[PojokWBIdol] 20 Tahun Lagi, Indonesia Bisa Hancur

Indonesia 20 tahun yang akan datang, itulah tema yang saya dapat pada tantangan #PojokWBIdol artikel ke empat. Tema yang cukup membuat saya garuk-garuk kepala, bagaimana saya bisa tahu apa yang akan terjadi pada Indonesia 20 tahun lagi, untuk besok saja Wallahualam. Jadi pada postingan ini, saya akan membayangkan masa depan Indonesia melalui kondisi saat ini.

20 tahun lagi, Indonesia akan hancur.

Sebagaimana kata televisi, kondisi ekonomi Indonesia saat ini sedang dalam masa kritis, nilai inflasi yang melambung tinggi, dan utang negara yang sepertinya tidak pernah habis. Lihat saja kasus skandal BLBI yang sangat merugikan rakyat karena jika ditotal pada saat jatuh tempo di tahun 2043, jumlah utang bunga berbunga BLBI adalah 60.000 triliun rupiah. Dari mana negara membayar utang tersebut? Jelas dari pajak yang dibayarkan rakyat. Saya memang tidak cukup mengerti soal skandal utang negara, tapi selama itu menggunakan uang rakyat dapat dipastikan jatah fasilitas guna kesejahteraan rakyat akan semakin berkurang bahkan terabaikan. Kondisi ekonomi Indonesia tidak pernah lepas dari yang namanya korupsi dan masalah terbesarnya adalah pemberantasan korupsi terhalang oleh korporat yang tidak lagi peduli pentingnya anti korupsi. Yang terjadi di Indonesia saat ini adalah, siapa yang punya uang dia lah yang menang, siapa yang kuat dia lah yang menjabat. Tak peduli jika negeri sekarat. Dan akhirnya, yang kaya berkuasa, yang miskin mati. Belum lagi laju pertumbuhan penduduk Indonesia pada tahun 2035 diramalkan naik sebesar 28,6 persen dengan jumlah mencapai 305,6 juta jiwa, dipastikan kebutuhan rakyat akan sandang, pangan, papan, dan lapangan pekerjaan akan meningkat pula. Jika kondisi ekonomi Indonesia semakin menyusut maka pertumbuhan penduduk ini akan menjadi masalah baru bagi Indonesia. Kemiskinan, pengangguran, dan kriminalitas bisa meningkat tajam.

Baca juga : Kenali Dirimu, Nikmati Hidupmu

Dari segi sosial pada 20 tahun mendatang, bangsa ini akan semakin hancur berantakan. Semakin menipisnya landasan ketimuran yang dulu diagung-agungkan. Maksiat, judi, dan narkoba semakin merajalela seakan bangsa ini hidup tanpa adat dan agama. 20 tahun lagi, saya bayangkan, akan banyak orang yang tidak malu melakukan hubungan intim di tempat umum. Lha wong sekarang anak SD bisa membayar pelacur entah untuk tujuan seperti apa. Indonesia pun bisa menjadi gembong mafia jika kaum elit masih mau disuap dengan harta dan tahta. Para penjahat akan melenggang bebas tanpa rasa dosa, yang paling baru adalah kasus Gayus Tambunan dengan 2 gadis cantik di rumah makan padahal sedang dalam masa tahanan. Tak mau kalah dengan kaum elit, kaum kecil pun bisa bertindak semaunya. Hanya karena ponsel, seorang teman bisa membunuh rekannya, hanya karena uang seribu, anak ingusan bisa membunuh teman mainnya. Bisa jadi 20 tahun lagi, Indonesia menjadi negara dengan tindak kriminalitas terbesar di dunia. Hal ini bisa disangkutkan dengan kondisi pendidikan Indonesia yang semakin tidak mendidik. Lha wong ijasah bisa diperjual belikan dan para guru sudah menjadi pahlawan dengan pamrih. Semakin banyak kaum hedon yang hidup dipastikan Indonesia akan hancur di tahun ke 20 dari sekarang.

Indonesia butuh restorasi. Restorasi mental. Restorasi sistem.

Sebenarnya Indonesia punya potensi yang sangat besar untuk berkembang menjadi negara maju dan besar. Indonesia punya sumber daya alam dan manusia yang melimpah sebagai modal awal untuk membangun ekonomi agar menjadi lebih baik. Dibutuhkan organisasi yang seimbang dari segi sosial dan politik untuk mewujudkan kebijakan yang tidak hanya sedap dibaca saja, tapi juga bekerja dengan baik di lapangan. Restorasi mental kaum elit politik sangat dibutuhkan agar mata tidak gelap dengan uang dan jabatan. Masalah pelik negeri ini adalah keberadaan koruptor yang harus segera dibasmi, bukan malah dikasihi. Seharusnya mereka mendapat hukuman yang setara dengan kasus narkoba, dihukum mati. Pembangunan infrastruktur yang baik tidak akan berhasil jika pemerintah tidak punya komitmen dalam penegakan hukum. Saya sendiri optimis, jika koruptor negara habis atau setidaknya berkurang, masalah ekonomi Indonesia akan segera membaik. Selanjutnya adalah perbaikan sistem secara keseluruhan. Perbaikan sistem ini mungkin akan berdampak jatuhnya Indonesia pada beberapa aspek dalam jangka pendek, selanjutnya Indonesia akan tumbuh menjadi negara besar yang bersih. Dengan begitu, 20 tahun lagi Indonesia akan menjadi negara super power dengan pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat.

Baca juga : Manusia Harus Beradab

Sebenarnya, pencegahan dini lebih baik daripada melakukan restorasi. Pada 20 tahun mendatang, Indonesia akan dipimpin oleh generasi penerus, mungkin cucu-cucu saya nanti, yang kuat luar dalam. Jika saat ini kondisi generasi muda bisa dikata rusak, bagaimana dengan masa depan? Oleh itu diperlukan pembangunan pondasi yang kuat dan tanah yang kuat pula. Pembinaan dimulai dari rumah sendiri, oleh orang tua kepada anak-anaknya. Masyarakat yang turut mengawasi dan membatasi aktivitas remaja, serta sekolah yang berperan aktif membantu pembentukan karakter anak didiknya. Dan yang paling penting adalah filter yang dibuat oleh diri sendiri untuk membatasi segala macam budaya yang masuk, apalagi kecanggihan teknologi yang saat ini tidak disikapi dengan bijak. Jika pembinaan karakter ini dapat dilakukan oleh segala pihak, maka kekuatan akan terbangun dengan baik. Jangan cuma menyalahkan pemerintah yang tidak memberikan fasilitas dengan baik, tapi dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan masyarakat harus turut mendukung dengan konsisten. Hapuskan acara televisi yang mengarahkan bangsa ini untuk hidup hedon dan hanya peduli dengan diri sendiri. Jika sumber daya manusia sudah tertata dengan baik, sumber daya alam pun bisa dimanfaatkan dengan bijak. Sudah banyak buktinya anak muda Indonesia menciptakan prestasi luar biasa yang bisa diakui secara internasional dan yang harus kita lakukan adalah menambah kuantitas dan kualitas penerus bangsa berprestasi dan bermoral. Prestasi yang tidak hanya dalam skala akademik. Dengan kekuatan tersebut, dalam 20 tahun mendatang, Indonesia bukan hanya bisa menjadi macan Asia, tapi bisa pula mendunia.

Mungkin semua ini hanya mimpi.

19 comments:

  1. Aduh serem ulasanmu, mbak. Tapi ada benernya juga yang utang itu ._.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahhaha sekali kali bikin postingan yg serem mbaa :)

      Delete
  2. Bisa jadi jika para pemimpin saat ini suka korupsi, otomatis sumberdaya dan keuangan negara tipis dan minus. Yang tua-tua tidak mau turun tahta, tidak memberikan istafet ke yang muda. Gimana nanti generasi terus punya pengalaman menata negara ?
    Gaya hidup hedon justru pada tingkah lagi pemimpin itu. tidak merasakan getirnya kehidupan rakyat kecil. tidak usah 20 tahun dari sekarant ,satu tahun saja. Revolusi akan terjadi jika para pemimpin hanya mementingak diri dan golongannya. Ah,,,bumi sok berlagak jadi pengamat politik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kita semua berhak jadi pengamat politik dari sudut pandang masing2, mas, kalo begitu kan makin banyak masukan untuk negeri tercinta ini.. semoga bisa lebih baik :D

      Delete
  3. adduuh serem mbacanya sambil kebayang di otak yang kejahatan.
    gak kebayang gimana kalo indonesia hancur.

    ReplyDelete
  4. Hal buruk di Indonesia sudah banyak, mengakar, dan sejak dulu.
    Tapi, kita bisa fokus ke hal baik saja. Mengoptimalkan potensi diri, menjadi contoh buat orang terdekat dan masyarakat, serta bermanfaat. Semoga Amin!

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin.. memperbanyak potensi positif dari dalam diri ^^

      Delete
  5. Wah artikelnya bagus banget. Sesekali kirim opini ke majalah.

    ReplyDelete
  6. semoga Allah menjaga Indonesia....

    ReplyDelete
  7. 1 paragraf, panjang benerrrr

    ikut mengamini

    ReplyDelete
  8. Kalau sperti ini bagamana dengan nasib anak-anak kita ya? Masa depannya mau bagaimana! Apakah anak-anak kita juka harus ikut bertanggungjawab membayar hutang Indonesia ini?

    ReplyDelete
    Replies
    1. bismillah, semoga anak2 kita kelak punya mental yg bersih :)

      Delete
  9. wah benerkah ini,.,?
    sukses trus mbak?

    ReplyDelete
  10. Saya masih sangat optimis sama Indonesia :)

    ReplyDelete
  11. Miris juga ya mbak ngelihatnya :-(

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^.^