Leaving For Good

samsung electronics indonesia
foto terakhir, Software R&D, Samsung Electronics Indonesia
I am leaving for good, for a better future, for a better life, for a better responsibilities. Ada beberapa orang dan rekan yang bertanya tentang postingan saya beberapa hari lalu yang berjudul Seminggu. Mereka bertanya kemungkinan saya berpindah tempat kerja atau bisa dibilang resign. Ya, tepat sekali. I was officially resigned from my previous responsibility as a software tester, a part of research and development center, in Samsung Electronics Indonesia yang berada di Cikarang secara resmi 30 Juni 2015. Sebenarnya, saya berencana untuk mengundurkan diri dari software team, Samsung, setelah lebaran usai, maksimal agustus saya sudah cabut dari perusahaan pertama sejak saya lulus kuliah tersebut. Namun karena suatu hal yang sangat besar, akhirnya saya dan seluruh rekan kerja saya di R&D harus mengundurkan diri secara bersama-sama. Untuk alasannya, silahkan penasaran.

Karena harus move on secepatnya, maka tanggal 1 Juli 2015 saya sudah diboyong suami ke Sampit Kalimantan Tengah. Semua serba mendadak memang, harusnya saya tetap pergi ke Sampit setelah lebaran karena harus membereskan segala hal yang harus saya tinggalkan di Cikarang. Ternyata ada nasib lain yaitu saya harus masuk unit gawat darurat sabtu malam lalu dan diharuskan untuk rawat inap. Penyakit yang sebelumnya belum pernah saya dapatkan yaitu infeksi lambung karena kuman parathypus. Mau tidak mau suami harus terbang ke Jakarta dan memutuskan sekalian memboyong saya untuk tinggal bersama. Akhirnya terbebas sudah dari jeritan long distance relationship selama hampir 4 tahun. Salah satu sisi positif mengundurkan diri dari Samsung.


Tidak mudah meninggalkan tempat yang telah menjadi ladang rejeki saya selama 3 tahun 9 bulan, tempat kerja pertama meskipun berkali kali saya selingkuhi dan akhirnya tetap bertahan di Samsung. Bisa dikata, Samsung adalah zona paling nyaman yang sangat sulit untuk ditinggalkan. Bekerja memang ada suka dan benci. Banyak hal yang saya benci tapi lebih banyak hal yang saya suka dari tempat ini. Seperti biasanya, saya selalu benci dengan manajemen yang kadang membuat aturan atau keputusan yang tidak memihak karyawan, saya benci nama besar Samsung yang membuat banyak orang yang dulunya tidak akrab tiba-tiba menghubungi saya untuk menanyakan kabar diskon pabrik atau promo produk untuk karyawan. Kalaupun ada juga buat saya sendiri kale, haha. Dan… daripada nulis tentang kebencian lebih baik saya menulis tentang rasa suka saya terhadap apa yang ada di dalam nama besar Samsung. For the very first is my workmate. Membandingkan dengan tempat kerja teman-teman saya yang lain, rasanya susah mendapatkan teman kerja yang sudah seperti keluarga di tim saya, software R&D, leader yang sangat baik dan perhatian, teman kerja yang asik di dalam maupun di luar kantor, orang-orang yang selalu peduli dengan kondisi sekitar. Orang-orang tersebut yang telah membawa perubahan besar dalam hidup saya sehari-hari. Mana ada seorang bos yang mau ikut campur ngecat dinding kantor, mana ada rekan kerja yang mau berkostum absurd setiap kamis, mana ada orang yang rela jadi panitia outbound di tengah tumpukan pekerjaan yang terus dikejar deadline. Tapi semua orang itu saya dapatkan di sini. Orang-orang tersebut yang membuat suasana kerja menjadi lebih nyaman. Senyaman lembur sampai jam 11 malam dan sedih jika tidak bisa lembur. Senyaman melihat 4 televisi besar yang berjejer sekaligus guna membuat bioskop pribadi.

Banyak hal yang harus saya tulis tentang orang-orang tersebut. Mungkin di lain postingan. Untuk saat ini, biarkan saya sejenak menikmati hari baru tanpa rutinitas bangun pagi dan pulang malam. Biarkan saya menikmati kegiatan baru sebagai istri yang sesungguhnya, melayani suami dan bertanggung jawab pada rumah tangga. Biar saja suami yang bekerja, saya belum terpikir untuk mencari pekerjaan baru, hehe. Yang pasti, saya mengundurkan diri dengan cara baik-baik meskipun lain dari biasanya. Saya mengundurkan diri untuk hal yang lebih baik, berkumpul dengan suami. I am leaving for good.

14 comments:

  1. Apapun yang di pilih semoga saja itu yang terbaik untuk kedepannya iya mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin.. iya mbak Wida yg penting deket suami 😊

      Delete
  2. sama yu...tos, aku akhir lebaran juga resign hihii, mau fokus ama keluarga kecilku dulu..

    ReplyDelete
  3. Selamat menikmati hari barunya tanpa deadline, berangkat pagi dan pulang malam untuk sementara waktu. Insya Allah rejeki akan selalu ada meskipun sedang mencoba menjalani jadi istri yang sesungguhnya.

    Salut.

    ReplyDelete
  4. Alhamdulillah. Tiap keputusan ada untung ruginya. Tapi bahagia bisa bersama suami tidak bisa ditukar dengan apapun kan?

    ReplyDelete
  5. Mbak sekarang udah sembuh kan? Asik udah ngga LDR dong :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah sudah sembuh, Una. iya tapi aku skrng anak pedalaman hiks

      Delete
  6. Akan makin asyik ngga LDRan lagi, Yu. :D
    Sehat selalu, yaaa. :)

    ReplyDelete
  7. Mbak Ayu, kok ngambil keputusannya sama sih kaya aku, percayalah mbak akan ada rezeki yang lebih baik lagi ya mbak :)

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^.^