati dengan bekal minat bakat yang dimiliki agar sesuai dengan misi hidup yang telah dibentuk. Dengan begitu, seorang bunda bisa menjadi wanita mandiri serta bermanfaat untuk keluarga dan masyarakat. Hanya saja, menjadi bunda produktif yang berperan aktif dalam masyarakat tetap memakai rambu-rambu. Rambu kuning berarti warning dari suami yang berarti harus ada analisa, rambu merah berarti rambu dari anak yang berarti harus stop dulu dan memperbaharui misi.