Pulau Kembang, Surganya Monyet Berekor Panjang

Pulau Kembang, Surganya Monyet Berekor Panjang
Pulau Kembang, Surganya Monyet Berekor Panjang
Pulau Kembang, Surganya Monyet Berekor Panjang – setelah menghabiskan kue di Pasar Terapung Muara Kuin, perahu kami menuju gugusan delta yang ada di tengah sungai Barito untuk menuju pulau Kembang. Jangan berpikir bahwa pulau Kembang adalah pulau yang dipenuhi dengan aneka bunga, salah besar hehe, karena pada pulau ini justru dihuni oleh ribuan monyet dan bekantan serta beberapa jenis burung liar. Perjalanan dari pasar apung menuju pulau Kembang kira-kira memakan waktu 10 menit dengan perahu/klothok yang menjauh dari pemukiman penduduk, akhirnya mata bebas dari pemandangan orang-orang yang mandi atau mencuci baju, haha. Dari kejauhan, terlihat satu gugus pulau yang bisa dibilang cukup besar dengan pepohonan yang rimbun dan semakin mendekat ternyata sudah banyak perahu yang berlabuh di dermaga pintu masuk Pulau Kembang.

Baca juga : Pasar Perapung Muara Kuin yang Terancam Punah

Hari masih dibilang cukup pagi, tapi sudah banyak sekali pengunjung yang datang ke Pulau Kembang untuk berinteraksi dengan monyet ekor panjang. Ya memang, paket wisata yang ditawarkan pemilik perahu biasanya pasar terapung muara kuin setelah itu masuk ke pulau Kembang, bisa juga ditambah mengelilingi pulau Kembang, tergantung kesepakatan. Saat perahu kami berlabuh, untuk menuju ke atas dermaga, satu per satu dari kami harus naik bagian atas perahu, tidak banyak memang, tapi ngeri juga harus berjalan di atap perahu yang bergoyang. Sampai di atas dermaga sudah disambut dengan beberapa ekor monyet yang sepertinya meminta makanan dari kami. Harga tiket masuk sangat murah untuk wisatawan domestik yaitu 5.000 weekday dan 10.000 untuk weekend. Sedangkan tiket masuk untuk turis asing terbilang cukup mahal yaitu 100.000 weekday dan 150.000 weekend, meski mahal tapi banyak juga turis yang masuk. Setelah menyerahkan tiket pada petugas, beberapa langkah ke dalam akan dihadang oleh penjual kacang kulit yang mematok harga 3 kali lipat dari pasaran, daripada kami masuk dengan tangan kosong ya apa boleh buat. Sebaiknya memang menyiapkan makanan monyet dari rumah jika tidak ingin membeli dengan harga mahal, bisa membawa kacang atau pisang.

Tepat di tengah akan terlihat sebuah altar atau klenteng sederhana dengan dua patung monyet putih atau hanoman yang dulunya dibangun oleh masyarakat Tionghoa. Menurut cerita setempat, Pulau Kembang berasal dari kapan Cina dengan nama Law Kem Bang yang tersesat dan dihancurkan atas perintah Sultan Banjar. Puing kapal tersebut ditumbuhi pepohonan hingga berubah menjadi sebuah pulau dan didiami oleh sekelompok monyet yang katanya merupakan jelmaan makhluk halus. Oleh sebab itu, altar tersebut digunakan oleh masyarakat Tionghoa untuk berziarah dan mendoakan arwah leluhur. Semakin ke dalam akan semakin banyak monyet yang dijumpai, untungnya sudah dibangun jalan untuk pengunjung dari kayu ulin sehingga lebih nyaman. Tipe monyet yang ada di pulau ini adalah monyet yang cukup agresif dan liar, beberapa kali langsung naik ke pundak suami dan merebut kacang kulit satu bungkus dari tangan kami. Mungkin karena kami datang di pagi hari yang merupakan jadwal makan monyet-monyet tersebut jadinya mereka lebih agresif. Terlebih lagi letak pulau yang dekat dengan air jadi beberapa monyet terlihat basah dan bau. Sayang seribu sayang lagi, saya dihinggapi perasaan kecewa sekali lagi saat menjumpai beberapa titik yang terdapat sampah dan keberadaan para pemandu yang ehem cukup menggangu jika terus mengikuti kita.


Pulau Kembang dari perahu sebelum merapat ke dermaga
Pulau Kembang dari perahu sebelum merapat ke dermaga
Pengunjung yang ada di dermaga pulau
Pengunjung yang ada di dermaga pulau, mereka antre memanjat atap perahu untuk menuju dermaga
monyet yang tiba-tiba nangkring di pundah suami
Ini dia monyet kecil-basah-nakal yang tiba-tiba nangkring di pundah suami
Fotonya di bagian depan saja, kalau di dalam takut direbut monyet, hehe
Fotonya di bagian depan saja, kalau di dalam takut direbut monyet, hehe
Ada beberapa hal yang harus kalian ketahui dari Pulau Kembang yangmerupakan surganya monyet berekor panjang ini, semoga bisa menjadi pertimbangan saat berkunjung:
  • Bawa makanan dari luar, kacang kulit atau pisang, karena hargnya cukup mahal jika membeli di dalam tempat wisata. Dua bungkus kacang kulit di tempat wisata dijual lima ribu rupiah. Dan, tolong jangan buang sampah sembarangan.
  • Jika butuh pemandu, silakan ambil satu pemandu saja karena akan banyak bapak-bapak, ibu-ibu, adik-adik yang ikut turut serta. Meski bayar seikhlasnya tetap saja sebaiknya satu pemandu karena takutnya yang ngintil juga minta tips karena mereka merasa membantu kita dari gangguan monyet. Saat kami masuk ke dalam cukup bersenjatakan tongsis, hehe, jadi tidak membutuhkan jasa pemandu.
  • Jangan memakai aksesoris yang mudah diambil oleh monyet seperti topi, kacamata, atau perhiasan lain. simpan baik-baik di dalam tas karena monyet sangat agresif. Saat ada monyet yang tiba-tiba naik ke pundak pun jangan panik, langsung duduk dan turunkan monyet sambil diberikan kacang.
  • Ada toilet di dalam pulau kembang, tapi saya tidak masuk ke dalam karena memang sudah tersugesti bahwa tempat ini kotor, sebaiknya memang bawa air mineral jika sewaktu-waktu ingin ke toilet.

Itulah cerita kunjungan wisata ke Pulau Kembang, surganya monyet berekor panjang. Meskipun saya tidak masuk hingga ke dalam tapi cukup lah bisa puas dengan berhasil memberi kacang pada mereka. Semoga aset wisata ini tetap dilestarikan oleh pemda setempat karena memang banyak peminat, semoga penduduk sekitar juga bisa lebih diberdayakan seperti berjualan souvenir daripada hanya rebutan menjadi pemandu di dalam pulau. Selamatkan sungai barito, selamat berlibur.


Bonus foto suami yang sudah akrab sama monyet ini, haha
Bonus foto suami yang sudah akrab sama monyet ini, haha

38 comments:

  1. Aku sedikit agak trauma nih sama monyet kaya gambar di tulisan mba ayu ini. Dulu waktu ke cagar alam tiba2 ada monyet langsung bawa makanan kita huhu *curhat

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahah aku juga takuuttt.. ngintil suami mah selama disana haha

      Delete
  2. Kalau di Semarang ada juga objek wisata yang banyak monyetnya. tepatnya di Goa Kreo :D tapi kalau di pulau kembang ane lihat fotonya selain monyetnya pemandanganya juga sip banget..
    semoga aja bisa nyusul kesana. Hehehe

    ReplyDelete
  3. wah rame ternyata monyetnya..hehehey jadi pngen maen ketempat itu mbak,,,tpi musti mkir2 dulu biayanya :D..hiks ^^

    ReplyDelete
  4. Aku kayaknya bakal parno kalau dihampiri monyet yang agresif. Ga punya trauma sih tapi yaaa kok ngeri ya, ngebayanginnya?
    Btw tadinya nau tanya kenapa dikasih nama pulau kembang, eh terjawab di paragraf berikutnya. Nice sharing.
    Salam kenal ya, Mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal juga mbak Efi, itu nama kembang sesuai dari cerita daerah sana ^^

      Delete
  5. kalo monyetnya agak liar gini, aku takut sbnrnya :D.. dulu ada`pengalaman dikejar ama monyet -__-.. kayaknya aku lbh seneng ke pasar terapungnya aja mba ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwk asal bawa kayu atau sama pemandu bisa aja sih mba :)

      Delete
  6. Monyet memang suka mencuri Nakal atau dilatih, sama saja. Ada makanan maunya dimakan. Aku punya peliharaan monyet ekor panjang. Ini memang hewan yang dilindungi tetapi boleh dipelihara. Tetapi tidak utk disiksa.
    Nah mereka ini kalau sudah akrab, bisa seperti manusia beneran. Jadi aku seperti punya adik baru. Semua keluarga sayang sama dia. :) Semakin besar dia semakin agak nakal. Suka jatuhin barang2. Jadi dilepasnya pas mandi aja. Sehari2 tetap di kandangnya. (bukan di dalam kurungan). ;) mereka bisa interaksi loh. Disayang tau, dimarahin juga tau.. ngalem minta perhatian juga tau...

    ReplyDelete
    Replies
    1. waaa punya peliharaan monyet juga, kalo aku mah takut mbak hihi

      Delete
  7. saya ni ya, ngakunya orang banjar tapi nggak kesampaian mau ke banjar apalagi mau kesini. Keep posting ya mbak, i love banjar ^^

    ReplyDelete
  8. Monyetnya lucu. Wah, harga tiketnya juga cukup terjangkau. :)

    ReplyDelete
  9. Sumpah kagak bakalan dateng ke pulau ituuuuuuuuhh, monyetnya menakutkan >_<

    ReplyDelete
  10. kalau sudah menggunakan jasa 1 pemandu, cara mengusir halus yang lainnya bagaimana? Apalagi kl mrk ngintil terus

    ReplyDelete
    Replies
    1. katanya sih disuruh tegas mbak kalo mau sama 1 pemandu aja biar yg lain pergi ^^

      Delete
  11. Dulu pernah kesana sama cewek. Si cewek gandengan mulu soalnya takut ama monyetnya. Yess modus berhasil!! *edisi mengenang honeymoon*

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwkkw... kayakanya laki yg bawa cewe kesini emang beneran modus yaa :)

      Delete
  12. Wiiih berani ya foto sama monyet. Takut digigit..

    ReplyDelete
  13. Saya lahir dan besar di Kalsel tapi belum pernah ke Pulau Kembang ini. Wkwkwkwk... Betapa tidak Banjarnya saya :p
    Semoga semakin diperhatikan dinas pariwisata ya kelangsungan, ketertiban, keteraturan, kebersihan tempat wisata di Kalsel.

    ReplyDelete
  14. wah pengen juga nih berkunjung kesana..
    kalo di bandung bnyak juga monyet di taman hutan raya, gerantulan di pohon2

    ReplyDelete
  15. Monyetnya lucu tapi seram ah kalau agresif >.<

    ReplyDelete
  16. aku phobia sama semua binatang, kecuali semut dan nyamuk :D
    sebenernya kasihan anak2ku jadi kurang pengalaman :(

    ReplyDelete
  17. Waaaahh saya belum pernah kesana, pdhl suami org Borneo asli. Kapan2 ah jika ada kesempatan. TFS info tempat rekreasinya :)

    ReplyDelete
  18. boleh lah kami berkunjung kesini, selain bagus harga terjangkau tuh

    ReplyDelete
  19. bisa kali yah jadi refrensi jalan-jalan, makasih nih infonya :)

    ReplyDelete
  20. banyak monyetnya kaya wisata grojogan sewu di kaki gunung lawu jateng, boleh juga nih kapan2 main kesini

    ReplyDelete
  21. Senangnya jalan2 keliling tempat wisata, kalau sama monyet sedikit trauma saya, pernah saat bawa kacang,,, eh itu monyet langsung lompat ke saya, yang jelas kaget sekali dan takut,,,

    ReplyDelete
  22. Monyetnya banyak ya, tapi harus hati2 kalo bawa makanan soalnya pernah kejadian direbut sama monyetnya

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^.^